Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Kesalahpahaman


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Leon langsung berkemas meninggalkan rumah kakaknya. Arya sempat mencegahnya namun Leon yang sudah dibutakan amarah bahkan tidak mau mendengar apapun yang akan dikatakan kakaknya.


”Lo mau kemana? lo dengerin dulu penjelasan gue.” ucap Arya sambil menahan tangan adiknya yang sudah membawa sekoper baju.


”Gak cukup punya orangtua yang hina, bahkan gue juga harus punya kakak yang hina. Kelakuan kalian sama saja tapi kenapa lo sok kabur dan mengecam orangtua kita? Gue pikir lo gak sama kayak mereka makanya gue bahkan merelakan cewe yang gue cintai demi elo yang baik. Jujur gue nyesel selama ini selalu ngikutin elo dan berharap sama lo.”


Suara Leon gemetar saat mengatakan hal yang tidak hanya menyakiti kakaknya tapi juga sangat menyakitinya.


”Kalo lo pergi sekarang artinya lo gak percaya sama gue.”


Leon mulai melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, sejujurnya ia sangat mempercayai kakaknya hanya saja apa yang ia lihat membuatnya meragukan kakaknya itu.


”Padahal dulu saat ada kesalahpahaman diantara kita bahkan lo tetap percaya sama gue dan selalu meminta penjelasan walaupun gue gak pernah mau memberikan penjelasan apapun. Tapi sekarang giliran gue mau menjelaskan, lo malah gak mau mendengarnya. Sejujurnya gue gak ngerti sama lo.” ucap Arya lirih, ia sudah pasrah jika adiknya memilih pergi tanpa mendengarkan penjelasannya.


Leon berhenti dari langkahnya, sejenak ia merasakan suara kakaknya yang gemetar.


Kakak benar, kenapa gue gak mau dengerin penjelasannya dulu. Apa karena yang gue takut faktanya ia tidak bersalah sehingga gue gak bisa membenarkan diri buat merebut Sari? ternyata gue orang jahat yang bahkan ingin membuat kakaknya terkesan menjadi penjahat sedangkan dirinya sendiri bak malaikat. Apa bedanya aku dengan mami?


Setelah diam sejenak untuk berpikir, akhirnya Leon kembali lagi dan duduk di sofa. Ia memutuskan untuk mengendalikan dirinya agar tidak menjadi orang sejahat maminya.


”Gue akan dengar penjelasan lo.”


Arya menghampiri adiknya lalu duduk juga di sofa tepat di samping adiknya itu.


”Gue akan cerita dari awal.”


Leon diam menunggu kakaknya yang mencoba menjelaskan namun ia masih mencoba mengatur napasnya, mungkin hatinya masih sakit akibat ucapan Leon tadi.


”Tadi gue lagi dijalan mau pulang ke rumah, gue lihat ada cewe yang mau di lecehkan preman. Gue nolongin tanpa pikir panjang, setelah gue tahu siapa cewe itu gue berniat ninggalin dia dengan beberapa lembar uang agar ia bisa pulang sendiri. Bahkan gue merelakan jas gue agar bisa menutupi bajunya yang sobek karena perbuatan preman itu.”


”Terus kenapa kalian malah ada di butik? gak masuk akal. ” potong Leon.

__ADS_1


”Gue belum selesai, itu baru setengahnya.”


”Ya terus apa?” bentak Leon.


”Hah, sebenarnya lo niat mau mendengar penjelasan gue atau engga si? kalo dari awal lo berniat membuat gue jadi pembohong, lebih baik gue gak terusin penjelasan gue. Karena gue yakin bakalan percuma, apapun yang bakalan gue ucapin di pikiran lo itu semua bohong.”


Leon tahu kakaknya memang pintar, bahkan dia tahu apa yang ada dipikiran Leon saat ini. Dia tahu bahwa sebenarnya adiknya tidak berniat percaya pada penjelasannya.


Leon jadi merasa bersalah, dia yakin kakaknya tidak berbohong hanya saja dirinya yang belum move on ingin menganggap kakaknya berbohong agar dirinya tidak merasa menjadi orang jahat yang merebut kekasih kakaknya.


Setelah beberapa saat berkelut dengan pikirannya sendiri, akhirnya Leon mulai bisa tersadar kembali. Ia tahu Sari mencintai kakaknya jadi apapun yang terjadi belum tentu Sari menerima dirinya. Lagipula jika diteruskan ia yakin mereka bertiga akan tersakiti, setidaknya keadaan saat ini hanya dia yang sedikit terluka namun ia masih bisa bersyukur karena hubungannya dengan kakaknya membaik.


Leon, kau harus move on. Come on..


Cukup lama mereka diam membisu dan larut dalam pikirannya sendiri hingga akhirnya Leon memulai pembicaraan.


”Lo bener kak, emang sebenarnya dari awal gue pengen elo seperti pembohong sehingga gue bisa membenarkan perbuatan gue yang mencoba merebut Sari. Padahal gue gak beda jauh sama mami, tapi bisa bisanya gue yang bilang kalo lo yang gak jauh beda ama mereka. Kenapa gue jahat ya?” jelas Leon dengan suara bergetar dan raut wajah yang menahan kesedihan.


