
Sudah seminggu Sari mendekam di penjara, bahkan dalam seminggu ini pun ia tak dikunjungi oleh siapapun kecuali pengacara umum yang membantu para tersangka yang tidak memiliki uang untuk membayar.
Seminggu ini bagaikan neraka untuk Sari, bahkan ia sangat ingin menyusul seluruh keluarganya ke surga.
” Ibu Sari, sudah waktunya persidangan anda. Mari ikut saya. ” Tegas seorang polwan sembari membuka sel penjara dan memborhol kedua tangannya.
Sari mengikuti polwan itu dan dinaikkan bis tahanan untuk menuju pengadilan.
Sepanjang jalan tatapan Sari tampak kosong, ia pun terlihat pucat dan kurus.
...----------------...
Persidangan dengan agenda pembunuhan berencanapun dimulai, persidangan ini dihadiri banyak orang dari berbagai media, karena banyak yang ingin tahu apa alasan pengusaha sukses dibunuh oleh adik kandungnya sendiri, kira kira itulah isi pikiran para awak media.
Tak ketinggalan juga di bangku paling depan ada Doni, orangtuanya dan juga Nita. Nita tampak duduk di sebelah Doni sambil menggandeng tangan Doni dengan blak blakan di depan Sari.
Sari tampak sedikit terkejut, apakah Doni dan Nita. . Ah, ga mungkin, aku yakin Doni akan membebaskanku dari sini, karena dia suamiku, itulah yang dipikirkan Sari saat melihat Doni yang tampak tersenyum, tanpa Sari tahu arti dari senyuman Doni itu adalah karena semua penderitaan yang Sari alami.
” Baik, saya Ikhsan, hakim yang akan memimpin persidangan hari ini. Persidangan kali ini adalah pembunuhan berencana. Silahkan Jaksa penuntut umum maju kedepan dan sampaikan pendapat anda. ” Ujar Hakim membuka persidangan.
Jaksa tampak berdiri dan berjalan menuju tengah dan mulai menyampaikan pendapatnya.
”Semua bukti sudah jelas, rem mobil yang dikendarai korban sudah sengaja diputus oleh seseorang yang tertangkap kamera CCTV, orang tersebut juga sudah ditangkap dan menyebutkan nama terdakwa, juga ada bukti chat whatsapp antara keduanya, chat whatsappnya kira kira seperti yang ada dilayar berikut ini. ”
Jaksa tampak menunjukkan isi chat di layar besar yang berada di ruangan persidangan.
”Pada tanggal 1 Agustus pukul 15.10 WIB terdakwa mengirimkan pesan pada kaki tangannya bahwa ia akan membayar sejumlah 50juta untuk pekerjaan yang mudah yakni memutuskan rem di mobil korban, dan kaki tangannya ini menyanggupi permintaan terdakwa. Lalu tanggal 2 Agustus pukul 02.12 WIB kaki tangannya ini tertangkap CCTV sedang merusak rem mobil korban, dan di tanggal 2 Agustus pukul 03.07 WIB terdakwa mendapatkan chat isinya bahwa pekerjaannya sudah selesai, lalu di tanggal 2 Agustus pukul 06.24 terdakwa mentransfer 50juta ke rekening kaki tangannya ini. Ini bukti tranfer nya. ” Jelas Jaksa.
” Itu semua tidak benar, bahkan saya tidak kenal siapa orang itu dan saya tidak pernah mengirimkan chat seperti itu apalagi mentransfer uang. ” Teriak Sari membantah sambil berdiri dan menggebrak meja.
__ADS_1
Pengacaranya tampak menenangkan Sari dan menyuruhnya untuk duduk.
” Udah ada bukti jelas begitu masih aja ngelak”
” Iya, sadis banget ya jadi wanita, kok tega teganya merencanakan pembunuhan kakaknya sendiri. ”
”Padahal cantik, kaya dan terhormat tapi kelakuannya kaya iblis. ”
Para penonton tampak bergunjing di dalam persidangan.
tok tok tok tok
”Semua tolong jangan membuat gaduh di ruang sidang, dan terdakwa mohon tenang dan jangan memotong pembicaraan sebelum saya persilahkan. Jika anda tidak bisa mengontrol emosi anda, maka anda akan merugikan diri anda sendiri. ” Jelas hakim.
” Silahkan lanjutkan Jaksa, apa ada tambahan.? ”
”Cukup dari saya Pak Hakim. ” Jaksa menyudahi ucapannya dan kembali duduk.
