Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Menegangkan


__ADS_3

Perlahan lahan kedua mata Nathali terbuka, dia merasakan pening di kepalanya, setelah itu juga dia sadar bahwa dirinya dalam kondisi tangan dan kaki terikat di kursi.


Aaaauuuwww


Kepalaku pusing sekali, sial siapa yang berani menyekap ku? dan apa yang dia mau dariku.


Nathali mengingat kembali peristiwa sebelum dia tersadar dalam kondisi seperti ini, pagi itu dia sedang mencari tempat tinggal sementara sebelum dia kembali ke Inggris. Karena merasa haus maka dia membeli sebotol air mineral, dan setelah meminumnya seketika dirinya merasa pusing dan jatuh pingsan.


Pasti ada obat bius di minuman itu, siapa bedebah yang berani melakukan ini. Lihat saja, akan ku habisi dia.


Tiba tiba saja seorang pria datang, seketika itu pula Nathali mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang membuatnya seperti ini.


”Wah, ternyata kau sudah sadar. Daya tahan tubuhmu memang luar biasa, padahal kalau orang lain pasti seharian tidak akan bangun tapi kau hanya pingsan selama dua jam.”


Nathali sangat geram karena mengetahui orang yang menyekapnya adalah Doni, pria yang selalu mengincar Sari.


”Apa yang kau mau sampai menculikku dengan cara pengecut seperti ini.”


”Wah, kau memang layaknya pengawal. Kau bahkan tidak menangis histeris meski dalam keadaan bahaya begini. Luar biasa.” Kata kata yang keluar dari mulut Doni itu memang sepenuhnya memuji meski dengan nada yang menyindir.


”Tidak perlu basa basi, apa yang kau mau dariku.”


Doni berjalan selangkah demi selangkah sambil memutari Nathali yang terikat di kursi, sesekali dia juga tersenyum licik dan membuat ekspresi wajah yang menjijikan.


”Sayangnya aku tidak mau apapun darimu, aku hanya menjadikanmu umpan demi mendapatkan yang kumau.”


”Apa yang kau maksud.” Suara Nathali terasa bergetar karena khawatir, dia benar benar cemas bagaimana kalau yang dia maksud adalah Sari.


”Ya nanti kau juga tahu, aku yakin dia dalam perjalanan. Karena lokasi kita jauh dari kota jadi kita harus sabar menunggunya ya.”


Doni tersenyum licik sambil menatap Nathali yang wajahnya terlihat marah. Beruntung Nathali sudah diikat dengan sangat kencang sehingga tidak akan mudah untuk Nathali melepaskan diri.


”Bajingan, lihat saja aku akan membunuhmu.” ancam Nathali.


Doni hanya berlalu dan tidak perduli dengan Nathali yang terus saja mengumpat dan memakai dirinya, Doni sama sekali tidak perduli toh pada akhirnya dia hanya orang tidak berguna saat ini.

__ADS_1


Doni meminta sekitar sepuluh orang anak buahnya untuk berpencar menjaga tempat ini dan pastikan Sari datang sendiri. Doni juga memerintahkan salah satu anak buahnya untuk menjaga Nathali yang terikat.


...----------------...


Arya datang ke rrumah Sari untuk menjemputnya namun baru tiba di gerbang pak Joko yang merupakan security di kediaman Jayadiningrat mengatakan bahwa Sari sudah pergi setengah jam yang lalu, dia pergi sendiri tanpa supir.


Beruntung Sari mengendarai mobil sport yang merupakan hadiah dari Arya. Arya meminta jika Sari ingin pergi tanpa supir maka pakailah mobil pemberiannya itu.


Di mobil itu sudah di pasang GPS sehingga Arya bisa mengetahui kemana Sari pergi, dia mengecek HP nya untuk mengetahui kemana Sari pergi namun dia terkejut begitu melihat lokasinya ada di tol yang mengarah ke luar kota.


Apa Sari ada meeting di luar kota? tapi kenapa dia tidak memberitahuku? padahal semalam aku sudah bilang akan menjemputnya hari ini. Sepertinya ada yang gak beres.


Bergegas Arya memutar balikkan mobilnya sambil menelpon sekretaris kim, dia hanya ingin memastikan apakah Sari ada jadwal ke luar kota? namun sekretaris kim bilang tidak ada, bahkan sekretaris kim sudah menelpon bosnya itu beberapa kali karena ada laporan yang harus dia cek namun tidak bisa tersambung.


