
Setelah beberapa saat menangis akhirnya Sari mulai tenang.
Arya membuatkannya teh hangat agar Sari bisa lebih tenang lagi.
”Sekarang kamu udah merasa tenang?” tanya Arya
Sari menganggukan kepalanya.
”Minum tehnya, biar kamu lebih rileks.” perintah Arya sembari memberikan segelas teh.
”Makasih. Padahal aku bukan anak anak lagi tapi kenapa aku berpikiran sempit begini.” gumam Sari sambil memegang segelas teh.
Kenapa aku mementingkan perasaan dulu dibanding logikaku. Padahl faktanya belum pasti tapi malah langsung emosional begitu, walaupun tubuhku baru 17tahun tapi jiwaku kan udah berusia 25tahun. Kenapa aku tidak dewasa sama sekali. batinnya
Arya mengusap kepala Sari seraya duduk disampingnya.
”Disaat kita merasa terluka kecewa dan sedih, ga ada salahnya koq menangis. Itu jauh lebih baik daripada memendamnya, karena memendam perasaan itu sangat sakit rasanya.”
Arya memandang lurus dengan tatapan kosong sambil berbicara seolah itu untuk dirinya sendiri.
Namun dengan cepat ia tersadar.
”Aku gak pernah seemosional begini sebelumnya, apalagi menunjukan sosok lemah begini dihadapan orang lain. Itu bukan seperti aku.” jawab Sari.
”Kamu bukan lemah tapi kamu mengekspresikan apa yang kamu rasakan. Terkadang hal itu perlu agar tidak terlalu membebani hati. Lagipula kamu hanya perlu menunjukan sosokmu itu di depanku, aku gak akan berkomentar apapun. Aku juga gak menganggapmu lemah. Kapanpun kamu merasa lelah dan tersiksa, kamu boleh melakukan apapun di hadapanku. Kamu juga bisa menjadikan aku pelampiasan amarahmu atau apapun itu. Aku bersedia dengan senang hati.”
Arya memandang lembut mata Sari. Ucapannya terdengar sangat tulus membuat Sari seperti terbuai, namun ia masih tidak mempercayai siapapun hingga detik ini.
”Aku pulang aja ya, kamu tolong secepatnya mencari tahu apa hubungan mereka ya?” pamit Sari.
”Mau aku antar?”
”Gak usah, aku naik taxi online aja.”
Sari menaiki taxi online yang ia pesan, sepanjang jalan ia hanya menatap nanar jalanan ibukota.
Apa mama tahu sesuatu tentang Papa atau tante Sarah? perlukah aku bertanya langsung ke mamah? atau aku menunggu informasi dari Arya? batin Sari.
...----------------...
Hiiikksss hiiikkksss hiiiikkkks
Mama Rita hanya menangis sambil melihat foto foto yang berisi pertemuan suaminya dengan seorang wanita.
Sebenarnya ia ingin bertanya langsung kepada suaminya, namun ia takut mendengar jawaban yang tidak ingin ia dengar.
Maka dari itu ia hanya menahannya sendiri, ia juga menangis sendiri karena tidak ingin anak-anaknya merasa cemas.
Ditengah kesendiriannya di kamar, tiba tiba suara pintu terdengar.
toook toook toook
”Mah, mamah ada di dalam kan? aku masuk ya mah?” tanya Sari.
Mamah Rita buru buru menghaous air matanya membereskan foto foto itu dan menaruhnya di bawah bantal.
”Iya de, masuk aja. ”
Sari melangkah masuk ke dalam kamar dan menghampiri mamahnya yang sedang duduk di tepi ranjang.
”Mamah kenapa sarapannya gak di makan?” tanya Sari sambil menatap nampan berisi makanan dan teh jahe.
”Mamah belum laper de,”
__ADS_1
”Kita ke rumah sakit ya?”
”Mamah gapapa koq, mamah cuma lelah aja.”
” Mah, mama belum makan loh dari semalem, dan seminggu ini juga mamah ga pernah sarapan. Perut mamah ga boleh kosong mah, kita turun yuk makan. Atau mau Ade ambilin makanan lagi ya, biar ade suapin mamah.” ucap Sari panjang lebar.
”Ga usah sayang, mamah gapapa. Nanti mamah makan, janji deh.” jawab mamahnya sambil mengelus rambut Sari.
”Yaudh, aku temenin mamah disini ya?”
”Iya boleh.”
Sari tampak melihat foto yang mencuat di bawah bantal saat menyender di pelukan mamahnya.
Samar samar ia lihat, hingga akhirnya ia bisa melihat dengan jelas bahwa itu foto papahnya dan juga tante Sarah.
Ternyata benar mamah tahu soal ini, pantas saja mamah hanya mengurung diri di kamarnya. Pasti berat buat mamah menahan sendiri kesedihannya. Aku udah gabisa menunggu lagi. Nanti malam, aku harus tanya langsung ke papah tentang foto ini. Semoga mereka gak ada hubungan apa apa. Aku gabisa melihat keluargaku terpecah belah. batin Sari.
