Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Terungkapnya Pelaku


__ADS_3

Nathali dan anak buahnya sibuk memeriksa CCTV seluruh rumah termasuk lingkungan sekitar kediaman, sedangkan tugas penyelidikan seluruh tamu dan pegawai dilakukan oleh rekan rekan Nathali yang anggota CAI.


Butuh waktu delapan belas jam hingga akhirnya Nathali menemukan orang yang diduga kuat pelakunya.


Dia menemukan beberapa rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang wanita tua yang memasukan sesuatu ke setiap minuman yang diminum oleh Ilyas dan Rita.


Nathali mengenal wanita tua itu adalah asisten rumah tangga di kediaman itu hanya saja dia sendiri lupa siapa namanya.


Rekannya yang anggota CAI pun mengiriminya email tentang penyelidikan semua daftar tamu dan juga pegawai di kediaman Jayadiningrat, hanya saja tidak ada yang terlalu mencurigakan.


Nathali mengirimkan potongan rekaman CCTV yang memperlihatkan wanita tua itu memasukan sesuatu yang entah apa kedalam minuman, lalu meminta rekannya itu menyelidiki semua tentang wanita itu. Karena wanita itu adalah pelayan yang paling lama bekerja sehingga informasi mengenainya pun tidak banyak karena orang yang memepekerjakannya sudah tiada.


Setelah meminta tolong hal itu pada rekan kerjanya, Nathali langsung mengirimkan potongan rekaman CCTV itu pada Sari.


Di rekaman itu tingkah bi Inah memang mencurigakan hanya saja dirinya masih berpikir positif kalau mungkin saja yang dimasukan bi Inah hanyalah vitamin, mengingat dokter mengatakan kemungkinan besar orangtuanya mengidap penyakit dan tidak bilang bahwa orangtuanya di racuni.


Namun, dirinya tetap akan menunggu hasil pemeriksaan orangtuanya untuk menentukan apakah ini ada kaitannya dengan bi Inah atau tidak.


Sejujurnya Sari sangat takut, apakah karena campur tangan dirinya mengenai masa depan sehingga orangtuanya harus mengalami hal ini.


Banyak yang Sari pikirkan hingga dia sama sekali tidak mengucapkan banyak kata selama berada di rumah sakit.


Arya terus berada di sampingnya dan mengajaknya bicara namun Sari hanya menjawab sekenanya. Hal itu sangat mengkhawatirkan bagi Arya, karena Sari yang dulu dia kenal pasti akan uring uringan menangis, apa hal ini sangat membuat kekasihnya itu shock berat sehingga tiba tiba sifatnya menjadi dingin.


Cukup lama Sari dan Arya menunggu hasil lab orangtuanya keluar, sedangkan Teguh dan Tania menjaga orangtua mereka di kamar inap.


Setelah sekian lama akhirnya petugas lab keluar dan memberikan hasil tes keduanya.


”Anda keluarga dari Ilyas dan Rita Jayadiningrat?” tanya petugas lab.


”Benar, saya putri mereka.”

__ADS_1


”Hasil tes darah keduanya sama, mereka berdua mengidap Leukimia Myeloid Akut, dari tes darahnya terindikasi adanya paparan bahan kimia seperti Benzene. Namun peraturan ketat di sebagian besar negara membatasi paparan bahan kimia tersebut yang berarti kemungkinan besar mereka terpapar bahan kimia itu karena sering menggunakan mengkonsumsi atau bahkan terkena percikan radiasi bahan kimia itu di suatu tempat.” jelas petugas Lab.


”Apa?”


Kaki Sari langsung lemas saat mendengar hasil lab kedua orangtuanya, dia merasa semua usahanya sia sia jika dirinya tidak bisa menyelamatkan nyawa orangtuanya.


Arya yang berada disamping Sari hanya bisa menangkap tubuh Sari yang lemas sambil bertanya pengobatan yang terbaik untuk kesembuhan keduanya.


Sayangnya bagi Sari pertanyaan Arya itu sia sia, dia tahu bahwa leukimia termasuk kanker yang berbahaya dan juga sulit disembuhkan, namun saat petugas lab mengatakan bahwa leukimia masih di stadium awal dan bisa memulai pengobatan dengan kemoterapi kemungkinannya dalam lima tahun sel kankernya akan hilang, tentu harus rajin melakukan kemoterapi agar hasilnya maksimal.


