Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pembagian Hak


__ADS_3

”Saya ingin bicara hal penting dengan anda.” ucap Arya sesaat setelah membuka pintu ruangan Daniel.


Daniel melihat Arya sambil duduk di kursi kerjanya.


”Duduk dulu baru bicara, kau mau minum apa?” ucap Daniel sambil mempersilahkan Arya duduk di sofa sedangkan dirinya sudah terlebih dahulu duduk di sofa.


Arya duduk kemudian meletakan tasnya yang berisi dokumen di atas meja.


”Tidak usah repot repot, saya kesini mau membicarakan tentang harta mendiang ibu saya.” ucap Arya sambil mengeluarkan dokumen dokumen berisi surat ahli waris, surat serah terima harta hingga surat kuasa balik nama untuk harta warisan itu.


”Apa yang kau keluarkan itu.”


”Ini semua dokumen yang dibutuhkan untuk mengambil alih aset mendiang ibu saya.”


”Kau mau mengambil alih semua harta isyana?”


”Iya.”


”Saya akan memberikannya tapi dengan satu syarat.”


”Saya tidak berniat mengabulkan syarat dari anda, saya hanya mengambil hak saya. Saya datang kesini untuk memberitahu Anda bahwa saya akan menempuh jalur hukum jika anda tidak bisa diajak bicara. Dan saya pastikan proses ini akan menyita banyak waktu anda yang sangat berharga itu.”


”Kenapa kau tidak mau mendengar dulu syarat dariku.”


”Silahkan pelajari semua dokumennya, saya juga punya salinannya dirumah jadi jika anda membakarnya sekalipun saya tidak dirugikan. Besok saya akan datang lagi kesini untuk mendengar jawaban anda.”


Arya berdiri dan berniat meninggalkan ruangan itu, namun saat ia sudah hendak membuka pintu tiba tiba Daniel mengatakan hal yang mengejutkannya.


”Kembalilah ke rumah nak, itu syarat dariku.”

__ADS_1


Arya kesal mendengar persyaratan itu, ia hanya berdecak sambil mengangkat ujung bibirnya.


”Saya sudah bilang bahwa saya tidak berniat mengabulkan syarat anda. Jika anda hanya akan beromong kosong seperti tadi lebih baik saya pulang sekarang. Besok saya akan kembali lagi, saya harap semua dokumen yang saya berikan sudah anda tanda tangani.”Arya mengatakan dengan nada ketus lalu kembali membalikan badannya untuk pergi dari ruangan yang menyesakkan itu.


”Nak, maafkan papi.”


Arya langsung diam membeku, ia memang menantikan kata seperti itu dari dulu tapi entah kenapa setelah mendengarnya justru membuatnya menjadi sakit.


”Papi akan menebus semua kesalahan papi dengan menjalani hidup yang tidak bahagia seumur hidup. Papi benar benar menyesal.”


Daniel meminta maaf dengan suara bergetar, dari suaranya sudah terdengar jelas betapa ia sangat menyesali apa yang telah ia perbuat.


Arya sama sekali tidak menengok walau ia tahu ayahnya menangis dan menyesal, Arya masih butuh waktu untuk menerima semuanya. Rasa sakitnya masih terasa hingga kini, akhirnya ia memilih untuk pergi meninggalkan ayahnya yang sedang menangis.


Di lift Arya hanya bersandar pada dinding sambil. menahan air matanya.


Kenapa anda minta maaf, harusnya sampai akhir jadilah orang jahat sehingga aku tidak akan merasa sesakit ini. Jika aku membalas dendam maka aku hanya akan jadi orang jahat sendirian, kenapa anda tega sekali membuatku menjadi anak yang durhaka.


Sementara itu di Inggris Sari sedang berbelanja di supermarket, dia akan berbelanja kebutuhan sehari hari dan juga bahan makanan untuk memenuhi lemari es nya. Sari memang tidak bisa memasak, jadi ia hanya memenuhi kulkasnya dengan makanan jadi, snack ,air mineral, jus dan juga buah buahan segar.


