Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Perekrutan


__ADS_3

Empat tahun telah berlalu, selama ini Nita hanya terus mendatangi rumah Arya dan selalu memberikan makanan yang ia buat.


Awal kedatangan Nita memang sedikit membuat Arya dan Leon terkejut namun mereka sudah menduga bahwa tidak akan sulit untuk menemukan rumah mereka.


Meski begitu Arya tetap menanyakan darimana Nita tahu dimana rumahnya, Arya menanyakan itu hanya ingin tahu alasan apa yang di buat oleh wanita licik seperti Nita ini.


[Aku tahu rumah kakak setelah bertanya pada warga sekitar sini, kemarin pas kakak nolong aku kan aku belom sempet ngucapin makasih]


[Darimana kau tahu aku warga sekitar sini, bagaimana kalau kemarin aku hanya lewat dan rumahku sebenarnya masih jauh dari tempat kejadian kemarin? ]


[Ya itu hanya kebetulan aku menebak rumah kakak sekitar sini, untunglah tebakanku benar]


Alasan yang tidak masuk akal itu terlihat lucu didengar oleh Leon, bagaimana bisa wanita selicik dia membuat alasan tidak masuk akal seperti itu? mereka pikir Nita tidak akan bisa mengancam kehidupan Sari, itulah sebabnya ia tidak memperhatikan Nita.


Namun berbeda dari Arya yang sudah tahu perbuatan Nita di kehidupan masa lalu Sari, ia bukan wanita licik biasa. Ia bahkan bisa membuat Sari dihukum mati. Tapi Arya memilih untuk membiarkannya saat ini sambil mencari celah dan menunggunya berbuat kejahatan yang memungkinkannya masuk penjara. Karena selama ini semua perbuatan Nita belum bisa dijadikan tindak kriminal yang bisa membuatnya membusuk di penjara.


Sementara disisi lain Sari telah menyelesaikan wisudanya, ia berhasil lulus sesuai dengan target yang ia rencanakan.


Sari memang sengaja tidak memberitahu keluarga ataupun sahabatnya, ia bahkan sengaja tidak memberitahu Arya. Ia berniat membuat kejutan, terlebih untuk Arya karena ia tahu selama ini Nita mencoba mendekati Arya dan hal itu membuat Sari sedikit waspada. Ia tidak mau kejadian seperti dulu terulang kembali. Ia sengaja pulang mendadak dan mengamati Arya beberapa hari sebelum mengabarkan kepulangannya. Itulah sebabnya ia sudah memesan hotel untuk tempat singgah sementaranya.


...----------------...


Pagi itu Sari sedang membereskan barangnya karena lusa ia akan kembali ke negaranya. Nathali melihat Sari yang memasukan bajunya ke dalam loker dengan wajah yang sedih. Ia sudah menganggap Sari seperti adiknya sendiri, selama ini ia belum pernah merasakan kasih sayang keluarga namun selama bekerja untuk Sari, ia selalu mendapatkan perhatian layaknya saudara.


Sari yang menyadari ekspresi Nathali yang terlihat begitu suram lantas mendekatinya.


”Aku gak nyangka, mantan prajurit bayaran bisa sedih juga.” ledek Sari.


Nathali lantas mencoba mengendalikan ekspresinya agar terlihat tegar.


”Kalau kamu mau, aku bisa membawamu juga. Aku akan mempekerjakanmu.”


”Saya tidak bisa.”


”Kenapa?”


”Saya terikat kontrak seumur hidup.”


”Kalau masalah kontrak tenang aja, aku yang akan bayar pinaltinya.”


”Tapi pinaltinya sangat besar jumlahnya, saya merasa tidak sepadan kalau mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk merekrut saya.”


”Tenang aja, biar aku keliatannya begini tapi uangku banyak.”


”Ya aku tahu, tapi jumlahnya sangat besar.”


”Aku tahu, kamu tenang aja. Aku punya segalanya.”

__ADS_1


”Tapi orangtua anda akan kaget jika anda menghabiskan uang sebanyak itu.”


”Orangtuaku tidak akan tahu, karena itu uangku. Aku menghasilkan uang sendiri, aku sama sekali tidak tertarik dengan kekayaan orangtuaku karena dari awal aku berniat kalau kakakku yang harus mendapatkannya.”


”Anda uang darimana?” Nathali memang tahu bahwa Sari tidak seperti anak seumurannya hanya saja ini cukup membuatnya kaget karena dipikirannya Sari mendapatkan kenyamanan dari kekayaan orangtuanya saja.


”Aku sudah punya perusahaan sendiri sejak sebelum aku kesini hanya saja saat ini aku belum terjun langsung dan hanya mengawasinya saja karena aku gak mau narik perhatian publik karena sudah menjadi pengusaha di usia sangat muda.”


”Saya tahu anda memang jenius, anda bisa menyelesaikan S2 dalam empat tahun hanya saja bagian anda punya usaha sendiri cukup membuat saya terkejut.”


