Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Hadiah kecil


__ADS_3

Sandi keluar dari kediaman Zayn kemudian menelpon Doni. Doni mengangkat telponnya sambil berbaring memeluk Nita yang bersandar di dadanya.


”Dimana kamu?” tanya Sandi.


[Ada apa pa?]


”Kumpulkan semua anak buahmu dan kita ketemu di rumah sekarang.”


[Tapi aku lagi tidak bersama mereka.]


”Papa bilang sekarang artinya segera kumpulkan mereka, ini sangat penting.]


[Baik pa]


Setelah telepon di matikan, Doni langsung menghubungi anak buahnya agar berkumpul sekarang juga dirumah orangtuanya, setelah menelpon Doni bergegas memakai pakaiannya. Nita yang melihat Doni buru buru jadi bertanya tanya.


”Ada apa sayang, kenapa buru buru begitu.”


”Aku juga belum tahu, tapi ini sepertinya sangat penting. Papaku gak pernah begini sebelumnya.”


”Hmm, padahal aku masih kangen.”


”Aku pergi dulu ya? kalau urusanku selesai, aku akan langsung kemari.”


”Baiklah, tapi jangan lupa permintaanku.”


”Iya setelah menyelesaikan urusan ini, aku akan menyuruh anak buahku mencari tahu yang kamu inginkan. Aku pergi dulu ya.” pamit Doni sambil mencium bibir Nita.


Doni pergi sedangkan Nita masih berbaring di ranjang dengan perasaan yang tidak karuan.


Ada apa ya? sudahlah aku mau istirahat dulu aja. Pikiranku benar benar kusut.


...----------------...


Doni datang ke rumah dengan membawa anak buahnya dan Sandi sudah menunggunya di ruang tamu.


”Ada apa pa? aku udah bawa mereka.” ucap Doni.


”Ini tugas penting dari atas. Kalian tidak boleh gagal.”


”Atas apa maksud papa?”


”Pokoknya dia orang berkuasa, kamu tidak perlu tahu dia siapa. Kalian harus menyelundupkan kayu kita.”


”Dengar, kalian cegat dan tukar truk yang mengangkut kayu milik CH Construction kemudian kalian tukar dengan kayu selundupan ilegal kita. Setelah itu musnahkan kayu produksi CH group itu.” tambah Sandi.


”Kalau begitu kita akan rugi pa.”


”Tidak masalah asalkan tugas ini beres. Ingat cegat mereka di wilayah buta. Jangan sampai ketahuan, mengert?”


Wilayah buta adalah wilayah yang tidak terpasang CCTV.


”Baik.”


Doni memang merasa akan rugi, tapi dia pikir jika tidak melakukan tugas ini justru mereka akan lebih rugi lagi.

__ADS_1


Siapa sebenarnya atasan papa? setelah tugas ini, aku harus bertanya karena atasan papa ini spertinya oesaing CH group artinya bisa menjadi bantuan untuk Nita.


Doni dan anak buahnya pergi untuk melaksanakan tugas itu.


Sebagian anak buah Doni mencegat truk CH group dan menghabisi supir dan keneknya sedangkan sebagian lagi menukar kayu itu.


Mereka harus bekerja dengan cepat karena harus menghindari adanya saksi.


”Semua beres bos.” ucap salah satu anak buahnya.


”Kamu tahu kayu ini akan dibawa kemana?” tanya Doni.


”Tahu bos, saya melihat surat jalannya.”


”Kalau begitu dua diantara kalian menyamar sebagai supir dan keneknya kemudian antar truk ini. Setelah itu kabur, jangan sampai ada yang mengenali kalian atau wajah kalian terekam CCTV jadi kalian pakailah topi dan masker.”


”Siap bos.”


Setelah semua beres, Doni menelpon papanya dan mengabarinya bahwa tugas yang diberikan sudah beres.


Setelah mendengar laporan dari Doni, Sandi langsung mengabari Ferdi sekretaris Zayn bahwa tugas sudah selesai.


Ferdi yang menerima telepon itu langsung menelpin polisi yang berada di pihak Zayn agar bergegas menuju lokasi dugaan penebangan liar yang dilakukan CH group.


”Semua sudah beres pak.”


”Kau sudah menelpon komandan Indra?” tanya Zayn.


”Sudah pak, mereka sudah menuju lokasi.”


”Kira kira apa dia akan menyambut hadiah kecilku ini fer?”


”Saya yakin beliau akan terkejut pak.”


”Tolong hubungi sekretaris wanita itu, bilang agar menyampaikan pada bosnya bahwa sebentar lagi dia akan mendapat kejutan kecil dari Zayn.”


