Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Keberangkatan


__ADS_3

Pagi itu Sari sudah bersiap untuk pergi ke bandara, begituan keluarga dan temannya sudah menunggunya di ruang tamu karena ingin mengantarnya hingga ke bandara.


Namun disitu tidak tampak barang hidung Arya sama sekali, mungkin Arya tidak sanggup melihatnya pergi. Itulah yang ada di pikirannya.


”Udah gak ada yang ketinggalan kan de? ayo berangkat sekarang takut ketinggalan pesawat.” ucap Ilyas.


Sari hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan papahnya itu.


Ia juga tidak lupa berpamitan lebih dulu pada bi Inah dan pegawai lain karena mereka tidak ikut ke bandara.


”Bi inah, aku berangkat dulu ya? bibi jaga kesehatan ya?” ucap Sari sambil memeluk bi Inah.


Bi inah terus menangis karena sedih akan berpisah cukup lama dengan majikannya yang sudah seperti anaknya sendiri karena ia pun ikut merawat Sari sejak bayi.


”Iya non, no juga jaga kesehatan ya? sering sering kabarin bibi ya?”


”Iya bi, semuanya aku pamit dulu ya? tolong jaga keluarga ini selama aku gak ada ya?” ucap Sari pada seluruh pegawainya.


Mereka semua pun menangis saat majikannya itu berpamitan.


Sari dan orangtuanya menaiki mobil papahnya yang dikendarai oleh Wisnu, sedangkan Teguh menyetir sendiri dengan membawa Tania dan juga Nabila yang menginap semalam dirumah Jayadiningrat.


Mereka berangkat menuju bandara.


...----------------...


Selama ini Leon memang masih saja tinggal dengan Arya, bahkan saat Arya pindah di tempat yang lebih bagus Leon tetap mengikutinya. Namun saat weekend Leon memilih pulang kerumah meskipun Arya sudah tidak mempermasalahkan kehadiran Leon.


Pagi itu Leon melihat kakaknya hanya duduk melamun dengan penampilan acak acakan, ia tahu kakaknya sedih karena sebentar lagi akan ditinggal oleh Sari. Namun yang membuat ia kesal adalah kakaknya ini bukannya bergegas pergi untuk berpamitan dengan Sari, eh dia malah sibuk melamun dan seperti tidak punya semangat hidup lagi.


Leon melemparkan bantal ke arah kakaknya agar kakaknya segera tersadar dari lamunannya. Namun reaksi Arya hanya menghela napas dan melanjutkan lamunannya kembali.


Karena kesal akhirnya Leon menghampiri Arya dan memukul kepalanya dengan keras.


Plaaakk

__ADS_1


”Lo bukannya siap siap ke bandara malah ngelamun begini kaya bosan hidup.” omel Leon.


”Gue gak mau ke bandara. Gimana kalau gue nangis terus malah membuat Sari berat untuk berangkat. Gue bakalan ngerasa bersalah karena menghalangi cita citanya.”


Leon kembali memukul kepala kakaknya karena kesal dengan kebodohannya itu.


”Lo bodoh ya? kalau lo gak pamitan nanti Sari sedih, gimana kalau dia mikir lo gak peduli lagi terus disana dia nyari pacar bule. Bisa nangis darah lo kalau sampe kajadian.” Leon sengaja memprovokasi kakaknya, ia tahu kakaknya sangat posesif jadi ia tidak mungkin membiarkan pacarnya di rebut orang lain.


Dan benar saja, Arya langsung berdiri dengan wajah penuh emosi.


”Apa? pacar bule? gak boleh, jangan sampai Sari terpikat oleh bule.” gumamnya.


Arya langsung bersiap mengganti pakaiannya dan langsung mengambil kunci mobil yang ada di meja. Ia naik ke mobilnya diikuti oleh Leon yang langsung duduk di bangku sebelahnya.


”Ngapain lo, turun.” omel Arya.


”Udah langsung jalan cepet, nanti keburu Sari pergi loh. Udah gak usah peduliin gue.”


Arya terpaksa membiarkan Leon ikut karena ia diburu oleh waktu dan tidak ada waktu untuk berdebat dengan adiknya itu.


