
Malam ini adalah kesempatan terakhirku, aku harus berhasil mencegah perjalanan orangtuaku.
Itulah yang Sari pikirkan saat tiba tiba HP nya berbunyi, ia melihat layar dan melihat ternyata Arya yang menelepon.
”Halo”
”Iya Halo, saya udah dapat informasi yang kamu minta, apa mau saya kirim lewat email atau mau ke kantorku.” ucap pria yang ada diujung telpon.
”Kebetulan saya mau keluar, jadi biar saya ke kantor anda.”
”Ya baiklah.”
Selesai menelpon, ia langsung siap siap untuk pergi.
”Mah, ade pergi dulu sebentar ya mah.Ada janji ama temen temen.” pamit Sari
”Yaudh tapi jangan kemaleman ya pulangnya.”
”Siap bos, ngomong ngomong kaka kemana?”
”Ah, katanya ada janji juga sama temen temennya.” jawab mamahnya sambil duduk di sofa menonton TV.
”oh gitu, yaudh ade pamit ya, taxi onlinenya udah didepan.” ucap Sari sambil mencium pipi mamahnya.
”Lho, gak pergi sama mang Heru aja?”
”Gak mah, udah terlanjur pesen taxi onilne.”
...----------------...
”Ini informasi yang kamu mau, semua ada di amplop ini.”
”Ini lengkap semua kan informasinya?”
”Iya, nanti kalo ada yang kurang, kamu tinggal bilang aja pasti aku cari tau lagi.”
”Iya oke, ini uang yang saya janjiin” ucap Sari sambil memberikan amplop berisi uang.
”Gak usah lah, DP kemarin juga udah lebih dari cukup, oia kamu sebaiknya waspada deh sama supirmu itu. Dia kayaknya bukan orang baik baik, dia dulu pernah di penjara karena membunuh tetangganya.”
”Jadi dia mantan Napi?”
”Iya, oh hampir lupa ngomong ngomong kenapa kamu bicaranya formal banget si, kemarin nyuruh aku bicara santai aja.”
”Iya kalo saya bicara santai ke anda ya ga sopan lah. Anda kan 8 tahun lebih tua daripada saya.”
Jawaban Sari sontak membuat Arya sedikit kesal.
”Yaelah, bawa bawa umur si. Lagipula aku juga ga setua itu kali. Tolonglah bicara santai aja, aku gak nyaman kalo cuma aku yang santai.”
__ADS_1
”Hmmm baiklah, kalo gitu aku pergi dulu.”
”Sebentar, ini udah cukup malem apa mau aku antar?” tanya Arya.
”Gak usah, lagian saya juga mau mampir dulu ke suatu tempat. Saya pamit ya?”
”Saya lagi, katanya mau bicara santai.”
”Iya lupa, udahlah kamu menyita waktuku aja.”
Sari menjawab dengan ketus dan kemudian melangkah pergi dari tempat itu, sejujurnya Arya khawatir mengingat Sari bukan anak orang biasa dan juga entah terlibat apa dengan seorang Napi.
Akhirnya Arya memutuskan untuk membuntuti Sari dengan menaiki motornya,dia hanya ingin memastikan bahwa kliennya pulang dengan selamat.
”Lho, koq dia turun di restoran. Apa dia mau ketemu seseorang? Apa aku ikut masuk ke dalam aja ya? tapi ini kan melanggar privasi klien, tapi dengan membuntuti aja udah dibilang melanggar privasi klien. Tapi aku kan cuma mau mastiin keselamatan klien. Jadi gak masalah donk?”
Arya tampak bermonolog sendiri diatas motornya, sejujurnya ia juga bingung kenapa ia mencemaskan orang lain yang baru ia kenal.
Akhirnya ia memutuskan untuk masuk ke dalam restoran dan dari kejauhan mengamati Sari.
”Lho dia sendirian, apa aku tunggu beberapa menit ya kali nanti ada seseorang yang datang.” gumamnya sambil menutupi wajahnya dengan buku menu.
”Mba,”
Sari terlihat memanggil pelayan restoran sembari mengangkat tangan kanannya, segera setelah itu seorang pelayan datang ke meja Sari.
”Mau pesen apa mba, atau mau lihat buku menu dulu, silahkan.” ucap pelayan itu dengan sopan.
