Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Gangguan


__ADS_3

Zayn ternyata bertemu dengan Surya kuasa hukum CH group, Zayn sengaja menyuruh Surya memilih apakah akan datang memenuhi undangan makan siangnya atau memilih ke kantor polisi untuk mewakili CH group yang sedang tersandung sedikit masalah.


Surya tahu betul reputasi dan sepak terjang Zayn sehingga dirinya lebih memilih pihak Zayn.


Kesempatan seperti ini memang sudah dia tunggu tunggu, hanya saja dari dulu Zayn tidak pernah tertarik dengannya. Sejujurnya kali ini dia heran kenapa Zayn tertarik pada dirinya namun dia menghilangkan semua pertanyaan itu dalam pikirannya. Dia hanya menginginkan kemajuan kariernya jika berada dibawah naungan Zayn.


Dia sudah melihat banyak orang bisa berada dalam kesuksesan karena sokongan dari Zayn, maka dari itu dirinya juga ingin mendapatkan dukungan seperti itu pada kariernya. Meski dia kuasa hukum CH group dan mendapatkan gaji yang lumayan besar akan tetapi kariernya tetap saja hanya sebatas itu. CH group terlalu bersih sehingga dia bahkan tidak bisa mengambil sedikit celahpun untuk mengambil keuntungan ataupun untuk menaikan reputasinya.


”Kamu memilih pilihan yang benar.” seru Zayn.


”Tentu saja pak, saya sangat merasa terhormat bisa bertemu secara pribadi dengan bapak seperti ini.”


”Hahaha, ya kau memang beruntung. Banyak orang memohon bertemu secara pribadi demi keuntungan mereka tapi kau tahu kan bahwa aku hanya akan menemui orang yang ber.gu.na un.tuk.ku ”


Zayn sengaja membuat penekanan di kalimat yang dia ucapkan agar Surya paham bahwa dirinya harus selalu berguna untuk Zayn agar tidak dibuang.


”Tentu saja pak, saya akan melakukan apapun untuk membantu mencapai keinginan bapak.” ucap Surya.


”Semoga kau bisa buktikan ucapanmu.”


”Tentu pak, saya mempertaruhkan nyawa daya sendiri untuk bapak.”


”Hahahaha aku sungguh menyukaimu, kata katamu sungguh enak didengar hahahaha”


Zayn tertawa diikuti Surya yang juga tertawa namun tiba tiba Zayn berhenti tertawa dan mengucapkan kalimat yang bisa dibilang ancaman.


”Kau tahu mengambil nyawa orang itu tidak menyenangkan hanya dilakukan sekali.”


”Maksud bapak?”


”Maksudku aku lebih suka membiarkannya hidup seperti di neraka sehingga dia akan memohon untuk dibunuh daripada hidup di neraka.”


Zayn berdiri dan berjalan menuju jendela yang berada tepat di samping meja makan dan menatap keluar jendela.


”Aku lebih suka memperlakukan pengkhianat seperti itu, aku akan membuatnya sekarat lalu aku sembuhkan lagi setelah sembuh aku akan membuatnya sekarat dan begitu seterusnya. Aku tidak akan mengizinkannya mati.” ucap Zayn sambil tersenyum.


Mendengar itu Surya menelen ludahnya sendiri dan keringat bercucuran di wajahnya.


Zayn menengok ke arah Surya lalu tersenyum penuh makna.


”Kau tidak perlu takut, aku hanya membicarakan pengkhianat.”


Surya tidak sanggup menatap mata Zayn sehingga dia hanya bisa menunduk sambil terus merasa tegang.

__ADS_1


”Nah, bagaimana kalau kita makan dulu sebelum membicarakan apa yang akan kamu dapat.” ucap Zayn dengan ceria kemudian duduk kembali di kursinya.


Mana bisa aku menelan makanan ini jika harus makan berhadapan dengan penguasa paikopat seperti ini.


Meski Surya berpikir begitu namun dia tidak mempunyai pilihan selain melahap makanan yang sudah disediakan. Entah makanan itu akan tercerna dengan benar atau tidak, yang jelas saat ini dia harus terlihat baik di depan Zayn.


Setelah selesai makan, Zayn tampak memulai pembicaraannya.


”Mungkin sebentar lagi posisimu di CH group akan digantikan.”


”Tidak masalah, saya akan resign dan fokus mengabdi pada bapak.”


”Jangan pernah potong ucapanku.” Zayn tampak memasang wajah kesal sehingga nyali Surya langsung menciut.


”Maaf Pak.”


