Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Mencoba mengingat


__ADS_3

””Apa anda bersedia menjadi kuasa hukum CH group?”


Semua orang yang berada di meja makan serentak tersedak dan bersamaan dengan itu Sari tampak anggun dan berwibawa, ekspresinya terlihat berbeda saat sedang mengatakan hal yang serius.


”Sayang, jadi ini alasan kamu ingin ikut kesini?” bisik Arya.


Sari hanya mengedipkan matanya sekali dan berbisik ”Nanti aku jelasin semuanya.”


Meski Arya merasa terkejut dengan keputusan Sari, namun dia hanya bisa mendukungnya saja.


”Bagaimana pak Daniel?” tanya Sari dengan nada berwibawa.


Leon hanya bengong melihat kejadian itu sedangkan Heni tampak memasang wajah kesal, dia berharap suaminya tidak menerima tawaran itu agar hubungannya dengan Arya tidak semakin dekat.


Sedangkan ekspresi wajah Daniel sungguh tidak bisa ditebak entah dia terkejut karena menerima tawaran menarik atau terkejut karena menganggap tawaran itu tidak masuk akal.


Sejujurnya Daniel sudah menjadi salah satu pengacara ternama jadi tawaran seperti ini tidak terlalu menguntungkannya.


Dia sudah memiliki kekayaan dan juga reputasi yang baik sebagai pengacara sehingga selama tiga tahun belakangan ini dia hanya bermain di zona aman dan tidak terikat kontrak dengan pihak manapun.


Namun di satu sisi juga dia merasa adrenalin nya terpacu, dia merasa sepertinya akan menarik juga keluar dari zona nyaman.


”Sepertinya hal seperti ini kurang pantas di bicarakan saat makan malam keluarga, bagaimana jika kita atur waktu lagi untuk membicarakan hal ini? Besok bagaimana? saya juga ingin mendengar tawaran lengkap anda dan saya akan memikirkannya setelah mendengarnya.” seru Daniel sambil memasang ekspresi yang sulit ditebak.


”Pi, ada baiknya jangan diterima. Bagaimana kalau publik berpikir kamu mendompleng nama calon menantu kamu. Lalu bagaimana kalau dia hanya berniat mengambil keuntungan dari reputasi papi.” ucap Heni tanpa basa basi di depan semuanya sedangkan Leon langsung melirik ke arah maminya sambil melotot agar maminya menutup mulutnya.


”Anda jangan sembarangan bicara ya? untuk apa Sari mencari keuntungan dari reputasi suami anda, mungkin anda perlu diingatkan kembali siapa wanita yang anda tuduh seperti itu.” Arya tampak tidak terima kekasihnya dituduh oleh wanita licik sepertinya.


Heni hendak menjawab perkataan Arya namun Daniel langsung meletakkan telapak tangannya tepat ke hadapan Heni.


”Cukup, jangan diteruskan lagi.”


Seketika Heni menghentikan aksi protesnya itu sedangkan Arya ditenangkan oleh Sari dengan cara digenggam tangannya.


”Maaf atas ketidaksopanan istri saya.” ucap Daniel kepada Sari.

__ADS_1


”Tidak masalah pak, baiklah besok saya akan menemui anda secara langsung di kantor anda.” jawab Sari.


”Ya tentu.”


Daniel tidak menyangka Sari orang yang begitu tenang dalam menghadapi situasi, sikapnya sangat mencerminkan seorang pemimpin. Dia lebih tidak menyangka lagi bahwa Sari akan mendatanginya secara langsung ke kantornya padahal jika oranglain berada di posisinya pasti mereka akan merasa jumawa dan menyuruh orang lain yang tunduk di hadapannya, tetapi Sari berbeda dia bahkan sopan terhadap orang yang lebih tua terlepas dari kedudukannya di masyarakat.


Setelah pembicaraan itu berakhir, Arya dan Sari pamit untuk pulang sedangkan Leon pamit untuk kembali ke lokasi syuting.


Ketika di mobil, Arya menanyakan mengenai kejadian yang terjadi di makan malam tadi.


”Kenapa kamu memilih dia sebagai kuasa hukum yang baru?” tanya Arya sambil menyetir.


”Kamu bukan memilihnya karena ingin membuat hubunganku dan dia semakin membaik kan? jika kamu memilihnya karena alasan itu sebaiknya kamu ubah keputusanmu, meski dia ayahku tapi aku tidak bisa menjamin apakah dia bisa dipercaya atau tidak. Aku tidak ingin kamu mempertaruhkan CH group hanya untuk masalah pribadiku.” tambah Arya.