Pengacara Sari tampak berdiri di depan kursinya sambil berkata,
” Tidak ada yang ingin saya sampaikan Pak Hakim, saya mengakui semua perbuatan terdakwa. Kemarin pun terdakwa sudah menandatangani surat berisi pengakuannya namun saya juga tidak tahu apa yang terjadi kenapa terdakwa membantahnya hari ini.”
” Bohong, Pak pengacaranya harusnya membela saya, kemarin kan saya sudah bilang kamu saya tidak bersalah. Saya tidak pernah mengakuinya. ” Tegas Sari membantah.
”Ini surat berisi pengakuan terdakwa Pak Hakim, saya berniat membantu terdakwa agar hukumannya di ringankan karena ada penyesalan dari pengakuan di surat tersebut. Namun, setelah saya lihat hari ini, sepertinya saya salah. ” Ujar pengacara Sari sembari maju ke meja Hakim dan memberikan selembar surat.
Hakim tampak membaca surat tersebut dengan serius.
”Baiklah, Para juri silahkan memberikan penilaian anda. Dan persidangan akan dilanjutkan kembali 15 menit kemudian untuk mendengar vonis. ” Hakim tampak meninggalkan ruangan sidang.
__ADS_1
” Apa yang bapak lakukan, saya tidak pernah menandatangi surat berisi pengakuan, kenapa bapak berbohong. ” Tanya Sari sambil memegang kerah kemeja pengacaranya.
”Kemarin anda menandatangani surat kan, yang saya bilang isinya surat kuasa untuk menjaga harta anda selama anda di penjara di tangan pemerintah kan? anda ingin tahu kan, sebenernya surat itu berisi pengakuan anda yang telah membunuh kakak anda” bisik pengacara
” Kurang ajar sekali kau, kau sudah menipuku. Aku akan sampaikan ini ke Hakim, supaya anda kena hukumannya. ” Jawabnya.
”Apa anda punya buktinya, apa anda mau hukuman anda bertambah karena dituduh memfitnah saya hah. ” bisiki pengacara itu lagi.
”Kenapa anda melakukan ini terhadap saya, bahkan saya tidak pernah berbuat jahat kepada siapapun. ” tanya Sari pasrah.
” Ya, anda memang tidak berbuat salah. Tapi bagaimana ya, jika saya membela anda yang jadi taruhan adalah profesi saya, dan juga saya akan kehilangan uang 500 juta yang dijanjikan Pak Doni pada saya. Maafkan saya ya bu, jangan terlalu marah. Anggap saja anda berbuat baik pada saya. saya sangat berterimakasih lho. ”
Pengacara itu tampak pergi meninggalkan Sari yang hanya terdiam terpaku dan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Apa mungkin Doni melakukan itu semua, kenapa Doni melakukan itu semua, padahal ia sangat mencintai Doni. Ternyata bukannya Doni tidak mempercayainya tapi ini semua adalah rencananya, batinnya.
”Aku harus menemui Doni, dan bertanya kenapa dia melakukan ini semua. ”
Belum sempat Sari bertanya pada Doni tentang apa yang terjadi ternyata persidangan hasil vonis dimulai.
”Terdakwa Sari dengan nomor tahanan 4032 dengan tuduhan pembunuhan berencana akan menerima vonis, ” Hakim tampak membacakan vonis.
”Semua dewan juri menilai terdakwa bersalah dan harus di vonis hukuman seumur hidup penjara atau hukuman mati. Dengan menimbang semua bukti yang ada dan juga melihat terdakwa tampak terus membantah dan tidak merasa bersalah, saya memutuskan bahwa terdakwa di vonis dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman pidana mati. Hukuman akan di laksanakan seminggu lagi, dan tempat eksekusi akan dirahasiakan untuk. menghindari bentrok. demikian putusan sidang kali ini. ” Hakim menyudahi sambil mengetuk palu dan kemudian pergi meninggalkan ruang sidang.
”Tidak, bagaimana mungkin saya di hukum mati atas perbuatan yang tidak saya lakukan, ini tidak adil, Pak Hakim saya sudah di fitnah, saya tidak bersalah. ” Teriak Sari sembari di tahan kedua polwan yang kemudian menariknya untuk menuju selnya kembali.
Sari terus berteriak dan merasa tidak adil di sepanjang perjalanan menuju sel penjara.
”Saya tidak bersalah, saya di fitnah, tolong saya bu polwan. Saya sungguh tidak membunuh kakak saya, tolong bebaskan saya. ! ” Teriak Sari di balik jeruji besi yang saat ini ia tinggali sendirian tanpa ada napi yang lain.
__ADS_1
Sari menangis sepanjang malam di lantai penjara itu. Dia sungguh tidak menyangka atas apa yang ditakdirkan Tuhan untuknya.
...****************...