Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Nasib Nita


__ADS_3

Sarah dan Heru di jebloskan ke dalam sel penjara yang berbeda, Sarah yang baru saja masuk ke dalam sel langsung di sambut oleh para Napi senior yang sudah lebih dulu mendiami ruang sel tersebut.


”Woy, siapa nama lo?” seorang Napi yang berusia paruh baya berkulit sawo matang yang memiliki tubuh besar dan bertatto tampak menanyakan namanya.


Napi itu bisa dibilang bos di ruangan sel itu, semua penghuni sel itu tunduk padanya dan memanggilnya Bos.


Namun bukannya di jawab, pertanyaan itu justru diabaikan bahkan Sarah tampak melihat para napi dengan ekspresi jijik sambil menutup hidungnya.


Sial, apa aku harus satu sel sama orang orang rendahan seperti mereka, penampilan mereka sangat tidak terawat bahkan mereka juga bau.


Melihat ekspresi dan gestur tubuh Sarah yang tampak merendahkannya, membuat Napi yang disebut bos itu marah, ia langsung mencekik leher Sarah hingga Sarah kesulitan bernapas.


”Lo itu baru disini, lo gatau kita semua siapa? disini itu berisi pembunuh, pencuri, pengedar narkoba bahkan penjual manusia baik itu hidup ataupun organ organnya. Sekarang lo paham siapa kita semua?” ucap Napi itu dengan nada yang di tekankan.


Sarah tidak menjawab karena dia kesulitan untuk berbicara, akhirnya dia hanya bisa mengangguk.


Napi itu melonggarkan sedikit tangannya dan membiarkan Sarah sedikit bernapas, Sarah hanya bisa batuk karena untuk sesaat ia merasa seperti akan mati karena kehabisan napas. ”Uhuk uhuk”.


”Makanya jangan merendahkan gue, gue bos disini. Kalau lo gak nurutin kata gue maka lo bakal habis.” ancam Napi itu lalu melemparkan tubuh Sarah ke lantai.

__ADS_1


Sarah yang terjatuh menjadi sangat kesal, napasnya masih terengah engah karena masih sedikit kesulitan bernapas.


”Sialan , kalian gak tau siapa gue? kalau gue bebas, akan gue bereskan kalian semua. Dasar sampah busuk.” Ucapan Sarah itu justru malah memprovokasi bos Napi itu.


Bos itu menjetikkan tangannya, itu adalah perintah agar membereskan pengganggu seperti Sarah ini. Tanpa berkata apapun, anak buahnya langsung mengerti dan beramai ramai memukuli Sarah hingga babak belur. Sarah sampai lemas dan tak berdaya, tubuh dan wajahnya penuh lebam bahkan bibirnya juga robek dan berdarah. Ia terkulai di lantai dan nyaris tak sadarkan diri.


Byuuurr


Salah satu anak buah bos itu menyiramkan sebotol air mineral ke wajah Sarah agar ia tetap sadar. Lalu bos Napi itu mendekati Sarah dan mencengkeram dagu Sarah dengan sangat kuat.


”Makanya, gue bilang kan jangan banyak gaya. Lo masih gak paham juga, disini gue bosnya. Lo harus nurutin perintah gue. Sekarang paham.” ucap bos Napi itu sambil sedikit mengangkat sebelah bibirnya dan kemudian dijawab dengan anggukan oleh Sarah.


Mulai hari itu Sarah dijadikan budak oleh mereka, ia harus mengerjakan semua pekerjaan yang di perintahkan dan juga ia harus selalu memijat para Napi secara bergantian.


...----------------...


Sebulan sudah Sarah di penjara, ia juga sudah di vonis pengadilan. Dia di vonis dengan pasal 338 jo 53 ayat (2) yang berbunyi Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Dan juga di vonis dengan pasal 263 KUHP tentang pelaku pemalsuan dokumen atau surat diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun.


Mengacu pada pasal itu, Sarah di vonis hukuman penjara selama 20 tahun sedangkan Heru yang merupakan kaki tangannya di ancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

__ADS_1


Keluarga Jayadiningrat merasa hukuman itu sudah cukup untuk mereka, sehingga mereka menerima keputusan hakim dan tidak melakukan upaya hukum tambahan.


Namun yang jadi permasalah saat ini adalah bagaimana nasib Nita. Orangtua Sari berniat mengadopsinya dan tinggal bersama mereka, namun Sari dengan tegas menolak.


”Ade, Nita kan bisa jadi adek kamu, lagipula kasih sayang kami tidak akan terbagi walaupun ada adik baru.” Rayu Rita pada putrinya itu.


”Kalau membiayai hidupnya sampai ia bisa mandiri aku masih bisa terima, tapi kalau dia jadi bagian dari keluarga ini maka aku tidak setuju. Kalau mamah dan papah mau mengangkat dia anak, maka aku yang akan keluar dari keluarga ini.” Sari sebenarnya tidak tega mengatakan hal sekejam itu pada mamahnya, tapi ia harus tegas dari sekarang demi melindungi semuanya. Dia yakin Nita pasti akan menjadi bibit kehancuran keluarganya apalagi setelah apa yang menimpa mamanya, dulu saja Sari yang begitu baik bisa ia khianati dengan mudahnya apalagi saat ini mamanya dipenjara gara gara keluarga kami.


Mamanya sangat kaget mendengar ucapan Sari yang begitu tegas namun terasa begitu kejam baginya yang seorang ibu.


”Sayang, kenapa kamu keras kepala sekali. Apa kamu gak kasian sama Nita.”


”Dia masih bisa dititipin ke panti asuhan yang waktu itu kita datangi itu, disitu aku liat juga fasilitasnya lengkap lalu kebutuhan dia hingga dewasa semuanya bisa kita yang menanggung. Tapi kalau mamah dan papah tetap bersikeras mau menjadikan Nita sebagai anak, maka aku akan mundur jadi anak kalian. Aku gak akan mengubah keputusanku jadi lebih baik mamah diskusikan dulu nanti dengan papah. Aku mau pergi.” Sari memasang ekspresi datar dan pergi begitu saja tanpa mencium pipi Rita dahulu seperti biasanya.


Anak itu sepertinya tidak bisa di bujuk, kalau aku tidak mengalah sepertinya ia akan benar benar pergi dari sini. Terlebih pemikirannya itu sekarang sudah tidak seperti anak seumurannya, entah sejak kapan dia sudah tidak manja lagi namun keras kepalanya masih saja sama. Tapi lebih baik memang Nita di titipkan ke panti saja, daripada Sari nekat, entah sejak kapan jika ada masalah di keluarga ini selalu dia yang lebih dulu tahu dan mengatasinya. Apalagi saat ia bersikeras melarang kami ke Australia, anak itu sampe nekat dan masuk rumah sakit demi mencegah kami pergi. Tapi ternyata dia bukan sepenuhnya keras kepala, ia seperti tahu yang akan terjadi nanti. Ah, entahlah.


Setelah berfikir putrinya mulai berubah, Rita memutuskan untuk mempersiapkan makanan karena tidak lama lagi adalah jam pulang suaminya.


Sedangkan dari kejauhan Nita tampak menguping pembicaraan Sari dan mamahnya dari balik pintu. Nita menjadi kesal karena Sari berniat membuangnya.

__ADS_1


Kak Sari benar benar keterlaluan, padahal keluarganya yang sudah membuat papaku meninggal dan mamaku di penjara tapi apa katanya? dia mau membuangku ke panti asuhan? aku gak mau tinggal di panti asuhan, aku harus menjadi anak bungsu keluarga ini bagaimanapun caranya.


...****************...


__ADS_2