...----------------...
Sari keluar dari kamar mamahnya setelah melihat mamahnya yang sudah tertidur pulas, ia melihat jam menunjukan pukul 8 malam.
Sari turun menuju ruang tengah untuk menunggu papahnya pulang.
cekleek
Terdengar suara pintu, dan tidak lama terlihat sosok kak Teguh menghampirinya.
”Sepi amat de, pada kemana?” tanya Teguh sambil duduk di sofa.
”Mamah lagi tidur di kamar kalo papah belum pulang. Mandi dulu sana kak terus makan. Jangan malah tidur tiduran di sofa begini ih.” tegur Sari.
”Ya ampun, adeku ini ya udah kaya ibu ibu aja ngomelin anaknya.” bantah Teguh.
Sari menutup hidungnya padahal tidak tercium bau dari tubuh Teguh.
”Bau apanya si, orang gak bau juga. Cewe cewe malah rebutan pengin nyium keringat kaka, kamu malah tutup hidung ya.”
Teguh malah sengaja mendekati Sari dan memeperkan keringatnya ke hidung Sari.
”Kaka jorok banget si, udah sana bersih bersih.” Omel Sari sambil menghindari Teguh yang terus menyodorkan tangannya yang berkeringat.
”Ade brisik banget ya, ntar mamah bangun loh.”
”Makanya kaka sana mandi ih, kalo gamau mandi aku sebarin foto kaka yang lagi tidur ngiler nih biar cewe cewe pada ilfeel.”
”Ya ampun, adeku galak banget si. Iya iya kaka mau mandi nih.”
Teguh menyerah menjahili adiknya dan akhirnya pergi menuju kamarnya.
Sebenarnya Sari ingin menceritakan masalah yang terjadi antara orangtuanya itu ke Teguh, tapi ia tidak mau menambah beban pikiran kakanya itu yang sedang setres karena pelajaran sekolah.
”Papah mana si, koq belum pulang juga.” gumam Sari sambil menonton TV.
Tak lama kemudian terdengar suara mobil, itu menandakan papahnya sudah pulang.
ceklek
Pintu rumah terbuka dan Sari sudah menyambut papahnya di ruang tamu.
”Pah, papah capek ya? mau ade bikinin teh atau kopi?” tanya Sari.
”Aduh ada apa nih anak papah yang cantik tiba tiba menyambut papah begini pake nawarin minum lagi, pasti lagi ada maunya ya?” ledek papahnya.
__ADS_1
”Bukan gitu pah, ade cuma mau ngomongin hal penting sama papah. Gimana kalo kita ngobroonya di ruang kerja papah.”
”Aduh ada apa si, papah jadi deg degan deh.”
”Pah, aku serius! ”
”Jadi ini beneran serius? ”
Sari mengangguk dengan yakin.
Melihat itu papahnya sadar bahwa ini memang hal serius.
”Yaudh papah tunggu di ruang kerja ya, ”
”Iya pah, ade buatin kopi dulu ya buat papah.”
”Iya.”
Papahnya naik ke lantai dua dan langsung pergi menuju ruang kerja yang bersebelahan dengan kamarnya.
cekleek
Sari membuka pintu sambil membawa secangkir teh sedangkan papahnya sedang duduk di sofa sambil menunggu putrinya.
”Pah ini kopinya minum dulu.”
”Iya makasih ya sayang.” jawab papah.
Sari duduk di samping papahnya yang sedang meminum kopi dan langsung menunjukan sebuah foto yang didalamnya ada foto Papahnya dan Tante Sarah.
”Pah tolong jelasin foto apa ini.” ucap Sari dengan memasang wajah serius.
Papahnya tampak kaget melihat foto itu hingga ia tersedak.
”Ade darimana dapat foto itu?”
”Darimana gak penting, ade cuma minta penjelasan papah. Apa wanita ini selingkuhan papah?”
Jeeedeeerrr
Bagai disambar petir di siang bolong papahnya mendengar pertanyaan semacam itu dari putrinya sendiri.
”Sebelum papah jawab, papah mau tanya apakah mamah tau soal foto ini?”
”Iya tau.” jawab Sari singkat.
haaahhhh
Papahnya hanya menghela napas
”Pantes aja seminggu ini mamah tampak aneh dan pendiam.”
”Itu papah tau, kalo gitu kenapa papah gak jelasin apapun ke mamah, papah gatau mamah selalu nangis sendirian di kamar. Kenapa papah tega mengkhianati mamah dan menghancurkan kebahagiaan keluarga ini.” tanya Sari sambil menangis.
”Ade, tenang dulu. Papah akan jelasin semua, udah ya jangan nangis.”
Papahnya menjawab dengan wajah sendu sambil memeluk putrinya yang menangis.
”Apa yang ade dan mamah pikirkan itu gak benar.”
Sari melepaskan pelukan papahnya dan berhenti menangis tanda ia fokus mendengar penjelasan yang akan papahnya berikan.
”Jadi.... ”
__ADS_1
...****************...