Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Kesempatan Terakhir


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir Sari berada di Inggris, dia sudah menyelesaikan segala urusan yang ada di Inggris dan hari itu ia berniat untuk bersantai dirumah.


Namun saat sedang bersantai ternyata handponenya berdering.


Siapa sih


Dengan enggan ia mengulurkan tangannya agar bisa menggapai Handphone yang ia letakkan di meja yang ada disampingnya.


”Hallo mah ada apa?”


[De bulan depan kan kamu pulang, mamah nitip beliin tas ya de]


Sari memang dijadwalkan pulang bulan depan, Sari sengaja tidak memberitahukan kedatangannya besok kepada siapapun dan akan tinggal sementara di hotel sambil mengawasi orang di sekitarnya. Ia perlu waspada dan tahu siapa kawan dan lawan, dia tidak mau kejadian masalalu terjadi lagi.


”Tas apa?”


[Nanti mamah kirim fotonya, mamah udah ngincer tas itu banget tapi mamah baru bisa beli sekarang.]


”Mamah gak minta uang ke papah?”


[Engga, mamah gamau nyusahin papah.]


”Papah gak mungkin merasa di susahin lah.”


[Iya tapi mamah gak enak dengan gampang minta ini itu]


”Yaudah terserah mamah aja, mamah kirimin aja fotonya nanti ade langsung ke tempatnya.”


Setelah menutup telponnya Sari langsung mendapatkan foto tas yang mamahnya ingin beli, lengkap dengan bukti transfer uang ke rekeningnya.


Mamah ini ada ada aja, punya suami kaya bukanya di manfaatin.


Setelah menerima pesan dari mamahnya, ia langsung menelpon Nathali agar menemaninya lalu kemudian ia bersiap siap mengganti pakaiannya.


Tidak lama kemudian Nathali datang dan sudah disambut Sari yang berpakaian rapih.


”Kita mau kemana?” tanya Nathali.


”Belanja.”


”Bukankah kemarin anda sudah belanja banyak untuk oleh oleh.”


”Iya, tapi mamahku minta dibeliin tas yang dia incer dari lama katanya.”


”Bukankah anda bilang kepulangan anda besok tidak ada yang tahu?”

__ADS_1


”Iya, mamahku tahunya aku pulang bulan depan jadi dia hanya nitip dibeliin tapi dia tidak tahu bahwa besok kita pulang.”


”Baiklah mari.”


Mereka naik mobil dan akan menuju tempat belanja terbesar di kota itu, tanpa sadar ternyata orang suruhan Doni sudah memata matainya sejak semalam. Melihat Sari pergi dengan mobilnya, ia langsung melapor kepada bosnya itu dan Doni meminta orang itu agar terus mengikuti Sari, dan memberitahukan lokasi pastinya padanya.


Ternyata Doni sudah merencanakan sesuatu karena selama empat tahun ini ia sulit untuk mendekati Sari karena temannya selalu menempel padanya sehingga di kesempatan terakhir ini ia akan melakukan sesuatu yang cukup ekstrem agar bisa mendekati Sari dan memulai rencana yang sudah ia dan Nita buat.


Ini kesempatan terakhirku, kalau kesempatan ini aku gagal, aku akan lebih sulit lagi mendekatinya jika sudah di Indonesia.


Doni bergegas mengendarai mobilnya menuju lokasi dimana orang suruhannya berada.


Orang suruhan Doni sudah stand by menunggu perintah bosnya untuk pura pura menyerang merekalalu Doni akan berpura pura menjadi penyelamat mereka.


Saat mobil yang ditumpangi Sari dan Nathali melewati jalan yang cukup sepi, orang orang suruhan Doni yang mengendarai mobil juga langsung memotong jalan mobil Sari dengan menghentikan mobil mereka tepat di depan mobil Sari.


Nathali langsung mengerem mobil itu dengan mendadak, untunglah mereka menggunakan savebelt sehingga terhindar dari benturan.


”Siap mereka kenapa menghadang mobil kita.” ucap Sari.


”Anda di dalam saja, tolong kunci pintu mobilnya. dan jangan dibuka sebelum saya membereskan mereka.” Perintah Nathali.


Sari menganggukkan kepalanya dan langsung mengunci pintu mobilnya sesaat setelah Nathali keluar.


