Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Masalalu 1


__ADS_3

Flashback


Sejak kecil Teguh memang hobi bermain basket, saat masuk SMA bahkan dia sempat ikut pelatihan basket di oslo Norwegia selama tiga bulan.


Tepatnya ketika baru masuk SMA ada pertukaran pelajar antar negara melalu jalur prestasi. Saat itu Teguh memang sengaja mendaftar karena ingin merasakan pelatihan basket di luar negeri.


Beruntungnya dia terpilih menjadi salah satu siswa pertukaran pelajar, dan dia harus tinggal di oslo Norwegia.


Tentu saja tempat tinggal dan segala keperluan sudah ditanggung pihak penyelenggara. Hanya saja tempat tinggal mereka juga tergantung dengan para pertukaran pelajar dari negara lain, tempat tinggal itu semacam asrama.


Karena keluarga Teguh termasuk keluarga yang kaya, mereka tidak mau Teguh harus bersusah payah tinggal berdesak desakan dengan ratusan pelajar. Sehingga mereka sengaja menyewakan apartemen yang besar dan nyaman untuk ditinggali putranya dan pelajar perwakilan dari Indonesia, mereka juga menanggung semua biaya kebutuhan yang dibutuhkan pelajar asal Indonesia. Tentu mereka meminta izin pihak terkait dan pihak penyelenggarapun tidak merasa keberatan karena mereka jadi bisa menekan anggaran biaya untuk para pelajar Indonesia.


Awal bulan Juli 2012 akhirnya Teguh dan para pelajar Indonesia berangkat ke oslo Norwegia, mereka memang tidak tinggal di asrama namun apartemen yang mereka tinggali juga hanya terletak beberapa blok dari asrama sehingga tidak mengganggu aktivitas mereka.


Sehari hari aktivitas mereka diisi dengan belajar, sedangkan Teguh lebih banyak mengisi waktu latihan di lapangan. Dia memang sangat ingin menjadi pemain basket yang pro.


Pada 22 Juli 2012: Anders Behring Breivik, seorang ekstremis anti-Muslim, menanam bom di Oslo. Setelah itu, ia menyerang kamp pemuda yang berkaitan dengan Partai Buruh Norwegia di Pulau Utoya.


Akibat rangkaian serangan ini, 77 orang tewas. Menurut data pemerintah, kebanyakan korban masih berusia remaja.


Saat itu Teguh berasa di lokasi saat tidak sengaja lewat setelah dia pulang berlatih. Dia pun sangat terkejut saat bom itu meledak, beruntungnya dia ditolong seorang wanita muda bersenjata sehingga dia hanya terkena luka goresan kecil akibat serpihan benda yang melayang akibat ledakan bom.


Saat itu terjadi baku tembak antar ******* yang selamat dari bom dengan orang orang berseragam militer, tidak terkecuali wanita yang menyelamatkannya ini juga ikut baku tembak dengan para *******, setelah beberapa jam akhirnya para ******* berhasil ditaklukan dan mereka semua mati ditempat.


Sedangkan Teguh yang dari tadi berlindung di belakang wanita itu masih merasa gemetar, dia tidak menyangka harus berada di situasi mencekam seperti itu.


”Terimakasih.” ucap Teguh pada wanita itu, karena terburu buru mengucapkannya dia jadi lupa bahwa barusan dia berterimakasih dengan bahasanya sendiri. Dia jadi khawatir wanita itu tidak mengerti.


”Sama sama.”


Mendengar jawaban itu, Teguh merasa terkejut karena wanita itu mungkin berasal dari negara yang sama dengannya.


”Kau orang Indonesia?”


wanita itu hanya menggeleng lalu membuka cadar nya. Teguh terkesima dan tak menyangka wanita semuda ini sudah menjadi seorang prajurit.


”Berapa umurmu?” seketika Teguh bertanya.


”Enam belas tahun.”


”Apa? tapi bagaimana bisa kamu jadi pasukan militer, kamu bahkan belum memiliki kartu identitas.”

__ADS_1


”Aku tidak tergabung dalam militer, aku hanya prajurit bayaran.”


”Apa? kenapa?”


”Kau tidak perlu tahu. Lebih baik sekarang kau ikut aku, aku akan mengantarmu ke rumah sakit.”


