
Arya dibuat berdebar oleh bisikan Sari itu, pikirannya jadi tidak karuan. Sedangkan Sari hanya bisa terkekeh melihat kekasihnya itu salah tingkah.
”Sudahlah, sekarang serius nih aku mau minta tolong.” seru Sari tiba tiba kembali ke topik pembicaraan.
Arya menghela napas panjang karena lagi lagi hanya dia yang salah tingkah sendiri sedangkan Sari masih bisa fokus pada masalah.
”Aku ingin menggantu kuasa hukum CH group, bagaimana pendapatmu?”
”Ya aku akan mendukung apapun itu.”
”Kalau begitu kamu tolong cari cara yang mudah dan tidak merepotkan ya?”
”Alasan dia mangkir dari tugas juga sudah cukup untuk mendepaknya.”
”Ya tapi cari bukti alasan dia mangkir itu apa, biar dia tidak bisa mengajukan tuntutan hukum yang merepotkan.”
”Tenang saja, aku sudah menyuruh anak buahku menyelidikinya. Sebentar lagi pasti akan ada laporan.”
”Hebat, bahkan kamu sudah punya anak buah yang bisa diandalkan.”
Mendengar pujian seperti itu saja sudah membuat Arya tersenyum bangga. Seandainya Nathali ada disini sudah pasti Arya akan membanggakan dirinya yang dipuji Sari agar Nathali iri.
Tidak lama kemudian Arya mendapatkan telepon dari anak buahnya bahwa mereka sudah menyelidiki alasan pak Surya mangkir dari tugasnya itu. Anak buahnya mengirimkan bukti yang mereka dapat ke email pribadi Arya.
Arya dan Sari langsung menatap layar laptop untuk melihat bukti yang di dapatkan oleh anak buah Arya.
”Sialan, bisa bisanya pria tua ini. Akan aku habisi dia.” geram Arya.
Mereka berdua sedang melihat isi rekaman dashboard mobil pak Surya yang berhasil di curi oleh anak buah Arya yang handal itu saat mobil Surya terparkir di halaman rumahnya.
Sari sudah menduga hal itu karena tidak mungkin Zayn hanya mempersiapkan hadiah tanpa kejutan.
Sari bersikap tenang dan justru malah tersenyum karena hal ini bisa mempermudah dirinya mendepak pak Surya dari CH group.
”Tenanglah, tidak perlu mengotori tanganmu seperti itu. Aku akan membuat pak Surya menyesali pilihannya.” ucap Sari.
Arya tidak bisa berkata lagi, Sari saat ini sangat dewasa dan bertindak dengan elegan. Dia tidak terbawa emosi lagi seperti waktu pertama mereka bertemu.
Berbeda dengan Sari, kini Arya justru merasa dirinya jadi sering bertindak konyol dan ceroboh jika menyangkut keamanan kekasihnya itu.
__ADS_1
Arya duduk tertunduk sambil memangku kedua tangannya yang menyatu lalu berkali kali menghela napas yang terasa berat itu.
”Aku pikir, aku bisa menjadi bantuan dan juga kekuatanmu. Tapi aku malah membuatmu dalam bahaya dengan menerima orang seperti pengkhianat itu. Sepertinya aku bukan detective terbaik seperti masa depan yang kamu ingat, melainkan detective terbodoh karena tidak punya insting menilai orang sama sekali.”
Arya mengatakan hal itu dengan suara bergetar karena merasa begitu tidak berguna untuk kekasihnya itu, sedangkan Sari yang mendengarnya langsung memegang kedua tangan Arya yang ada di pangkuannya sendiri.
”Kamu ingat tidak dulu waktu kita bertemu bagaimana ceroboh nya aku? jika tidak ada dirimu mungkin aku sudah tiada saat berusaha menyelamatkan orangtuaku. Aku merasa beruntung bisa mencintai pria seperti kamu.”
Mendengar hal itu mata Arya menjadi berkaca kaca karena terharu, dia memeluk Sari sambil bertekad bahwa dirinya akan melindungi wanita yang dia cintai itu bagaimanapun caranya.
Setelah beberapa saat mereka berpelukan akhirnya Arya merasa tenang dan melepaskan pelukannya.
”Aku akan mendepak pengkhianatan ini tanpa menimbulkan masalah apapun. Anggap saja urusan tentang pengkhianat ini sudah beres.”
Sari tersenyum sambil menganggukan kepalanya beberapa kali.