Nathali langsung menghadapi mereka yang berjumlah sepuluh orang. Sari sempat khawatir karena yang dihadapi Nathali kali ini adalah pria bertubuh besar.


Sari keluar dari mobil dan menghampiri Nathali.


”Kau gak terluka kan?”


”Ah tidak, saya bauk baik saja.”


”Kau memanh hebat, untunglah tadi aku mengajakmu kalau tidak pasti gawat.”


”Tenang saja mulai hari ini saya akan tinggal bersama anda jadi saya akan ikut kemanapun anda pergi.”


”Sampai kapan sih kamu bicara formal begini, santai aja lah udah empat tahun loh.”


”Saya sudah terbiasa begini.”


”Yaudahlah senyamanmu saja.”


Dari kejauhanan Doni melihat bahwa rencananya agar terlihat baik pahlawan gagal, ternyata teman Sari begitu pandai bela diri.


”Sialan rencanaku gagal.” gumam Doni sambil memukul mukul jok mobilnya.

__ADS_1


Saat Sari hendak kembali ke mobil ia sekilas melihat mobil yang familiar baginya.


Mobilnya gak asing, siapa ya? apa mungkin dia yang mau menyerang kami.


Doni melihat Sari yang menatap ke arah dimana ia berada, ia langsung pergi untuk tancap gas sebelum Sari curiga.


”Kenapa?” tanya Nathali karena melihat Sari tampak diam menatap ke satu arah.


”Gapapa ayo kita pergi.”


Akhirnya mereka pergi.


Sementara disisi lain Doni kesal karena rencananya gagal. Ia memarahi orang suruhannya dan meninju perut mereka satu persatu.


”Dasar bodoh, bagaimana bisa kalian kalah oleh satu wanita?” Teriak Doni.


” Maaf bos, dia jago sekali kami bahkan tidak menyangka sama sekali.”


”Dasar pecundang, padahal ini kesempatan terakhirku agar bisa memberikan kesan baik didepannya. Tapi rencanaku hancur gara gara kalian.”


”Wanita itu seperti bukan orang sembarangan bos, dia bukan hanya bisa bela diri tapi dia bahkan bisa membuat senjata yang kami pegang dengan mudah.”


”Bodoh, kalian harusnya malu sama badan. bisa bisanya kalah oleh wanita sekecil itu.”


”Maaf bos, lain kali kami tidak akan gagal lagi.”


”Sialan.” teriak Doni.


Aku pikir wanita itu selama ini hanya mahasiswa biasa dan hanya teman sekamar Sari, tapi sepertinya ia semacam bodyguard nya Sari. Dilihat dari wajahnya sepertinya dia bukan orang Indonesia artinya mungkin Sari hanya menyewanya selama dia berada disini.


”Ya, aku mungkin bisa deketin dia saat di Indonesia. Walaupun ada keluarga dan pacarnya, aku yakin mereka tidak selalu bersama Sari 24 jam, tidak seperti wanita itu. Baiklah, aku akan lanjutin rencanaku setelah tiba di Indonesia.” gumamnya.


Anak buahnya yang mendengar ucapan Doni langsung bertanya.


”Bos mau pulang bos? tapi bos kan belum menyelesaikan kuliahnya bos.”


Doni kesal lalu menampar salah satu anak buahnya yang bertanya itu.


”Gak usah ikut campur ya? lo pikir gue kesini buat kuliah, gue kesini buat deketin Sari tahu.”


”Sebenarnya siapa sih Sari itu sampai bos tergila gila gini.”


”Sebaiknya lo jangan banyak tanya ya. Lo kerja aja yang bener, jangan sampai gagal lagi seperti hari ini. Kalau kerja kalian begini terus gue gak akan segan lenyapin kalian semua. Ngerti?”ancam Doni.


Mereka memang anak buah Doni yang ia bawa dari Indonesia, mereka dulunya adalah anak buah orangtua angkat Doni, mereka begitu tahu orang seperti apa orangtua bosnya ini karena sudah bekerja untuk mereka sejak lama. Maka dari itu ancaman Doni ini bukan main main, dia bisa dengan mudah melenyapkan mereka karena dia juga punya anak buah lain. Organisasi mereka tergolong besar sehingga bisa melenyapkan seseorang tanpa jejak.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2