Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Bukti


__ADS_3

Bi Inah pergi ke area pembuangan sampah yang ada di belakang rumah sambil membawa sampah kertas yang sudah basah oleh air susu.


Ternyata di pembuangan sampah ada seseorang yang berpakaian serba hitam dan juga memakai topi hitam dan memakai masker yang sudah menunggu kedatangan Bi Inah.


”Kau tidak pernah lupa memberikan air ini secara bertahap selama ini kan?” ucap orang misterius itu sambil memberikan botol kecil.


”Saya tidak pernah lupa memberikan setetes air ini sesuai instruksimu.” jawab Bi Inah sambil menerima botol yang diberikan seseorang itu.”


”Bagus, dengan begini sesuai rencana di saat pesta pertunangan Teguh berikan dosis yang lebih tinggi. Hanya acara itu yang bisa menutupi jejak kita, kita akan membuat pihak catering yang bertanggungjawab atas ini. Ingat, kau harus hati hati seperti yang selama ini kau lakukan.”


”Kau tenang saja, aku akan balas kematian putraku bagaimanapun caranya.”


Pria itu langsung pergi sedangkan Bi Inah menyimpan botol kecil itu di saku bajunya.


Pak Joko security di kediaman Jayadiningrat memergoki Bi Inah yang sedang di tempat pembuangan sampah saat dia sedang berkeliling rumah.


Dia menyentuh bahu Bi Inah karena penasaran dan Bi Inah langsung tersentak kaget saat ada yang menyentuh bahunya, Bi Inah perlahan menengok dan ternyata yang menyentuhnya adalah Joko.


”Dasar ngagetin aja kamu ya.” omel Bi Inah.


”Bi inah ngapain malam malam disini?” tanya Joko penasaran.


”Saya lagi buang sampah lah, emang ngapain lagi malam malam disini.” jawab Bi Inah sedikit gagap.


”Kok buang sampah malam malam begini?”


”Ya tadi saya bawa minuman ke kamar non Sari, eh minumannya tumpah mengenai kertas kertas ini. Ya saya langsung bersihkan dan buang kesini.”


”Kan bisa besok pagi bi.”


”Ini kan susu dan rasanya manis, kalau tunggu besok buangnya nanti banyak semut. Udahlah nanya mulu kamu, sana keliling lagi. Kerja yang bener.”


Bi inah langsung pergi saja meninggalkan Joko yang masih sedikit aneh melihat tingkah Bi Inah, namun karena alasan yang dibuat Bi Inah masuk akal, makanya dia mengabaikan hal itu kemudian melanjutkan tugasnya berkeliling rumah.

__ADS_1


...----------------...


Keesokan harinya Nathali memberikan informasi mengenai pencarian terhadap supir dan kenek yang menghilang.


Sari cukup terkejut dengan bukti yang diperoleh Nathali, ternyata keduanya sudah dibunuh dan mayatnya di temukan sudah terkubur di gedung kosong.


Nathali sengaja tidak melaporkannya dulu kepada polisi karena yang harus mengetahui pertama adalah Sari dan tugasnya hanyalah mengikuti keputusan yang akan Sari buat.


Selain bukti keduanya sudah meninggal, Nathali juga menemukan identitas kedua preman yang menyamar sebagai supir dan keneknya.


Preman itu tergabung dalam geng bernama Tiger. Pemimpin geng itu bernama Michael dan setelah diselidiki lagi ternyata dia sering terlihat mengunjungi kediaman Sandi seorang pengusaha furniture.


”Maksudmu Sandi Tan?”


”Benar, sudah sekitar sepuluh tahun mereka terlihat bolak balik ke kediaman itu. Sepertinya mereka ditugaskan untuk melakukan sesuatu secara ilegal.”


Berarti saat itu aku tidak salah lihat, ternyata Doni yang sudah menyuruh mereka menyerangku waktu di Inggris. Pantas mereka sanggup membayar geng seperti itu ternyata mereka juga ada di bawah Zayn. Baiklah, ternyata yang harus ku singkirkan bukan hanya Doni dan Nita.


”Nat, apa kamu bisa mengumpulkan beberapa orang yang kuat sepertimu?”


”Aku akan mempekerjakan mereka semua, aku akan mengumpulkan mereka semua di satu rumah yang nanti aku siapkan, dan tugas mereka hanyalah memberi pelajaran pada tikus tikus pengganggu seperti preman itu.”


