
Sebulan telah berlalu, Teguh pun tampak beraktivitas seperti biasanya. Begitu pula Tania yang sudah menerima takdir yang digariskan Tuhan untuknya. Meski mereka berdua memutuskan untuk tetap berteman namun Tania meminta Teguh untuk tidak saling bertemu sementara waktu. Tania sedang berusaha menata hidupnya kembali maka dia tidak ingin mengingat kenangannya bersama Teguh untuk sementara.
Pagi itu seperti biasa keluarga Jayadiningrat sarapan pagi bersama. Tanpa diduga Teguh menyampaikan kabar yang membuat semua terkejut.
Teguh berencana meneruskan S2 nya di Inggris. Sebenarnya bagus melanjutkan kuliah kembali namun permasalahannya saat ini Ilyas sudah pensiun dan memberikan seluruh perusahaannya pada Teguh. Jika Teguh pergi ke Inggris maka mau tidak mau dirinya harus kembali mengurus perusahaannya untuk beberapa tahun ke depan. Tentu itu hal yang tidak di dukung olehnya, menurutnya lebih baik Teguh lanjutkan S2 nya di kota ini saja, lagipula banyak universitas bagus disini.
”Pah, aku akan tetap ke Inggris. Aku sudah mengurus semuanya dan aku akan berangkat lusa. Tolong sementara ini papah urus perusahaan dulu ya?.” ucap Teguh.
”Dasar berandalan ini, sangat keras kepala.” omel Ilyas.
Rita sebagai ibu hanya akan mendukung putranya saja meski sangat disayangkan karena dia akan berpisah cukup lama dengan putranya itu. Namun dia juga mengerti mungkin saja putranya itu butuh waktu sendiri.
Berbeda dengan kedua orangtuanya, Sari sangat menentang keputusan Teguh. Dia bahkan menarik tangan kakaknya itu dan mengajaknya berangkat bersama sekarang juga. Dia ingin membicarakan hal ini di mobil.
Rita hanya bisa menghela napas sambil berharap kedua anaknya itu tidak bertengkar di perjalanan.
Ilyas tampak lesu dan tidak bersemangat, tentu saja hal itu bisa dimengerti oleh Rita. Dia pasti merasa sedih karena harus berpisah dengan putranya, dulu saja rasanya sangat berat saat berada jauh dari Sari putrinya. Tentu suaminya itu tidak bisa membayangkan betapa beratnya berpisah dengan putranya.
”Pah, mama tahu kalau papah sedih karena berpisah jauh dari Teguh, tapi kita hanya bisa mendukung dan mendoakannya pah. Mamah juga sedih dan pasti akan sangat rindu padanya.” ujar Rita sambil memegang tangan suaminya.
”Bukan itu mah, papah sedih karena harus kembali ngantor. Padahal papah sudah merencanakan hari santai. Papah sudah mendaftar member golf, lalu papah sudah masuk grup memancing dan papah juga sudah masuk klub motor. Semua harus gagal gara gara berandal itu mau ke Inggris. ”
Ilyas menangis bukan karena memikirkan akan jauh dengan putranya? namun karena kegiatan setelah pensiun itu? sungguh ucapan suaminya itu hanya membuat Rita tidak habis fikir.
Karena kesal dan malas mendengar ucapan suaminya itu, akhirnya Rita memilih untuk membereskan meja makan.
Tentu Ilyas terus merengek karena semua kegiatannya itu tertunda gara gara harus ke kantor lagi namun hal itu tidak di gubris oleh Rita. Dia membiarkan suaminya yang terus merengek sambil membereskan meja makan karena memang untuk sarapan dan membereskan meja sarapan sudah dilakukan sendiri oleh Rita. Semenjak kejadian keracunan air limbah kimia itu, Rita tidak mempercayakan urusan makanan keluarganya pada pelayan. Dia lebih memilih mengurusnya sendiri.
” Mah, dengerin papah dulu. Kenapa mamah malah beberes sih.”
__ADS_1
Rengekan suaminya itu memang sudah seperti anak kecil yang meminta dibelikan lolipop.
...----------------...
”Kakak serius mau kuliah di Inggris?”