Mendengar hal itu Arya semakin panik, dia sungguh khawatir ada sesuatu yang terjadi pada kekasihnya itu. Sambil menyetir, Arya menelpon salah satu anak buahnya untuk datang ke lokasi yang akan di sharelok oleh Arya. Dia juga meminta anak buahnya itu membawa yang lain sebanyak yang bisa di bawa dan datang dengan diam diam.


Setelah menghubungi anak buahnya, dia mencoba menghubungi Sari berkali kali namun tidak juga diangkat.


”Sari, kau kemana?” gumamnya.


...----------------...


Sari masuk dan menyusuri gedung itu selangkah demi langkah, dia juga bersikap waspada dan melihat ke segala arah. Dia naik ke lantai dua karena orang itu memintanya datang sendiri ke lantai dua gedung itu.


Bertahanlah Nat, aku akan menyelamatkan dirimu.


Setibanya di lantai dua, dia langsung melihat Nathali yang terikat di kursi dengan mulut yang di lakban. Dia tidak melihat ada orang lain di situ, meski Nathali menggelengkan kepalanya namun tanpa pikir panjang lagi Sari langsung berlari ke arah Nathali dan membuka lakban yang menempel di mulutnya. Nathali tampak meringis ketika lakban itu di lepas.


”Kau tidak apa apa Nat?”


”Kenapa anda datang kesini, anda pergi sekarang juga cepat.”


”Kita akan pergi bersama.” Sari dengan segera membuka ikatan tali itu namun begitu sulit dilepaskan dengan tangan kosong sehingga dua mencari sesuatu yang bisa membuka ikatan tali itu.


Sari melihat ada pecahan kaca kemudian dia mengambilnya. Baru saja menggenggam pecahan kaca itu tiba tiba saja suara seorang pria tertawa terdengar bersamaan suara langkah kakinya.

__ADS_1


Hahahahahaha


”Luar biasa, akhirnya yang kutunggu tunggu datang juga.”


Tentu saja Sari sangat hafal dengan suara yang menjijikan itu, Sari menggenggam erat pecahan kaca itu di tangannya agar tidak terlihat lalu dia berjalan mendekati Nathali sambil mencari waktu yang tepat untuk membebaskan Nathali dan kabur.


”Lepaskan Nathali.” ucap Sari.


”Nonaaaa.. jangan berani menyentuh seujung kukupun tubuh nona. Atau kalian semua akan ku habisi.” Nathali berteriak dengan sangat kencang.


Namun Doni dan anak buahnya malah terus tertawa karena merasa diatas angin, Sari melihat Doni sedikit lengah karena terus tertawa bersama anak buahnya maka dari itu di saat inilah Sari memberikan pecahan kaca itu ke telapak tangan Nathali yang terikat ke belakang.


Nathali yang menerima pecahan kaca itu mencoba membuka ikatannya dengan pecahan kaca itu namun tiba tiba Doni mendekat dan menarik tangan Sari.


”Aku akan melepaskan dia setelah kau setuju menjadi milikku, kau juga harus membebaskan papaku serta kau harus berikan seluruh saham CH Group padaku.”


”Jangan Nona.” teriak Nathali.


”Diam.” bentak Doni.


Sari menggelengkan kepala ke arah Nathali agar dia berhenti memprovokasi Doni dan fokuslah untuk membuka ikatan talinya itu.


”Baiklah, aku akan berikan yang kau mau asal lepaskan Nathali.”


Doni menatap Sari dengan curiga, ini sangat aneh bagaimana mungkin Sari bisa menerimanya begitu saja. Dan benar saja tidak lama kemudian Nathali berhasil melepaskan ikatannya dan bertarung dengan anak buah Doni.


Doni sangat sigap dan menyekap Sari dari belakang, dia juga menodongkan pistol ke kepala Sari.


Doni melepaskan tembakan ke arah atas yang tentu saja membuat Sari sangat terkejut dan ketakutan, dia masih trauma mendengar suara tembakan karena dia teringat kematiannya sendiri. Bahkan saat ini napas Sari tampak terengah entah karena panik.


”Berhenti atau ku tembak majikanmu ini.”


Nathali berhenti menghajar anak buah Doni yang sudah babak belur itu, dia sangat terkejut melihat Doni menodongkan pistol ke kepala Sari, bahkan saat ini dia panik melihat Sari yang terlihat ketakutan. Nathali ingat, Sari juga ketakutan seperti sekarang saat mendengar tembakan di kediaman Jayadiningrat saat kematian Bi Inah.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2