Seketika mendengar itu Sari langsung berdiri, seolah harapannya masih ada. Tanpa ragu Sari langsung meminta perawatan terbaik untuk kedua orangtuanya, dia meminta dokter terbaik yang merawat mereka secara khusus. Dirinya tidak perduli berapapun biaya yang diminta asalkan orangtuanya bisa sembuh.


Mendengar hal itu, petugas lab hanya meminta Sari untuk langsung menemui dokter Fendi. Beliau adalah spesialis kanker terbaik di negara ini. Dan kebetulan beliau juga dokter ketua di rumah sakit ini.


Dia langsung menuju ruangan dokter Fendi dan meminta pelayanan khusus untuk orangtuanya.


Setelah memastikan jadwal kemo orangtuanya, Fendi menyarankan orangtua Sari untuk melakukan perawatan di rumah sakit agar dirinya bisa dengan mudah memantau.


Ketika Sari dan Arya sampai di ruangan rawat inap, semua yang berada disitu memandangi mereka berdua.


Semuanya sudah sangat menunggu apa hasil tes itu dengan perasaaan cemas.


Meski leukimia itu masih stadium awal tetap saja Sari tidak sanggup mengatakan hasil lab itu. Dia masih begitu takut dengan apa yang akan terjadi nanti pada orangtuanya.


”Apa hasilnya katakan.” tanya Teguh.


Sari tetap diam tanpa mengatakan apapun dan hanya memberikan surat hasil lab kedua orangtuanya.


Setelah membaca hasil tes itu seketika tubuh Teguh yang gagah itu langsung ambruk, dia benar benar merasa hancur melihat isi dalam surat itu. Tania hanya bisa menenangkan Teguh yang tampak sangat sedih.


Arya tidak bisa melihat suasana menjadi kacau maka dari itu dia menjelaskan dengan detail bahwa leukimia itu masih tahap awal dan akan sembuh total jika melakukan kemoterapi.

__ADS_1


Tidak lupa dia pun meminta Teguh dan Sari untuk tenang dan berpikir positif, sedangkan orangtua mereka yang hanya diam mendengar hasil tes itu langsung di semangati oleh Arya.


”Anda berdua tidak perlu khawatir, kalian pasti akan sembuh. Saya akan memastikan kalian mendapatkan perawatan terbaik, dan saya berjanji akan selalu menemani anda berdua kemoterapi. Anda berdua hanya perlu semangat, saya yakin putra dan putri Anda berdua juga akan selalu mensuport kalian. Benar kan?” ucap Arya sambil menengok kearah Sari dan Teguh.


Sari dan Teguh dengan perlahan menghampiri orangtuanya yang berbaring di ranjang kemudian berjanji bahwa mereka berdua pasti akan sehat seperti sebelumnya.


...----------------...


Sari dan Arya menemui Nathali yang sudah berada di kediaman Jayadiningrat bersama dengan beberapa anak buahnya dan semua pegawai kediaman Jayadiningrat yang sudah di kumpulkan di aula.


Semua pegawai sangat bingung kenapa mereka dikumpulkan seperti itu dengan dikelilingi banyak pria berjas yang berotot besar.


Tidak lama kemudian Sari dan Arya datang dan berdiri di depan pegawai yang sudah di kumpulkan, kemudian Nathali menyalakan rekaman CCTV yang ditampilkan di layar besar.


Rekaman CCTV itu memperlihatkan bi Inah memasukan sesuatu di minuman Rita dan Ilyas.


Semua pegawai terkejut dan juga bingung apa maksud dari rekaman itu, sedangkan wjah bi Inah hanya pucat pasi. Dia ingin kabur namun itu tidak mungkin dilakukan mengingat saat ini mereka dikepung oleh banyak pria berotot besar.


Ketika suasananya sedang ribut, Sari langsung berteriak agar semuanya bisa tenang.


”Diam..”


Seketika suasana menjadi hening dan juga mencekam.


”Seret dia kemari.”


Hanya dengan satu kalimat itu, salah satu pria berjas yang berotot besar yang berada di posisi paling dekat dengan bi Inah langsung menarik rambut wanita tua itu ke depan kemudian melemparkan wanita tua itu ke hadapan Sari.


Semua pegawai terkejut sekaligus takut dengan apa yang saat ini terjadi. Mereka bercucuran keringat melihat wanita tua itu di seret paksa hingga merasa berteriak kesakitan seperti itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2