Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pertemuan Ayah dan Anak


__ADS_3

Hari itu sepulang sekolah Leon sengaja datang ke kantor papinya untuk membicarakan mengenai kak Steven.


”Pagi tuan Leon, tuan mencari papinya tuan ya?” tanya Julia, sekretaris Daniel.


”Iya pagi, dimana papi?”


”Ada di ruangannya, tunggu sebentae biar saya beri tahu kedatangan tuan ya?”


Sekretarisnya menghubungi Daniel lewat panggilan telepon kantor.


”Pak, di depan ruangan bapak ada tuan Leon.”


”Ya suruh dia masuk aja.”


”Silahkan masuk aja tuan, tuan mau minum apa? Biar saya siapkan.”


”Gak perlu, gue gak lama koq. Makasih ya?”


”Sama sama tuan,”


Leon membuka pintu ruangan papinya dan ia melihat papinya sudah duduk di sofa.


”Loh, anak papi tumben mampir kemari ada apa?”


”Ada yang mau aku omongin pah.”


”Oh yaudh, kamu mau minum apa biar papi nyuruh julia siapin.”


”Gak usah pih, ini penting.”


”Iya iya, jadi kamu mau mobil baru yang kaya gimana? atau HP keluaran terbaru?” tanya papinya.


”Pih, bukan hal sperti itu yang mau aku bicarain. Ini hal penting pih.”


Melihat tampang anaknya yang serius, papinya pun bertanya,


”Jadi ini serius? ada apa?”


”Aku mau ngomongin tentang kak Steven.”


”Apa yang mau kamu omongin tentang kakamu itu?”


”Pih, apa papih udah tahu dimana keberadaan kak Steven?”


”Papih belum tahu, urusan itu di handle oleh mamihmu. Mamih udah menyuruh orang mencari kesemua tempat termasuk di luar negri, biaya untuk mencari kakakmu selama ini bahkan lebih banyak dari jatah bulanan kamu.”


”Hah, apa papih yakin orang orang itu mencari kakak?”


”Tentu aja, mamih kamu yang bilang begitu.”


”Aku nemuin kakak, dan dia tinggal di ruko kecil itupun dia hanya pegawai disitu.”


”Kamu yakin itu kakakmu? bagaimana bisa kamu menemukan kakakmu yang bahkan gak ketemu setalah dicari oleh orang orang suruhan mamihmu.”


”Aku udah ketemu kakak, tapi kakak menyuruhku pergi dan bilang bahwa dia gak ada hubungan dengan kita. Kenapa kakak bicara begitu? apa papih mamih ngusir kakak dari rumah?”


”Dimana kamu menemukan kakakmu.”


Setelah Leon memberitahu keberadaan kakaknya, Daniel menyuruh Leon pulang ke rumah dan jangan menceritakan apapun ke mamih nya.

__ADS_1


Sementara Daniel langsung bergegas pergi menuju alamat yang diberitahu Leon.


Setelah berada di depan ruko yang terdapat plang ****DETEKTIF**** SWASTA ARYA WIJAYAKUSUMA.


Apa benar Steven tinggal ditempat seperti ini? Batin Daniel.


Dia mengetuk pintu ruko itu dan masuk kedalamnya.


Arya tampak sedang sibuk membereskan berkas dan hendak. menyambut klien yang datang, namun ia terkejut yang berdiri di hadapannya adalah papihnya sendiri.


”Steven.”


”Ada perlu apa anda ke tempat kumuh seperti ini.”


”Boleh papih duduk,”


Daniel langsung duduk di sofa tanpa menunggu persetujuan Arya.


”Kenapa kamu berdiri aja, sini duduk. Papih mau bicara.”


Arya duduk dengan ekspresi menahan amarahnya.


”Apa yang mau anda bicarakan?”


”Papih rindu padamu nak, kenapa kamu gak pulang kerumah?”


”Rumah apa yang Anda maksud.”


”Tentu saja rumah kita.”


”Disini tempat saya, saya nyaman berada disini. Lebih baik anda pergi dari sini.”


”Saya pemiliknya, saya tidak punya bos.”


”Tapi plang itu..”


”Ya nama saya Arya Wijayakusuma. Saya sudah tidak ada hubungan apapun dengan anda, jadi anda bisa pergi dari sini.” potong Arya.


”Kenapa kamu sampai ganti nama? sebenarnya kenapa kamu begitu marah sama papah, apa karena papah menikah lagi? tapi mamah kamu sudah meninggal makanya papih menikah lagi.”


”Hah, bisa bisanya merasa tidak bersalah. Padahal saat mamih sedang terbaring sakit, Anda asyik selingkuh dengan dia.”


”Dari mana kamu dengar hal itu, jangan percaya. Kamu penerus papih jadi kamu harusnya mempercayai papih.”


”Masih merasa tidak bersalah juga?” jawab Arya dengan tatapan tidak percaya.