”Baik, tunggu sebentar ya mba.”
Sari hanya mengangguk lalu melihat HPnya dan membaca beberapa pesan whatsapp di HPnya.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan Sari.
”Silahkan di nikmati mba, kalo butuh apa apa silahkan panggil saya lagi.”
”Makasih.”
Disisi lain Arya yang sedari tadi memperhatikan mulai lelah, dia hanya heran ternyata Sari tidak menemui siapapun dan hanya makan.
”Ah, aku udah lelah ah, apa aku pulang aja ya? sepertinya dia akan baik baik aja, lagipula kalo lebih lama disini bisa bisa aku disuruh beli. Bisa bangkrut aku makan ditempat begini.” gumamnya.
Baru saja Arya beranjak berdiri, tiba tiba ia terkejut melihat Sari yang tiba tiba terjatuh. Ia langsung bergegas menghampirinya.
Tubuh Sari tampak kemerahan, ia pun terlihat kesulitan bernapas.
”Tolong cepat panggil ambulans.” teriak Arya sambil memangku kepala Sari.
Arya sangat panik hingga tidak berhenti berhentinya berteriak bertanya kapan ambulannya datang.
__ADS_1
Sementara Sari terlihat sudah sangat pucat karena kesulitan bernapas, dengan terpaksa Arya memberikan nafas buatan sambil menunggu ambulans datang.
nguuuuiiunngg nggguuuiiinnngg
Terdengar suara ambulans datang dan dengan cekatan Arya menggendong Sari yang tampak tidak sadaarkan diri ke dalam ambulans agar bisa secepatnya di bawa ke Rumah Sakit.
...----------------...
Sedikit demi sedikit Sari mulai membuka matanya dan sadarkan diri.
Saat terbangun tiba tiba ia ketakutan dan menangis karena tidak melihat siapapun di ruangan itu.
” Hiiiksss hiiiikssss.”
Sari menangis dan memukul mukul ranjang tempat ia berbaring.
Kenapa aku pingsan? harusnya aku gak sampai pingsan agar aku sempat memberi kabar orangtuaku kalau aku sakit, sehingga mereka tmenunda perjalanan mereka. Tapi gara gara aku pingsan, pasti orangtuaku sudah berangkat. Apa gunanya kembali ke masa lalu kalo aku sama sekali gabisa menyelamatkan orangtuaku. Aku benar benar bodoh
Pikaran Sari benar benar kalut, ia terus menangis sambil memukul mukul ranjang.
cekleekk
Terdengar suara pintu kamar VIP yang Sari tempati, ia mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang berjalan masuk. Ternyata kakaknya yang masuk dengan wajah sedih.
Saat itu yang di pikirkan Sari adalah kakaknya pasti ingin memberikan kabar buruk tentang orangtua mereka.
Sari sungguh tidak sanggup mendengarnya lagi untuk kedua kalinya, sehingga ia terus menangis tanpa berkata apapun.
Teguh yang melihat adiknya menangis, langsung menghampirinya dan memeluknya.
”Pasti sakit banget ya de,” tanya Teguh dengan suara sendu.
Sari hanya mengangguk sambil menangis di pelukan kakaknya, ia tidak tau bagaimana harus mengalami ini lagi untuk yang kedua kalinya.
”Bagian mana de yang sakit, biar kakak panggilkan dokter ya?”
Sari menggelengkan kepalanya, daripada sakit di tubuhnya ia lebih merasa sakit di dadanya tepatnya hatinya yang sakit sehingga membuat dadanya sesak.
Teguh melepaskan pelukan adiknya lalu mengambil segelas air putih yang sudah ada di meja pasien.
”Minum dulu ya de, jangan nangis sesegukan terus nanti kamu sesak napas lagi.” suara Teguh tampak gemetaran.
Setelah minum air putih itu, Sari mencoba mengatakan sesuatu pada kakaknya. Walau terbata bata karena ia terus menangis semenjak sadar tadi, tapi akhirnya ia bisa melontarkan sebuah pertanyaan pada kakaknya.
”Kkaaaa”
”Iya de, kamu butuh apa?”
”Dii.. maa.. na.. maamah daa.. n paa..paah”
__ADS_1
...****************...