Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Resmi


__ADS_3

Sari masuk ke gedung kantor pengacara Daniel Prayoga dan dirinya sudah disambut oleh Dina salah satu asisten pribadi Daniel yang sudah diberitahu sebelumnya mengenai kedatangannya.


”Saya Dina asisten pribadi Pak Daniel Prayoga, anda sudah ditunggu beliau di ruangan beliau. Mari saya antar anda ke ruangan beliau.” sambut Dina dengan begitu ramah dan sopan.


”Baik.”


Dina mengantar Sari menuju ruangan dimana Daniel sudah menunggu. Dina mengetuk pintu kemudian membukanya dan mempersilahkan Sari masuk kemudian dia keluar untuk mempersiapkan minuman.


”Akhirnya anda datang juga, mari silahkan duduk.” sambut Daniel.


”Maaf saya sedikit terlambat karena tadi ada sedikit masalah.”


Sari duduk sembari meminta maaf karena terlambat sekitar sepuluh menit dari waktu janjian.


”Apa masalahnya sudah selesai?”


”Iya sudah, hanya masalah kecil.”


”Syukurlah kalau begitu.”


Sari mengeluarkan beberapa lembar dokumen yang berisi penawaran untuk Daniel.


Mulai dari hak yang akan diterima Daniel juga kewajiban dan tugas yang harus dijalankan Daniel.


Daniel membacanya dengan seksama, dia sedikit tersenyum membaca surat penawaran kerja sama itu. Disitu tertulis poin pihak pertama dan pihak kedua memiliki posisi yang setara yaitu sebagai rekan.


”Apa saya boleh bertanya posisi yang setara disini maksudnya apa?” tanya Daniel.


”Saya ingin hubungan kita ini adalah kerjasama bukan kontrak antara pengusaha dan pekerja.”


”Kenapa? bukankah seharusnya ini surat kontrak?”


”Ini surat perjanjian antara rekan kerja kalau surat kontrak hanya saya keluarkan untuk karyawan atau bawahan saya sedangkan saya menganggap posisi anda setara dengan saya.”


”Kenapa? apa karena saya ayah pacar anda jadi anda sungkan?”


”Saya tidak pernah mencampur adukan urusan pribadi dan pekerjaan, sebagai penasihat hukum anda berdiri diatas kaki anda sendiri berbeda dengan bawahan saya yang tergantung pada saya. Anda sama sekali tidak berpengaruh pada saya, anda masih berhak melakukan apapun asal tidak melanggar perjanjian ini dan terus mendukung CH group dalam segi hukum.”


Anak ini walaupun masih muda tapi tahu cara memperlakukan orang orangnya, aku jadi penasaran akan sebesar apalagi CH group kedepannya.


Selama ini banyak pengusaha yang menawari Daniel untuk menjadi kuasa hukum mereka namun semuanya ditolak oleh Daniel karena dia tidak ingin menjadi budak seseorang.

__ADS_1


Awalnya dia hanya ingin bertemu Sari untuk lebih mengenal putranya melalui Sari dan tidak terlalu berekspektasi tinggi mengenai kontrak ini. Namun siapa sangka Sari justru memberikan surat perjanjian dan bukannya surat kontrak, dia juga tidak berbuat menjadikan Daniel sebagai budak perusahaannya.


Dia sangat kagum pada pemikiran Sari sekaligus bangga pada putranya yang pintar mencari pacar.


Setelah beberapa saat berpikir akhirnya Daniel menerima tawaran kerja sama itu, lagipula dia sama sekali tidak rugi justru dia mendapat bonus menjadi lebih dekat dengan calon menantunya itu dan siapa tahu putranya juga akan membuka hatinya sepenuhnya untuk dirinya.


”Kalau begitu mulai saat ini kita rekan kerja, saya ingin anda bertemu dengan Arya untuk membahas tentang pemecatan kuasa hukum saya yang sebelumnya secara efektif tanpa menimbulkan masalah yang berbelit. Apa anda bersedia?”


”Jadi itu tugas pertamaku?”


Sari menjawab pertanyaan Daniel dengan anggukan kepala.


”Tentu saja, tapi jika kuasa hukum yang sebelumnya sangat bersih mungkin akan memakan waktu lama untuk menyingkirkannya.”


”Saya tidak mungkin menyingkirkan orang yang tidak melakukan kesalahan, saya adalah orang yang menghargai kerja keras dan juga kesetiaan.”


”Ah, jadi ternyata dia bermasalah ya? baiklah saya paham.”


”Arya akan segera menghubungi anda, kalau begitu saya permisi dulu.” pamit Sari.


”Baiklah, senang memiliki rekan kerja seperti anda.” ucap Daniel sambil berjabat tangan dengan Sari.


Ketika Sari sudah memegang gagang pintu tiba tiba dia dikejutkan dengan ucapan hati hati di jalan dari Daniel, hal itu membuat Sari menoleh ke arah Daniel.