Setelah mendengar perintah itu, Ferdi langsung menelpn sekretaris kimmy.


Setelah mendapat telpon itu, sekretaris kimmy mengetuk pintu ruangan Sari untuk menyampaikan pesan itu secara langsung.


Tok tok tok


”Permisi bu.”


”Masuklah sekretaris kim, ada apa?” tanya Sari sambil mengecek laporan.


””Maaf saya mengganggu bu.”


”Tidak apa apa, ada apa? kenapa kamu terlihat pucat? apa kamu sakit?” tanya Sari setelah melihat wajah sekretarisnya tampak pucat.


”Saya mendapat telepon dari sekretaris pak Zayn.”


”Apa dia mengancammu? biarkan saja, mulai besok kamu tidak perlu mengangkat telpon itu lagi.” ucap Sari cuek.


”Bukan begitu bu, beliau berpesan katanya sebntar lagi anda akan mendapatkan kejutan special dari beliau. Menurut saya kejutan yang dia maksud dengan yang kita fikirkan itu berbeda bu. Beliau bukan orang biasa, jadi saya khawatir pada ibu.”

__ADS_1


”Kejutan apa ya?” gumam Sari.


Belum selesai dibahas, Sari mendapat telepon dari pengelola CH Construction bahwa pihaknya dituduh melakukan penebangan ilegal, dan juga ditemukan banyak kayu ilegal di truk mereka. Tapi pengelola itu memastikan bahwa mereka tidak melakukan hal itu, namun polisi menemukan bukti di lokasi. Saat ini pengelola itu di tahan di kantor polisi sambil di interogasi. Setelah mendengar kabar itu Sari langsung bergegas menelpon Arya agar datang ke kantornya.


”Kamu benar sekretaris kim, pak Zayn mengirim kejutan untukku. Tapi kamu jangan khawatir, aku akan membereskan ini.” ucap Sari.


”Ibu tolong berhati hati ya? jika ada yang bisa saya bantu, tolong katakan saja bu.”


”Kamu tolong bereskan pekerjaanku ya? aku akan pergi dengan Arya untuk mengurus ini, mungkin butuh waktu sehingga mungkin aku tidak kembali ke kantor hari ini.” perintah Sari.


”Baik bu, kalau begitu saya kembali ke meja saya bu.”


”Ya, tolong suruh Nathali masuk.” ucap Sari.


Setelah Sekretaris kim keluar ruangan tak lama kemudian Nathali masuk.


”Nona memanggilku?”


”Aku akan pergi dengan Arya ke kantor polisi untuk mengurus sedikit masalah CH Construction. Nah tugasmu adalah tolong cek apa ada CCTV di daerah ini, pokoknya cari apapun yang bisa dijadikan bukti seperti kamera dashbord mobil orang lain ataupun saksi mata yang melihat truk CH Construction yang membawa kayu di sabotase.” ucap Nathali sambil memberikan jalan yang dilewati oleh truk CH Construction.


”Baik nona, tapi nona harus janji bahwa nona akan baik baik saja pergi bersama Arya.”


”Iya jangan khawatir.”


”Baiklah, saya pergi dulu.” ucap Nathali.


Setelah tiga puluh menit akhirnya Arya tiba di ruangan Sari dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi.


Sari menceritakan detailnya kemudian wajah Arya tampak khawatir.


”Kenapa Zayn mengincarmu? padahal dia tahun ini dia sudah tampak diam.” ucap Arya.


”Kamu tenang saja, ini bukan masalah yang terlalu besar. Aku bisa mengatasinya, kan ada kamu juga yang membantuku.”


”Ini hanya peringatan, aku yakin dia merencakan hal yang lain lagi.” Arya tampak sangat khawatir.


”Aku tau sayang, tapi aku gak akan biarin rencananya berhasil jadi kamu tenang aja.”


”Tapi aku tetap saja khawatir.”


Sari mendekatkan tubuhnya ke Arya kemudian memegang wajah Arya.


”Sayang, aku akan baik baik saja selama ada kamu disisiku. Kamu jangan khawatir. ”


Sebenarnya Arya masih khawatir karena yang dihadapi Sari saat ini bukan cuma Nita yang masih ingusan, namun dia berusaha untuk menghilangkan ekspresi khawatir itu agar tidak membuat Sari cemas.


Arya tersenyum sambil merangkul Sari.


”Kalau begitu ayo kita ke kantor polisi, kamu sudah siapkan semua berkas tentang CH Construction kan?”


”Sudah, aku juga sudah menugaskan Nathali mencari bukti tambahan. Kamu bisa membantuku agar kejadian ini tidak tercium media kan?”


”Tentu.”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2