Tiba tiba handphone Arya berbunyi dan ketika dilihat ternyata orang yang tidak dia harapkan yang menghubunginya.
Arya membiarkan telepon itu dan memilih untuk melanjutkan aktivitasnya yang sedang memberikan beberapa bukti mengenai pak Surya.
Beberapa kali handphone itu berbunyi namun Arya tidak juga mengangkatnya, hal itu membuat Sari turun tangan sendiri.
”Sayang, angkat teleponnya.” perintah Sari sambil memberikan handphone Arya yang tergeletak di meja yang berada di depan mereka.
”Ya halo”
[Akhirnya kau mengangkat juga nak.]
”Ada apa?”
[Papi cuma mau mengingatkan bahwa nanti malam jadwalnya kita makan bersama, jangan lupa datang ke rumah bersama adik kamu.]
”Ya baiklah”
Telepon itu ternyata dari Daniel, ayahnya itu mengingatkan makan bersama yang memang sudah jadi rutinitas mereka tiap bulan selama empat tahun belakangan ini.
Walau mereka belum terlihat akrab layaknya ayah dan anak namun perubahan hubungan mereka sudah lumayan membaik. Arya sudah membiarkan ayahnya menyebutnya dengan nak dan juga membiarkan dirinya menyebut papi.
Arya memang masih belum banyak bicara pada ayahnya itu namun dia sudah tidak menggunakan bahasa formal lagi seperti dulu.
__ADS_1
”Nanti malam kamu mau makan bersama ya? ”
Arya menjawab hanya dengan sekali anggukan.
”Apa aku boleh ikut?” tanya Sari.
Mendengar hal itu Arya terkejut, dia tidak menyangka Sari ingin ikut ke acara yang sangat tidak menyenangkan seperti itu. Tapi di sisi lain dia juga merasa pasti akan menyenangkan jika ada Sari bersamanya.
”Kamu mau ikut ke acara membosankan seperti itu? kamu yakin?”
”Iya.”
”Aku si senang kalau kamu mau ikut, kalau ada kamu pasti akan menyenangkan. Tapi kamu yakin mau bertemu papi dan istrinya?” tanya Arya.
”Ya aku pikir sudah saatnya aku mengenal keluargamu juga. Kamu tidak keberatan kan?”
”Kamu cukup mengenal adikku saja, sisanya tidak masalah kamu tidak mengenal mereka.”
Sari menghela napas karena sepertinya Arya memang belum sepenuhnya berbaikan dengan sang ayah, namun alasan Sari ingin menghadiri acara makan bersama itu bukan karena berniat ikut campur masalah keluarga kekasihnya melainkan dia ingin bertemu secara langsung dengan Daniel Prayoga salah satu pengacara terhebat di negara ini.
”Boleh ya aku ikut?”
Sari meminta dengan memasang ekspresi memohon dan matanya begitu berbinar binar sambil menyatukan kedua tangannya.
Tentu saja itu adalah trik yang Sari pakai jika menginginkan sesuatu dari Arya.
Arya paling lemah dengan sikap imut Sari itu sehingga dia pasti akan mengiyakan apapun keinginan kekasihnya itu.
Malam harinya, Arya datang ke kediaman Prayoga bersama Sari kekasihnya sedangkan Leon sudah tiba lebih dulu karena kebetulan sedang syuting di daerah situ.
Meski Arya audah tahu dimana ruang makannya akan tetapi setiap dia datang untuk makan malam, pelayan selalu menyambutnya dan mengantarnya hingga ke ruang makan. Begitu pula dengan malam ini.
Di meja makan sudah ada Daniel, Heni dan juga Leon yang menunggu kedatangan Arya.
Daniel tersenyum menyambut kedatangan putranya itu, begitu pula dengan Leon yang menyapa dengan santai.
Berbeda dengan suami dan putranya, hingga saat ini Heni masih tidak menyukai acara makan bersama ini hanya saja dia terpaksa ikut agar suaminya tidak semakin membencinya.
Ketika mereka selesai makan bersama, Sari mengajukan penawaran pada Daniel yang membuat semua orang di meja makan itu tersedak karena kaget.
__ADS_1
”Tadi saya datang sebagai pacar putra anda, tetapi saat ini saya datang sebagai CEO CH group. Saya ingin membuat penawaran pada anda pak Daniel, apa anda bersedia menjadi kuasa hukum CH group?”
...****************...