Teguh dipapah oleh wanita muda itu ke rumah sakit. Sebenarnya Teguh hanya tergores ringan di lengan dan kakinya hanya saja dia begitu lemas karena melihat peristiwa berdarah seperti tadi.


Setelah Teguh diobati, dia sudah diperbolehkan pulang. Namun Teguh enggan memberitahu dimana dia tinggal, dia sengaja agar wanita itu membawanya ke tempat tinggalnya.


Teguh begitu penasaran dengan sosok wanita yang sudah menyelamatkan hidupnya itu.


Meski wanita itu memasang raut wajah datar, namun dia memang berhati lembut. Buktinya dia mau membawa Teguh ke tempat tinggalnya karena tidak tega meninggalkannya begitu saja.


Wanita itu memapah Teguh ke kamarnya lalu dia menyuruh Teguh untuk beristirahat. Sedangkan wanita itu akan tidur di sofa panjang yang ada di depan kamar karena rumahnya memang hanya ada satu kamar.


Keesokan paginya Teguh merasa lebih baik, dia sudah merasa bugar hanya tersisa luka luka yang sudah mulai megering.


Dia keluar dari kamar dan mendapati wanita itu sedang latihan bela diri di halaman rumahnya yang tidak terlalu luas itu.


Teguh memperhatikan wanita itu dari teras sambil tersenyum. Dia penasaran kehidupan seperti apa yang dijalani wanita muda sepertinya sehingga dia harus bekerja mempertaruhkan nyawa seperti itu.


Wanita itu menyadari Teguh ada di teras dan memperhatikannya, dengan segera dia menyelesaikan latihannya kemudian menghampiri Teguh.


”Aku mau tinggal disini. ” ucap Teguh.


”Tidak bisa, kau harus pulang.”


”Aku akan pulang kalau kau beritahu aku siapa namamu.”


”Aku tidak akan memberitahu.”


”Aku mohon, aku tidak berniat jahat kok. Kau lihat ka? bahkan aku gemetaran kemarin melihat peristiwa seperti itu, bagaimana mungkin aku penjahat kan?”


Mendengar hal itu wanita itu berfikir. memang Teguh sepertinya bukan orang yang berbahaya, lagipula selama ini instingnya tidak pernah salah jika menilai seseorang itu jahat atau tidak.


”Baiklah, namaku Nathali.”


”Aku Teguh.” jawab Teguh sambil tersenyum manis dan mengulurkan tangan kanannya untuk berjabatan tangan.


Nathali menjabat uluran tangan Teguh.

__ADS_1


”Kamu tinggal disini sendiri?”


”Iya.”


”Dimana orangtuamu?”


”Entahlah, sejak kecil aku sudah berada di camp pelatihan.”


”Camp Pelatihan apa?”


”Kau tidak perlu tahu.”


Teguh merasa pertanyaannya tidak boleh dilanjutkan lagi, sehingga dia mengalihkan pembicaraan lain.


”Apa kamu sekolah?”


”Tentu.”


”Pantas kamu bahkan bisa bahasaku.”


”Aku sudah ditugaskan ke beberapa negara jadi aku bisa beberapa bahasa negara.”


”Apa cita citamu?”


”Entahlah.”


Nathali berdiri dan masuk kedalam rumah meninggalkan Teguh yang masih di teras sambil menatap nanar halaman rumah yang di penuhi alat alat olahraga dan juga samsak.


Dia wanita yang sangat misterius. Aku kagum padanya. Aku harus mengeluarkan dia dari dunia berbahaya itu. Tapi bagaimana caranya?


”Aku harus membuka hatinya pelan pelan agar aku bisa mengeluarkannya dari kehidupan berbahaya ini. Bahkan dia hidup dengan tidak nyaman, setiap hari nyawanya terancam.” gumam Teguh.


Teguh masuk ke dalam namun saat hendak masuk dia ditodong pistol di kepalanya oleh seorang pria yang mengenakan topeng.


”Siapa kamu?” tanya Teguh.


”Dimana perempuan yang tinggal disini. Cepat beritahu.” ancam pria itu.


Ternyata dia mengerti bahasaku juga, apa mungkin dia teman Nathali? atau mungkin musuh yang berusaha membunuhnya?


Aku tidak boleh mengatakan apapun, tapi bagaimana kalau aku mati disini.

__ADS_1


Teguh diam dan berpikir sendiri bagaimana dia bisa melepaskan diri dari situasi ini.


...****************...


__ADS_2