”Aku memilihnya karena beliau pengacara yang hebat, aku memilihnya demi CH group.”


”Benarkah?”


Sari mengangguk dengan wajah serius sambil menatap Arya yang sedang menyetir, Arya yang sekilas melihat kejujuran di mata Sari menjadi tenang.


...----------------...


Ketika sedang sibuk bekerja, dia dikagetkan oleh suara dering handponenya. Dengan segera dia melihat layar ponselnya namun dia tidak mengenal nomor yang menghubunginya sehingga dia membiarkan saja.


Tidak lama kemudian handponenya kembali berdering dan itu dari nomor yang sama, dia sungguh tidak mengerti siapa yang terus mengganggunya itu, akhirnya dengan terpaksa dia mengangkat teleponnya.


”Halo.”


[Bagaimana hadiah kecilku?]


Sari terdiam mendengar suara di ujung telepon itu, dia sudah mengenal suara pria yang mengganggunya saat ini.


”Itu cukup menyenangkan pak Zayn.”


[Sudah kuduga, Sari Jayadiningrat pasti akan menerima hadiah kecil seperti itu dengan senang hati.]

__ADS_1


”Terimakasih sebelumnya, tapi saat ini saya sangat sibuk karena seharian harus menikmati hadiah kecil dari anda.”


[Hahahahaha, kau sungguh sangat menarik. Sudah lama darahku tidak mengalir secepat ini, nantikanlah pertemuan langsung kita dalam waktu dekat.]


Setelah mengucapkan hal itu Zayn langsung menutup teleponnya, sedangkan Sari sedang berusaha mengingat masa depan yang akan terjadi mengenai Zayn.


Masa depan yang diingat Sari tidak banyak mengenai Zayn karena meski Zayn orang berpengaruh namun media sangat menutup rapat mengenai kehidupan Zayn.


Sari pernah membaca di koran sebelum kematiannya datang bahwa ketua yayasan Zayn Anatama memiliki perusahaan kimia bernama ZA chemical dan setelah pembangunan kembali yang dia rencanakan berhasil maka dia dinobatkan sebagai pahlawan kota karena telah banyak memajukan kota.


”Aku harus menyelidiki mengenai perusahaan kimianya dan juga tujuannya merencanakan pembangunan kembali.” gumam Sari.


Walau tidak banyak masa depan yang dia ketahui namun Sari akan berusaha keras menghancurkan setiap musuhnya, bagaimanapun juga prioritas pertama Sari adalah menghancurkan Nita. Sehingga dia akan membereskan apapun yang mencoba menghalangi rencananya itu.


”Ngomong ngomong, apa yang akan di lakukan Nita sekarang ya? dia tidak mungkin bisa mendekati keluargaku lagi jadi mungkin dia butuh kekuatan baru untuk melawanku. Aku harus mencari tahu siapa yang sering dia temui belakangan ini agar aku bisa menggagalkan segala rencana buruknya itu.”


Ketika Sari begitu lelah berpikir tiba tiba Bi Inah datang membawakan segelas susu coklat hangat untuknya.


”Permisi non, bibi bawakan susu coklat hangat buat non biar non bisa tidur dengan nyenyak.”


”Makasih ya bi, tolong letakkan diatas meja bi. Nanti aku minum.” ucap Sari sambil kembali menekan nekan keyboard laptop yang ada di hadapannya.


Bi Inah hendak meletakkan segelas susu coklat hangat itu di atas meja sambil sesekali melirik kertas yang berserakan di meja.


Ketika meletakkannya tiba tiba saja susu coklat itu tumpah mengenai kertas kertas yang berisi pekerjaan yang sedang Sari lakukan.


Sari begitu terkejut karena semua kertas itu basah dan tulisannya mulai memudar.


”Ya ampun non, maafkan bibi. Bibi tidak sengaja menumpahkannya.”


Sari ingin marah namun untunglah dengan segera dia bisa menguasai emosinya.


”Sudahlah bi, bibi keluar saja.”


”Bibi akan bersihkan ini dulu.” ucap Bi Inah sambil sedikit mengamgkat sedikit bibirnya dan membersihkan kertas kertas yang telah rusak oleh susu yang dia bawa.

__ADS_1


Sari menyuruh Bi Inah keluar sambil membuang semua kertas itu, syukurlah Sari masih punya salinannya di laptop. Hanya saja karena hal itu dia jadi harus mengerjakan ulang semuanya dan itu akan memakan waktu lagi.


...****************...


__ADS_2