”Papih gatau kamu dengar darimana, yang jelas pasti orang itu berusaha memisahkan kita. Kamu satu satunya pewaris yang papih pilih.”


”Saya tidak menyangka anda masih berfikir saya tahu dari orang lain? Asal anda tahu ya, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri anda dan wanita itu bermesraan di kamar anda dan mamih saya. Padahl saat itu mamih sedang sekarat.”


Daniel terkejut mendengar perkataan anaknya, dia sudah tidak bisa mengelak lagi dan hanya diam.


”Kenapa diam, anda fikir anda ayah yang baik? anda itu hanya sampah. Sebelum saya mengatakan hal yang menyakiti anda, lebih baik anda pergi dari sini. Satu satunya penyesalan saya selama hidup adalah memiliki darah yang sama dengan anda. Saya minta anda pergi dari sini.” Teriak Arya.


Daniel berdiri dari duduknya.


”Maafin papih, papih gak nyangka penyebab penderitaan kamu selama ini adalah papih.”


”Saya minta anda pergi. Cepat pergi dari sini.” Teriak Arya.

__ADS_1


Daniel pergi dari ruko itu,di depan pintu dia berpapasan dengan seorang gadis dan langsung saja berjalan menuju mobilnya.


Ternyata gadis itu adalah Sari, ia tidak sengaja mendengar semuanya.


Sari yang tadinya hendak masuk, menjadi kehilangan waktu yang tepat. Akhirnya ia hanya berdiri di luar pintu sambil mendengar Arya yang menangis.


Aku ingin menghiburnya, tapi aku tau kalau saat ini dia hanya butuh sendiri. Dia gak pernah menceritakan tentang dirinya padaku pasti karena ini hal yang menyakitkan untuknya, aku pun sama menutupi sesuatu yang menyakitkan. Walaupun masalalumu menyakitkan, aku berjanji akan selalu membuatkan kenangan yang indah untukmu Arya. Batin Sari


...----------------...


Sari duduk di taman depan kolam renang belakang rumahnya, ia hanya melamun sambil menatap air.


Kalau gak salah bapak bapak yang tadi itu aku pernah liat di TV, siapa ya namanya aku lupa. Oh iya, Daniel Prayoga. Artinya Arya itu anaknya dia.


Ia begitu larut dengan pikirannya bahkan ia tidak sadar bahwa kakaknya sudah ada di sampingnya.


”Ade.” teriak Teguh di telinga Sari.


”Kakak ini ngapain teriak si.”


”Kamu udah berkali kali kakak panggil tapi diem aja, kenapa kamu?”


”Aku gapapa.”


”Kamu itu banyak banget rahasianya sih.Kamu itu masih kecil harusnya main aja sepuasnya jangan banyakan mikir.” ucap Teguh.


”Aku gapapa, kakak ngapain kesini. Kalo mau iseng jangan sekarang ya kak, aku lagi gak mood.”


”Kamu ini, kakak mau ngomongin hal penting.”


”Ngomong apa?”


”Kakak kan nyari tahu cowo yang waktu itu gangguin kamu di sekolah, siapa itu anu si Leon Leon itu.”


”Aduh kakak kurang kerjaan banget si, ngapain ngurusin hal gak penting begitu.”


”Tetep aja, kakak gak mau di sekitar kamu cuma ada cowo kaya si Arya atau Wisnu itu.”


”Lagi lagi kakak ngerendahin mereka ya? inget kak, aku utang nyawa sama Arya.”


”Iya maaf, ya pkoknya karena kakak khawatir jadi kakak cari tau tentang Leon.”


Sari hanya diam karena tidak tertarik dengan apa yang dibicarakan kakaknya itu.


”Dengerin dong de.” omel Teguh


”Iya ini di dengerin, terus apa?”


”Jadi dia itu Leon Prayoga, anak kedua pengacara terkenal itu Daniel Prayoga. Menurut info yang kakak dapet si anak pertamanya hilang dan belum ditemukan.”


”Apa?”


Sari berteriak bangun dari duduknya karena terkejut dengan apa yang kakaknya katakan.


”Kaget tau, ngapain si teriak teriak.” omel Teguh


Kenapa aku gak kepikiran, nama belakang Leon kan Prayoga terus beberapa hari lalu juga dia menanyakan tentang Arya. Ya Ampun, lagi lagi karena sikap gak perduliku aku melewatkan informasi yang penting. Aku harus fokus, masalah utama ku bahkan belum aku singkirkan. Sekarang bagaimana aku menghadapi Leon, bagaimanapun dia adiknya Arya. Tapi gak mungkin juga aku bilang ke Arya kalau aku tahu tentang dirinya. Lebih baik aku bersikap seperti biasa saat aku belum tahu apapun. Batin Sari


...****************...

__ADS_1


__ADS_2