”Woi, pelanin dikit. Gue gak mau mati muda ya.” omel Leon sambil memegang pegangan tangan yang berada di atas pintu mobil.


”Tadi lo bilang suruh cepet.”


”Ya cepet tapi gak gini juga, kalo kayak gini bukannya sampe bandara malah yang ada kita sampe ke rumah sakit. Pelanin dikit.”


”Bawel, makanya siapa suruh lo ikut. Udah diem lo.. ”


Arya sama sekali tidak menggubria protes yang dilayangkan Leon, ia tetap mengebut agar cepat sampai di bandara.


Benar saja waktu yang harusnya ditempuh dari rumah Arya ke Bandara yang memakan waktu 30menit, hanya dengan 15 menit mereka sudah berada di parkiran bandara.


Arya turun dari mobil dan langsung berlari mencari Sari. Ia melihat pesawat yang akan di naiki Sari berangkat 5 menit lagi. Leon juga hanya mengikuti Arya di belakangnya dengan berlari.


Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Arya melihat Sari yang hendak pergi menuju ruang keberangkatan. Ia berteriak memanggil Sari dengan suara yang sangat keras, sehingga Sari yang sudah hendak berangkat pun menoleh ke arahnya.

__ADS_1


”Sari” Arya berlari ke arah Sari dan langsung memeluknya.


Sari membalas pelukan Arya diringi dengan air mata.


”Aku pikir kamu gak akan datang.” ucap Sari.


”Maaf aku terlambat, awalnya aku memang tidak akan datang karena takut menangis dan membebanimu. Tapi, aku juga ingin berpamitan denganmu maka dari itu aku bergegas kemari, dan untunglah aku masih sempat berpamitan denganmu.”


”Makasih ya udah datang, aku titip keluargaku ya? kamu juga jaga kesehatan ya? aku akan selalu menghubungimu.”


”Tentu aja aku akan jaga semua milikmu, termasuk hatiku. Aku akan menunggu sampai kau kembali, kamu jaga diri baik baik disana ya? aku akan selalu merindukanmu.” ucap Arya sambil menghapus air mata Sari.


”Aku juga akan selalu merindukanmu, jadi kamu bersiaplah aku akan selalu menghubungimu kapanpun aku mau.”


”Tentu aja, aku akan bersiap.”


Arya mengeluarkan sebuah kalung liontin kemudian memakaikannya di leher Sari.


”Ini sebagai penggantiku untuk sementara, jangan pernah dilepas ya?” ucap Arya.


Sari hanya mengangguk sebagai jawaban lalu ia mencium bibir Arya setelah itu ia berbalik badan menuju pesawat.


Sebelum benar benar tak terlihat, Sari menyempatkan melambaikan tangan kepada semuanya.


Orangtua Sari hanya bisa menangis karena berpisah dengan anaknya, begitupula dengan sahabat Sari. Mereka hanya bisa saling berpelukan sambil melihat kepergian Sari.


Setelah Sari tidak terlihat lagi, tidak lama kemudian pesawatnya terbang. Mereka semua akhirnya pergi untuk pulang ke rumah, begitu pula dengan Arya yang berjalan tanpa semangat sambil memasang wajah suram.


Melihat kakaknya yang tampak sangat sedih, akhirnya Leon meminta kunci mobilnya. Ia yang akan menyetir kali ini mengingat kondisi kakaknya yang sudah seperti orang tidak punya semangat hidup.


Cuma ditinggal sementara aja sampe begini, padahal dia masih bisa telponan bahkan bisa menengok kesana sesekali. Tapi liat, semangat hidupnya langsung hilang seketika. Dasar bucin.


Leon hanya bisa berkata dalam hati karena melihat kakaknya yang sangat bucin itu, dia bertekat tidak akan sebucin itu pada wanita. Dia tidak ingin terlihat seperti orang gak waras sperti kakaknya saat ini.


Sementara di pesawat Sari hanya memegang liontin yang baru saja diberikan oleh Arya, ia membukanya dan tersenyum melihat fotonya dan Arya ada di dalam liontin itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2