”Lo gak salah, cinta emang selalu membuat kita buta. Tapi lo gak perlu sampai berbuat itu, kalo lo pengin gue merelakan Sari maka gue akan berusaha menjauhinya.” ucap Arya lirih.


Leon langsung menengok dan menampar pipi Arya.


”Lo bodoh ya? kalo lo lakuin itu yang terluka bukan cuma lo, tapi Sari juga. Pada akhirnya kita bertiga akan terluka. Lo pikir gue bisa dapetin Sari setelah lo ninggalin dia nanti hah? Lo pikir Sari orang yang gampang jatuh cinta?” omel Leon


”Lo bener, tapi gue juga gabisa membuat lo terluka.”


”Gue merasa lebih baik sekarang, gue yakin gue bakalan move on. Sekilas tadi gue emang kalap karena gue pikir itu kesempatan bagus saat lo berbuat kesalahan. Tapi setelah gue pikir pikir, lo yang bucin dan rela lakuin apapun buat dia gak mungkin mengkhianatinya. Lagipula dia bahagia sama lo, dan itu cukup buat gue.”


”Tadi lo bilang lo mirip orangtua lo? Lo salah Leon, lo beda dari mereka. Lo adik gue yang baik jadi jangan berfikir seperti itu lagi ya?”


”Ya gue emang baik, tapi lo masih belum selesai ngasih penjelasan. Cepet jelasin, kalo gak masuk akal liat aja, gue bakalan beneran lho merebut pacar lo.” ucap Leon dengan ceria karena ia hanya berniat meledek kakaknya.

__ADS_1


”Gue cabut omongan gue tadi, lo itu nakal.” ucap Arya sambil menjitak kepala adiknya.


”Aduh sakit tau, bukannya cepetan jelasin malah jitak kepala. Dasarrr buciiin.. ”


Arya tertawa karena ia sudah merasa tenang melihat adiknya yang sudah kembali seperti sebelumnya.


”Jadi Cewe itu namanya Nita, dia anaknya orang yang berusaha membunuh orangtua Sari namun gagal dan akhirnya dipenjara. Gue baru sadar siapa dia pas udah nolongin dia, pas mau gue tinggalin malah tiba tiba dia menangis dan memohon di kaki gue itulah sebabnya warga datang berkerumun dan hendak mengeroyok gue. Yang bikin gue kesel, dia mencoba menenangkan warga dengan bilang kalo gue suaminya. Awalnya gue kesal dan mendorongnya yang mencoba memeluk gue tapi warga malah jadi marah dan gue nyaris di keroyok. Akhirnya terpaksa gue iyain perkataan dia.”


”Terus kenapa lo bawa ke butik berduaan gitu lagi, kenapa gak lo langsung anterin ke rumahnya kan beres.”


”Dia tinggal di panti dan dibiayain oleh keluarganya Sari pas gue anterin dia gak mau turun karena malu memakai baju sobek sobek, terus dia mau mengadu ke pihak panti kalo gue yang ngelecehin dia kalo dia gak diajak kerumah gue buat ganti baju. Lah gue gak mau lah bawa dia kerumah, jadi gue bawa aja ke butik dan gue suruh ganti baju di mobil abis itu malah lo dateng dan dia keluar dengan sengaja ngomong begitu. Jadilah pertengkaran kita.”


Leon mencerna semua penjelasan kakaknya, menurutnya wanita itu memang mencurigakan.


”Dia wanita licik kak, gue rasa dia mengincar lo. Mungkin dia tahu lo pacarnya Sari, dan dia pengen ngerebut lo buat nyakitin Sari.”


”Gue juga berfikir gitu, gara gara gue sibuk jadi gue lupa buat ngawasi pergerakan dia. Dia itu salah satu orang yang mengancam kehidupan Sari.”


”Tapi gue rasa gak cuma sampai disini deh rencana dia kak, gue merasa akan ada hal lain tapi gue sendiri gatau apa. Sebaiknya lo waspada kak, jangan asal ikut campur bantu orang. Liat dulu dia siapa, kalo merugikan lebih baik abaikan.”


”Iya iya.”


”Nanti gue bantu ngawasin dia deh, tapi tambahin uang jajannya ya?”


”Huh, perasaan barusan aja udah bawa ak operasi mau minggat. Sekarang minta uang jajan tambahan.”


”Dih ngungkit masalah tadi nih, gue beneran kabur nih. Biar gue tinggal bareng orangtua kita nih terus gue bakalan hancurin elo ya, mau lo?”


”Duh ngeri bangetttt..” ledek Arya sambil memasang ekspresi wajah ketakutan namun hanya pura pura sehingga terlihat tidak alami.


Leon kesal karena diledek oleh kakaknya, namun ia juga bersyukur untunglah dia masih sempat berfikir rasional sehingga semuanya tidak berakhir berantakan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2