
”Ayo aku antar pulang?”
Arya melepaskan pelukannya dan menawarkan diri untuk mengantarkan Sari pulang, namun Sari hanya menggelengkan kepala dan kembali rebahan di sofa.
”Aku mau nginep disini malam ini.”
”Kamu ini ngomongnya asal aja, bisa bisanya kamu dengan entengnya bilang mau nginep ditempat pria. Bagaimana kalau aku orang jahat coba?” omel Arya.
”Aku tahu kamu orang baik, makanya aku berani bilang gitu.”
”Aku bukan orang baik, aku bisa jadi orang yang jahat loh.”
”Ya, walaupun kamu orang jahat tapi aku tetap percaya sama kamu. Pokoknya aku mau nginep disini, tolong bilangin supir ku suruh pulang dan bilang ke orang rumah kalo aku nginep dirumah Nabila”
Arya menolak dan langsung menggendong Sari dari sofa menuju mobilnya.
”Pak, buka pintu mobilnya.”
Pak supir langsung bergegas membuka pintu belakang mobil. Arya meletakkan tubuh Sari di bangku belakang, sedangkan Sari cemberut sambil menyilangkan kedua tangannya.
”Kamu pulang ya, aku gapapa sendirian jadi kamu gausah khawatir. Besok pagi aku akan jemput kamu dan mengantarmu ke sekolah. Gimana?”
Sari tidak menjawab dan sengaja membuang mukanya. Namun Arya malah menahan tawa melihat tingkah gemas Sari.
pfffttttt
Mendengar Arya yang menertawakannya Sari jadi jengkel.
”Kenapa ngetawain aku gitu coba, nyebelin.” omel Sari.
”Iya maaf ya sayangku, kamu itu menggemaskan banget. Padahal dulu kamu galak banget kaya singa, aku seneng deh bisa liat sisi menggemaskan kamu ini.”
Wajah Sari memerah mendengar ucapan Arya, ia juga lega melihat Arya yang tertawa. Walau hanya sementara setidaknya sedikit mengobati luka di hatinya, itu yang Sari pikirkan.
”Pak ayo pulang,” perintah Sari pada supirnya dan dijawab dengan anggukaan kepala.
Sari menutup pintunya dan membuka sedikit kaca pintu mobilnya, Arya mendekatkan wajahnya karena ia pikir masih ada yang ingin diucapkan Sari.
”Ada apa?”
cupp
Sari mencium pipi Arya dan langsung menyuruh supirnya untuk menjalankan mobilnya.
Arya terkejut dan hanya bisa berdiri terdiam sambil memegang pipinya, lalu HPnya bergetar karena ada pesan whatsapp yang masuk.
[ Besok jangan kesiangan jemputnya ya? 😘]
Melihat isi pesan yang dikirimkan Sari, ia hanya tersenyum sambil bermonolog sendiri.
__ADS_1
”Kenapa dia semenggemaskan ini sih”
Arya membalas pesan hanya dengan emoticon 👌
...----------------...
Malam itu Heni sudah menunggu suaminya di kamar mereka yang sudah dihias dengan indah, ia duduk di tepi ranjang sambil tersenyum membayangkan malam panas yang akan ia lewati, ia juga mengenakan lingerie hitam kesukaan suaminya.
Tak lama kemudian Daniel yang baru pulang bekerja langsung masuk ke dalam kamarnya, ia terkejut melihat suasana kamar yang begitu romantis.
”Surprise...” Heni menyambut kedatangan suaminya sambil membuka kedua tangannya.
”Apa apaan ini.” Daniel menjawab dengan ketus karena melihat suasana yang tidak ia inginkan.
Heni sedikit terkejut melihat ekspresi suaminya yang tampak kesal, namun ia masih berfikir karena suaminya kelelahan makan dari itu ia mendekati suaminya dan meraba tubuh suaminya dengan eksotis.
Heni meliuk liuk dan meraba tubuh suaminya, dari pundak, dada hingga ke perut. Namun tiba tiba suaminya malah menyingkap tangan Heni dan mendorongnya menjauh.
”Sayang, ada apa? kenapa kamu mendorongku.”
”Aku mau tidur di kamar tamu aja, kamu gak usah aneh aneh membuat hal seperti ini.” Daniel membuka lemari untuk mengambil pakaian ganti dan handuk.
Heni yang melihat itu langsung menarik tangan suaminya dan bertanya dengan nada kesal.
”Apa apan si kamu? aku udah cape cape siapin ini tapi kamu malah begini.”
”Aku gak gak nyuruh, lain kali gak usah repot repot membuat hal kaya gini.”