”Jika untuk menghabisi mereka, saya bisa melakukannya sendiri.”


”Tidak, kamu hanya perlu selalu disisiku. Tugas seperti itu berikan saja pada orang orang yang kamu bawa nanti, mereka akan bekerja di bawahmu. Lagipula kedepannya akan banyak orang seperti itu yang mengganggu. Dan orang seperti mereka hanya akan sebentar di penjara kemudian akan terus seperti itu.”


”Saya mengerti, saya akan langsung menghubungi mereka semua. Berapa yang anda butuhkan?”


”Sebanyak mungkin, dan untuk bayaran. Mereka akan mendapatkan gaji berapapun akan saya beri asal pekerjaan mereka bagus.”


”Masalah bayaran itu tidak masalah berapapun itu, asal berikan saja mereka tempat tinggal dan cukupi kebutuhan mereka. Mereka akan melakukan apapun yang saya minta karena mereka semua berhutang nyawa pada saya.”


”Kalau itu sudah pasti, tapi gaji akan tetap aku berikan. Terserah kamu saja nanti yang mengatur.”

__ADS_1


”Berikan saja mereka gaji dua puluh persen dari gajiku.”


”Ya terserah kamu saja, aku akan berikan gaji mereka sesuai yang kamu minta nantinya.”


Setelah membicarakan itu Nathali mengantar Sari ke kantor polisi.


Sari berniat memberikan bukti itu kepada polisi. Setidaknya dua preman yang menyamar itu yang akan Sari salahkan. Dia memilih tidak membawa bawa Sandi Tan dan Zayn karena bukti yang dia punya tidak cukup untuk menyeret mereka. Lagipula dia juga yakin ada oknum polisi yang juga anak buah Zayn, mengingat fitnah kemarin begitu detail sampai polisi bisa datang tepat disaat truknya sampai sekitar lima menit.


Dengan bukti yang Sari bawa tidak lama kemudian dua preman itu ditangkap sebagai tersangka penebangan liar. Aneh memang, padahal Sari baru sejam di kantor polisi namun saat ini polisi sudah menangkap tersangkanya seperti sudah disiapkan hanya tinggal menunggu dirinya membawa bukti.


Dua preman itupun mengakui bahwa mereka sendirilah yang telah menyabotase truk karena beralasan sudah lama dendam pada sang supir dan awalnya hanya berniat memfitnahnya menggunakan kayu ilegal itu, tapi karena sang supir dan keneknya terus melawan akhirnya mereka terpaksa membunuhnya dan membawa truk itu ke pangkalan agar supir dan kenek yang menghilang itu dianggap kabur.


Sari sudah menduga bahwa dua preman ini akan mengakui semua tuduhan dan tidak membawa bawa nama orang yang sudah menyuruh mereka, itulah sebabnya Sari tidak melibatkan mereka untuk tuduhan seperti itu.


Dia akan merencanakan hal lain yang akan menyeret mereka semua ke dasar jurang.


Karena musuhku semua bergabung menjadi satu maka aku hanya perlu mengikuti rencana yang mereka buat. Aku akan menunggu sambil menambah kekuatanku.


”Nat, kita ke kantor pengacara Daniel Prayoga sekarang.”


”Baik.”


Mereka berdua pergi dari kantor polisi menuju kantor pengacara Daniel Prayoga.


”Mungkin aku akan lama disini, jadi kamu bisa menghubungi teman temanmu sekarang dan bujuk mereka untuk datang kemari ya? Seperti yang kamu lihat tadi musuhku tidak hanya bekerja sama dengan para preman namun juga dengan oknum polisi.”


”Anda tenang saja, mereka semua akan secepatnya datang kemari dan untuk urusan polisi mungkin saya memang tidak bisa membantu karena tidak memiliki koneksi dengan polisi namun saya memiliki kenalan beberapa anggota C. A. I. Jadi saya akan mendapatkan informasi penting apapun dengan cepat dan akan memastikan musuh anda tidak bisa menyentuh anda sedikitpun.”


”Aku tidak tahu bagaimana caranya berterimakasih padamu.”


”Anda tidak perlu berterimakasih karena saya justru merasa tidak sebatang kara setelah bertemu anda.”


”Makasih ya Nat, kalau begitu aku masuk dulu.”

__ADS_1


Nathali menjawabnya dengan sekali anggukan kepala.


...****************...


__ADS_2