Sari hanya tersenyum kemudian membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat kepada orang yang lebih tua setelah itu dia pergi keluar dari ruangan itu tanpa menjawab apapun.


Sebenarnya Sari hanya menghormati Daniel sebagai orang yang lebih tua bukan sebagai orangtua kandung kekasihnya.


Jujur Sari masih sangat marah jika teringat penderitaan kekasihnya sejak dia kecil akibat keegoisan orangtuanya, meski saat ini Arya terlihat lebih baik namun tetap saja dirinya merasa marah jika mengingat hal buruk itu.


Meski begitu, Sari juga berharap hubungan keduanya akan semakin membaik dan bisa menyembuhkan luka masa kecil di hati Arya.


...----------------...


Keesokan harinya Arya yang sudah dihubungi oleh Sari sebelumnya datang ke kantor ayahnya untuk membicarakan pemecatan pak Surya.


Arya langsung masuk saja karena dia sudah membuat janji dan juga dia sendiri sudah tahu dimana letak ruangan ayahnya itu.


Mereka berdua duduk di sofa dengan beberapa kertas yang berserakan di atas meja dan juga sebuah laptop yang layarnya sedang menyala.


”Bagaimana menurut anda, apa dengan semua bukti ini sudah cukup untuk memecatnya tanpa menciptakan kegaduhan? sejujurnya Sari ingin menyingkirkan pak Surya dengan tenang tanpa menarik perhatian publik dan masalah yang berbelit belit.”

__ADS_1


Arya bertanya pendapat Daniel setelah menunjukan semua bukti Pengkhianatan pak Surya.


”Itu sudah cukup tapi yang menjadi masalah adalah sulit untuk tidak menarik perhatian publik jika menyelesaikan ini dengan jalur hukum. Kau kan tahu CH group ini perusahaan besar belum lagi pengkhianat ini berhubungan dengan ketua yayasan ZA, kau tahu sendiri kan reputasinya di masyarakat sangat bagus. Masalah ini hanya akan berbelit belit jika melalaui tindakan hukum.”


”Lalu bagaimana? apa saya habisi saja dia, biar bagaimanapun saya yang sudah membawa orang macam dia ke CH group.” ucap Arya emosi.


”Kau mau di penjara? lalu berpisah dari Sari karena keberadaanmu hanya akan mencorwng reputasinya. Kau mau begitu?” omel Daniel.


”Tidak.”


”Kalau begitu jangan pernah berpikir melakukan hal yang melanggar hukum, kenapa kamu beda sekali dengan pacarmu itu. Padahal dia jauh lebih muda darimu tapi cara berpikirnya sangat dewasa, dia juga tenang dan berwibawa.”


”Dia memang wanita yang sempurna untukku, tapi apa apaan kenapa jadi membahas itu, sekarang harus bagaimana? ”


Daniel diam sejenak untuk berpikir kemudian dia menemukan sebuah ide yang aman dan dia yakin akan berhasil menyingkirkan pak Surya ini.


”Aku akan menemui orang itu kemudian menunjukan beberapa bukti yang tidak melibatkan pak Zayn untuk mengancamnya dengan hukum yang ada di negara ini.” ucap Daniel.


”Mengancam juga tindakan kriminal.” protes Arya.


”Iya memang, tapi dia tidak akan melaporkanku ke polisi karena aku akan menunjukan bukti korupsinya. Hanya dengan itu aku bisa membuatnya mengundurkan diri jadi kita tidak perlu repot repot memecatnya.”


”Kenapa tidak sekalian bertanya mengenai dia yang bersekongkol dengan Zayn dan mengabaikan kewajibannya sebagai kuasa hukum CH group.”


”Dasar bodoh, Surya ini pasti sudah diawasi terus oleh orang orangnya Zayn.”


”Ah saya mengerti, kita tidak boleh membawa bawa nama Zayn dengan begitu mereka tidak akan curiga bahwa kita sudah mewaspadai mereka kemudian Surya yang sudah tidak berguna ini dengan sendirinya akan dibuang oleh Zayn.” ucap Arya.


”Binggo.. Ini baru pemikiran seorang detective.” puji Daniel.


Arya menganggukan kepalanya dan menyetujui usulan Daniel.


”Kapan anda akan menemuinya?” tanya Arya.


”Besok, bilang saja pada kekasihmu itu bahwa besok semuanya beres dengan sempurna tanpa keributan seperti yang dia mau.”


”Baiklah, saya ingin mengingatkan anda sekali lagi. Jangan pernah mengkhianati CH group.”


”Aku tahu dulu aku bukan orang yang setia mengenai pasangan tapi jika mengenai pekerjaan kau bisa mempercayai ayahmu ini.”


”Baiklah, tapi saya akan terus mengawasi anda.”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2