Sari berbelanja seorang diri karena dia belum mempunyai teman yang akrab di Inggris, lagipula dia juga tidak pernah mempunyai teman. Baginya berteman hanya merepotkan dan membuang buang waktu, maka dari itu teman dekatnya dari dulu hanyalah Nabila.


Selesai berbelanja, Sari berniat untuk pulang ke apartemennya dengan berjalan kaki karena jarak supermarket ke apartemennya memang tidak jauh.


Ia berjalan sambil membawa dua kantung belanjaan yang lumayan berat, ia sedikit menyesal karena berjalan kaki dengan membawa kantung belanjaannya itu membuat ia cukup kelelehan.


Ia hampir menjatuhkan kantung berisi belanjaan karena rasa lelahnya itu, namun untungnya ada seseorang yang membantunya menangkap kantung belanjaannya itu. Ia sungguh bersyukur dan berniat mengucapkan Terima kasih. Namun siapa sangka, seseorang yang menolongnya adalah Doni, pria yang sangat ia hindari.


Sari memilih untuk berpura pura tidak mengenalinya, ia mengambil kantung belanjaannya yang berada ditangan Doni lalu kemudian mengucapkan Terima kasih dengan bahasa Inggris.

__ADS_1


”Thank you.”


Sari akan pergi namun tiba tiba Doni memegang pergelangan tangannya.


”Kamu gak mengenaliku? Kita pernah bertemu di panti asuhan dan kamu sempat memelukku.” ucap Doni dengan percaya diri.


”Maaf, saya tidak ingat. Kalau begitu saya permisi dulu, saya masih banyak urusan.”


”Tunggu dulu, biar aku antar. Kamu kelihatan sangat kerepotan.”


”Gak perlu, saya bisa sendiri.”


Baru saja ia menolak bantuan dari Doni tiba tiba kantung belanjaannya malah nyaris jatuh kembali karena ia keberatan membawanya.


”Tuh kan kamu repot bawanya biar aku bantu. Aku cuma akan mengantarmu aja setelah itu aku pergi.”


Sari dengan sangat terpaksa mengizinkan Doni mengantarnya sampai depan lobi gedung apartemen. Ia sengaja tidak membiarkan Doni ikut sampai depan pintu kamar apartemennya.


”Terimakasih sampai sini saja, saya bisa sendiri. Silahkan anda pulang.”


Kenapa dia tidak mau aku antar sampai pintu apartemennya sih, padahal aku harus mendekatinya. Tapi untuk saat ini lebih baik aku pulang aja, kalau aku memaksa yang ada dia malah kabur.


”Baiklah, aku pamit dulu ya? semoga kita bisa bertemu lagi.”


Setelah memastikan Doni pergi. Ia sengaja menunggu Doni pergi dahulu agar Doni tidak mengikutinya sampai pintu kamarnya, ia juga tidak lupa meminta resepsionis dan satpam apartemen itu agar siapapun yang bertanya dimana kamar apartemennya supaya jangan diberitahu.


Ia berniat untuk pindah tempat tinggal agar Doni tidak mengetahuinya, namun ia masih membutuhkan waktu untuk mencarinya.


Kemudia Ia berjalan menuju kamar apartemennya, Ia membuka pintu apartemennya dengan kartu kemudian masuk dan meletakkan belanjaannya di meja dapur. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di sofa panjang depan televisi sambil menutup matanya karena begitu kelelahan.

__ADS_1


Sial, kenapa Doni ada di sini? apa ini kebetulan? firasatku gak enak tentang ini. Apa aku harus cerita pada Arya? namun Arya sibuk karena harus menghandle semua pekerjaan aku, ia juga harus terus memantau pergerakan Nita. Tapi Doni ada disini juga cukup berbahaya, apa aku sewa body guard aja? tapi aku bakal gak nyaman kalau kemana mana di ikuti body guard. Gimana ya? Aku harus antisipasi dari sekarang. Aku gak mau kecolongan lagi oleh Doni. Ah aku benar benar lelah dan pusing, padahal aku hanya ingin menyelesaikan kuliahku dengan tenang. Tapi sumber masalah malah mengikutiku kesini, biar besok aja deh aku pikirin lagi. Saat ini aku akan istirahat dulu.


...****************...


__ADS_2