”Terserah kamu mau berfikir apa.”
Daniel membawa baju dan handuk sambil berjalan menuju pintu keluar, namun tiba tiba Heni menghalangi dan berdiri di depan pintu kamar.
”Jangan berani keluar kamar ini sebelum kamu jujur sama aku.”
”Minggir, aku malas berdebat.”
”Bicara dulu dengan jujur, kamu punya selingkuhan kan makanya sikap kamu begini.”
”Hah, aku lagi capek ya makanya aku malas berdebat sama kamu, tapi daritadi kamu ngomong jujur jujur mulu, kamu udah bercermin belum? kamu jujur gak sama aku?”
”Aku selalu jujur sama kamu.” teriak Heni.
”Hah, tadinya aku mau biarin kamu ya untuk kali ini. Tapi kamu udah bikin aku kesel malam ini, jangan salahin aku kalo aku bicara yang menyakitkan. Jadi lebih baik kamu minggir.” bentak Daniel sambil menghempaskan tubuh Heni dari pintu.
Daniel melangkah keluar kamar dan menutup pintunya, sedangkan Heni menangis dan marah melihat sikap suaminya itu.
Heni langsung memakai bath robe dan langsung mengejar suaminya yang sudah berada di depan kamar tamu.
”Tunggu, kota belum selesai bicara.” teriak Heni sambil menghalangi suaminya untuk masuk ke dalam kamar tamu.
__ADS_1
”Minggir.”
”Jujur dulu, kamu kenapa dingin begini pasti kamu punya selingkuhan kan?” Heni terus berteriak dengan amarah yang menggebu gebu hingga para pelayan dan Leon datang menghampiri mereka.
”Tutup mulutmu itu.” bentar Daniel.
”Maka dari itu, jujur padaku.”
”Kamu mau aku jujur, didepan mereka? kamu yakin tidak akan malu?” tantang Daniel sambil menunjuk pada semua orang yang ada disitu.
”Tentu saja, kamu yang berbohong jadi pasti kau yang akan malu kan.” Heni menjawab dengan tatapan gugup.
”Baiklah, aku akan jujur. Aku menyesal menikahimu, harusnya selingkuhan tetap aja jadi selingkuhan jangan dijadikan nyonya rumah karena merasa sudah diatas kamu jadi gak tahu diri.”
Mendengar apa yang diucapkan Daniel, Heni panik dan langsung menampar suaminya.
Plakkk
”Cukup, tega sekali kamu bilang aku gatau diri.”
”Kamu yang minta aku jujur, masih mau dilanjutin gak?” tantang Daniel.
”Tolong lanjutin pih, apa maksud papih selingkuhan jadi nyonya rumah.” tanya Daniel yang keluar dari balik kerumunan pelayan.
Heni panik dan menyuruh Leon pergi ke kamarnya.
”Leon, hentikan. Papih kamu asal ngomong karena kecapean, kamu kembali ke kamar.” bentk Heni sambil menarik lengan Leon.
”Pih jawab pih.”
Daniel tidak menanggapi dan langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya.
Melihat itu Leon menjadi marah, dia menggedor pintu dan berteriak minta penjelasan Daniel.
”Pih, buka pih. Jawab pertanyaanku dulu. Pih”
Daniel tetap tidak keluar walaupun Leon terus menggedor pintu itu, akhirnya Leon berjalan menuju kamarnya yang kemudian diikuti oleh Heni.
Heni melihat Leon mengambil jaketnya dan berjalan menuruni tangga sambil memasang wajah marah. Heni terus berlari di belakangnya sambil terus bertanya pada Leon.
”Kamu mau kemana Leon, dengarkan mamih dulu.”
Ucapan Heni sama sekali tidak di dengar oleh Leon, Leon terus bejalan hingga ke parkiran dimana mobilnya berada. Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi karena emosi yang memuncak.
Heni tidak bisa mencegah anaknya pergi dan memilih kembali ke kamarnya. Ia sangat marah dan menghancurkan semua pernak pernik yang sudah di hias dengan cantik di kamarnya, ia menghancurkan semua skincare dan make up yang ada di atas meja rias, bahkan ia juga menghancurkan guci yang ada di kamarnya.
Prangg
Hanya itu yang terdengar dari kamar Heni, semua benda pecah belah hancur berkeping-keping keping, namun pelayan tidak ada yang berani mengetuk pintu kamar itu.
__ADS_1
Malam itu memang menjadi malam panas, tapi bukan malam panas yang menggairahkan pasangan itu. Tapi malam panas penuh amarah dan kebencian.
...****************...