Sari bertanya tanpa basa basi lagi sesaat setelah mereka berdua duduk di kursi penumpang belakang dan mobil yang dikendarai Wisnu itu melaju. Wisnu memang sudah menjadi supir Sari saat ini karena Ilyas sudah tidak beraktivitas ke kantor lagi jadi dia hanya menggunakan supir yang sama dengan istrinya.
”Iya.”
”Mendadak?”
”Iya.”
Kenapa jawabannya hanya iya sih. Apa kakak gak berniat menjawab pertanyaanku?
”kakak mau mencari Nathali?”
”Iya.”
”Ti- tidaak.” Teguh buru buru meralat ucapannya sendiri, namun Sari bukan orang bodoh yang mudah tertipu.
Akhirnya Teguh mengaku bahwa dia berniat mencari Nathali dan meminta maaf dengan benar. Walaupun Nathali mungkin tidak akan menerima perasaannya namun Teguh berniat membawa Nathali kembali lagi bekerja untuk Sari. Teguh cukup hanya dengan melihatnya saja.
Ekspresi putus asa sekaligus penuh harap tergambar di wajah kakaknya itu, hal itu membuat hati Sari teriris. Dia bingung bagaimana mencegah kepergian kakaknya itu, karena sampai kapanpun Teguh tidak akan bisa menemukan Nathali di Inggris karena Nathali sudah berada di tempat yang tidak bisa dijangkau manusia biasa seperti mereka.
Jika membiarkan kakaknya pergi, Sari takut akan kehilangan kakaknya karena sifat kakaknya ini persis dengan namanya yakni Teguh. Dia tidak akan berhenti mencari Nathali meski harus ke ujung dunia. Namun di satu sisi, dia juga berjanji pada Nathali bahwa dia tidak akan memberitahukan kematiannya pada kakaknya.
Saat ini Sari benar benar dalam di lema, bahkan hingga sampai kantor pun dirinya tidak fokus bekerja dan lebih sering melamun. Untunglah tidak ada pekerjaan yang mendesak hari ini.
__ADS_1
Saat sedang melamun tiba tiba saja Sari terkejut karena Arya memegang pipinya menggunakan telunjuknya. Tentu saja Sari terkejut dan nyaris saja memukul Arya namun beruntung tidak sampai mengenainya.
”Arya, kenapa datang gak bilang bilang sih. Malah ngagetin begitu lagi. Kalau aku jantungan gimana coba?” omel Sari.
”Maaf ya, aku gak bermaksud ngagetin. Aku gak nyangka kamu sekaget ini. Aku udah nelpon berkali kali tapi gak ada jawaban, aku nelpon sekretaris kim katanya kamu ada di ruanganmu. Karena aku khawatir jadi kamu kemari.”
”Ah, maaf ya? aku gak sadar kamu menelpon berkali kali.” Sari meminta maaf setelah melihat layar handphone nya dimana disitu tertulid empat puluh tujuh kali panggilan tak terjawab.
”Gak apa apa, aku hanya khawatir namun syukurlah kamu gak kenapa napa.”
Sari mengajak Arya duduk di sofa lalu dia menyenderkan tubyhnya di bahu Arya.
”Kak Teguh mau ke Inggris mencari Nathali, bagaimana ini?”
Sari memulai pembicaraannya sambil memasang ekspresi sedih. Tentu saja hal itu mengejutkan Arya.
”Apa? kenapa? jadi dia benar benar selingkuh dengan Nathali.”
Arya memang belum tahu yang sebenarnya terjadi antara kakaknya dan Nathali sehingga dia masih berasumsi buruk mengenai hubungan itu.
Sari kembali duduk tegak dan menjauhkan kepalanya yang bersandar di bahu Arya itu, Tentu saja Sari tersulut emosi karena mengira Arya menghina kakaknya tukang selingkuh. Bahkan untuk pertama kalinya Sari membentak Arya.
”Jangan bicara sembarangan mengenai kak Teguh dan mendiang Nathali ya? mereka tidak seperti itu.”
Hal itu memang mengejutkan Arya, namun ada yang membuat terkejut lagi di bandingkan Sari yang berbicara lantang.
Yaitu kemunculan Teguh tiba tiba dari balik pintu ruangan Sari. Hal itu juga membuat Sari terkejut dan hanya bisa terdiam.
Teguh masuk ke ruangan itu dengan perlahan sambil menunjukan ekspresi bingung.
__ADS_1
”Apa maksudnya mendiang Nathali?”
...****************...