”Saat CH group memberhentikanmu, sebisa mungkin kau harus bertahan. Kau bisa menuntutnya karena memecatmu secara sepihak atau apapun itu berdasarkan hukum. Buat gugatan yang akan merepotkan CH group. Mengerti?”


”Baik pak.”


”Pergilah.”


Setelah menyuruh Surya pergi, Ferdi yang menunggu di depan pintu permisi untuk masuk.


”Fer, awasi dia. Jika dia gagal dan sudah tidak berguna lagi, bereskan dia. Jangan menarik perhatian.” perintah Zayn.


”Baik Pak, tim A akan saya kerahkan.”


Zayn memang memiliki banyak anak buah yang terbagi di enam tim dan setiap tim memiliki tugas yang berbeda. Mereka semua ada dibawah pengawasan langsung Ferdi.


...----------------...


Sari dan Arya tiba di kantor pusat CH group dan langsung menuju ruangan Sari dimana Nathali sudah menunggu mereka.


”Nathali kamu masuk ke ruanganku dan sekretaris kim tolong jangan izinkan siapapun masuk sebelum Nathali keluar dari ruanganku ya?” ucap Sari.


”Baik bu.”


Sari, Arya dan Nathali masuk ke ruangan Sari lalu Nathali duduk dihadapan Sari dan Arya.


Nathali memasukan sebuah flashdisk ke laptop kemudian menunjukan rekaman CCTV yang dia temukan.


”Lihat nona, pada pukul tujuh lewat tiga belas truk kita terlihat di blok A sedangkan truk kita baru terlihat lagi pukul sembilan lebih dua menit di blok B padahala jarak dari blok A ke blok B hanya membutuhkan waktu lima belas menit namun truk kita baru terlihat di blok B setelah satu jam empat puluh sembilan menit. Saya menduga di tentang waktu inilah truk kita di sabotase.”

__ADS_1


”Mereka cukup pandai karena memilih wilayah buta namun mereka pasti tidak mengira orang sepandai kamu ada di pihakku.” puji Sari.


Nathali tersenyum kemudian mengangkat kedua matanya ke arah Arya seakan ingin pamer bahwa dirinya dipuji oleh Sari. Melihat tingkah Nathali itu Arya hanya kesal.


”Ah saya menemukan bercak darah di jalanan dari blok A ke B. Saya menduga ada perkelahian yang terjadi. Kalau saya boleh tahu apakah keadaan supir dan kenek baik baik saja?”


”Mereka menghilang setelah mengantarkan truck ke pangkalan. Saat mengecek CCTV di pangkalan juga mereka berdua memakai masker dan juga topi sehingga wajahnya tidak terlihat dengan jelas. Hingga saat ini supir dan kenek kita sedang dicari. Semoga ketemu sehingga kita tidak perlu repot mengurus hal seperti ini lebih lama lagi.”


”Saya akan mencari mereka juga, apa saya boleh mengetahui identitas supir dan kenek kita?”


”Nanti akan aku kirimkan ke ponselmu.”


Arya memperhatikan rekaman CCTV itu dengan seksama lalu dia menemukan sesuatu kemudian dia menjeda rekaman itu.


”Lihat ini sayang, mobil mobil ini tampak mengikuti truk kita sejak keluar dari hutan.”


Arya menzoom tangkapan CCTV itu dan tampak samar wajah orang yang di dalam mobil karena mobil itu sempat membuka jendelanya.


”Sayang, apa kamu pernah liat pria ini? dia seperti mafia.” tanya Arya.


Sari dan Nathali melihat wjah yang samar itu lalu Sari teringat sesuatu.


”Sepertinya pria itu yang pernah menyerang kita di Inggris. Iya kan Nat?” ucap Sari memastikan.


Nathali mengangguk lalu menjadi sangat marah.


”Berani sekali preman ini? aku akan mencari dan menghabisi mereka sekarang juga.”


Sari menarik tangan Nathali dan menyuruhnya untuk tenang dan duduk kembali.


”Tenang lah Nat, duduk dulu.” ucap Sari.


Arya yang mendengar bahwa preman itu sempat menyerang kekasihnya di Inggris pun juga merasa sangat marah, namun sebelum mengatakan apapun Sari yang melihat ekspresi marah Arya langsung memegang tangan Arya agar dia juga tenang.


”Tenang Arya.”


”Kamu...” Arya menatap Sari sambil menahan amarahnya kemudian memejamkan matanya dan menunduk.


”Kenapa kamu gak cerita mengalami hal buruk sperti itu di Inggris?” Arya bertanya dengan suara bergetar karena dia begitu takut hal buruk menimpa kekasihnya.


”Maafkan Aku.”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2