”Udahlah itu hanya masalah sepele, jadi gimana kamu mau gak bekerja untukku.”


”Kenapa anda rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk merekrut saya?”


”Kamu pikir selama empat tahun ini aku cuma belajar? aku juga memperhatikan karektermu, kamu orang yang cocok ada disisiku. Sejujurnya aku tidak pernah mempercayai siapapun, tapi aku lumayan mempercayaimu. Jadi gimana?”


”Saya akan mempertaruhkan hidup saya untuk melayani anda.”


”Tidak perlu sampai mempertaruhkan nyawa segala, cukup lindungi aku dan jangan khianati aku. Mengerti?”


”Tentu.”


”Baiklah, gimana kalau sekarang kita menemui Celline? Biar kau jika bisa langsung urus paspormu.”


”Paspor saya aman, saya selalu memperbarui nya jadi Anda tidak perlu khawatir soal paspor”


Mereka berangkat menemui Celline di kantornya, tentu saja mereka sudah membuat janji agar tidak mengganggu jadwal Celline.


Setelah sampai di gedung perkantoran, mereka langsung menuju ruangan Celline karena memang Celline sudah menunggu mereka.


Setelah sampai di depan ruangan Celline mereka langsung masuk setelah Nathali mengetuk pintu tiga kali. Celline langsung mempersilahkan mereka duduk setelah melihat mereka masuk.


”Silahkan duduk.”


Setelah mereka bertiga duduk tidak lama kemudian OB datang membawa tiga gelas kopi.


”Jadi apa yang mau dibicarakan?”


”Saya langsung aja ya?”


”Tentu silahkan.”


”Saya mau membawa Nathali ke negara saya.”


”Jadi kamu mau memperpanjang kontrak? tentu saya tidak masalah dengan itu, tapi apa Nathali bersedia perpanjang kontrak denganmu?”


”Bukan perpanjang kontrak tapi pemutusan kontrak.”

__ADS_1


”Maksudnya?” Celline mulai mengernyitkan dahinya.


”Saya mau merekrut Nathali.”


”Itu tidak bisa karena Nathali masih teringkat kontrak dengan kami, jika anda mau mempekerjakan Nathali makan anda harus membuat kontrak kerjasama dengan kami.”


”Itulah sebabnya saya disini, saya mau membayar pinalti agar kontrak Nathali dengan perusahaan ini bisa selesai.”


Celline menertawakan Sari karena ia pikir Sari anak kecil yang tidak tahu tentang dunia.


”Kamu mungkin bicara begitu karena tidak tahu berapa jumlah yang harus dibayar ya?”


”Jadi berapa?”


”Apa anda sudah menyiapkan jantung anda? mungkin anda akan terkejut mendengar nominal yang saya sebutkan.” ujar Celline sambil tersenyum meremehkan.


”Iya sebutkan saja.”


”Uang pinaltinya sebesar sepuluh juta poundsterling.”


”Hanya segitu?”


”Kamu mungkin tidak tahu 10.000.000 Poundsterling sama dengan 170.605.800.000 Rupiah Indonesia. ”


Sari tertawa karena merasa lucu melihat Celline yang menganggap dirinya tidak tahu berapa itu sepuluh juta poundsterling.


”Saya tahu, saya akan bayar.” ucap Sari singkat.


”Anda serius? Anda punya uang sebanyak itu? saya memang tahu Anda anak pengusaha yang kaya, tapi apa orangtua Anda akan mengizinkan Anda menghamburkan uang segitu besar hanya untuk merekrut satu orang.”


”Saya akan bayar pakai uang saya sendiri, bahkan orangtua saya tidak akan tahu saya mengeluarkan banyak uang untuk merekrut satu orang. Karena saya akan memperkenalkan dia sebagai teman dan akan aku pekerjakan sebagai asisten pribadi jadi anda tenang saja.”


”Anda punya uang sebanyak itu tanpa orangtua anda tahu? apa anda mengelola bisnis ilegal.”


”Saya tidak perlu memberitahu asal penghasilan saya kan? tapi tenang saja ini uang yang saya dapatkan dengan legal jadi kalian tidak akan tersandung kasus hukum apapun.”


”Sungguh saya tidak menyangka anda semuda ini ternyata.. Aaah sebelumnya saya minta maaf dulu karena tadi sempat meremehkan anda.” ucap Nathali dengan sopan.


”Tidak masalah, aku menganggapmu lucu kok.”


”Baiklah tunggu sebentar saya akan buat surat perjanjian pembatalan kontrak dulu, setelah anda membacanya anda bisa transfer uang pinaltinya kemudian tanda tangani.”


”Baiklah akan aku tunggu.”


Selama menunggu Nathali hanya diam karena kagum dengan sosok Sari.


Dia memang sangat berwibawa dan keren.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2