Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pengunduran Diri


__ADS_3

Sari melepaskan pelukan Leon kemudian mengajaknya dan manajernya untuk masuk, sejujurnya hari ini dia tidak punya waktu menyambut tamu karena berniat menjaga orangtuanya di rumah sakit.


Namun dia merasa tidak enak kalau langsung mengusir Leon, biar bagaimanapun Leon datang setelah selesai syuting apalagi wajahnya sangat kelelahan.


Mereka berbincang bincang setelah selesai makan malam, namun Sari merasa kurang nyaman karena manager Leon tampak mencemaskan sesuatu. Maka dari itu dia memberanikan diri bertanya pada manager Leon.


”Anda kelihatan khawatir.”


Manager Leon mencoba mengelak dan meyakinkan Sari bahwa dia tidak apa apa. Namun karena cara bicaranya yang tiba tiba tampak gagap maka dia terlihat mengatakan kebohongan.


Sari terus menanyakan ada apa? hingga akhirnya dia menjelaskan pada Sari bahwa sebenarnya mereka sudah terlambat untuk pemotretan majalah.


Hal itu membuat Leon memelototi managernya, dia merasa di khianati karena managernya mengatakan hal seperti itu, padahal sebelumnya Leon mengatakan sedang tidak sibuk.


Sari malah tertawa melihat mereka berdua yang perang tatapan mata keduanya.


”Leon, harusnya kau menyelesaikan pekerjaanmu dulu baru menemuiku, lagipula aku juga kan baik baik aja.” Sari berkata lembut agar Leon mengerti dan mau pergi, lagipula dirinya juga takut kemalaman pergi ke rumah sakit.


”Aku biasanya gak begini loh Sar, ini cuma karena aku malas sama fotografernya jadi bukan karena mau bertemu denganmu loh.” Leon enggan dianggap meninggalkan tanggung jawabnya hanya karena ingin bertemu Sari sehingga dia mengelak dan beralasan seperti itu.


Sari sangat memahami maksud Leon dan mengatakan bahwa dia mengerti jadi sebaiknya Leon pergi untuk menyelesaikan tanggung jawabnya.


Dengan terpaksa Leon pergi meski dia memasang wajah emosi pada managernya namun managernya tidak merasa terintimidasi yang ada dia malah terlihat senang karena merasa bebannya berkurang sedikit, dia sudah dihubungi staff berkali kali dan beralasan akan terlambat karena mengalami insiden di jalan.


Ketika Leon sudah pergi, Sari berniat pergi ke rumah sakit namun tiba tiba Nathali datang dan meminta waktunya sebentar karena ada yang ingin dikatakan.


Ekspresi wajah Nathali sangat suram dan juga serius sehingga Sari menunda kepergiannya dulu untuk mendengar hal penting apa yang ingin dikatakan oleh Nathali sampai memasang ekspresi seperti itu.

__ADS_1


Ketika mereka sudah duduk, Nathali mengulurkan sebuah amplop berwarna coklat kemudian Sari membuka isinya dan membacanya.


Betapa terkejutnya Sari ketika membaca surat yang ternyata berisi surat pengunduran diri.


”Apa ini? kenapa kau ingin mengundurkan diri?” Sari bertanya sambil menatap Nathali namun Nathali hanya bisa menunduk tanpa menjawab sepatah katapun.


”Apa gaji yang kuberikan kurang? atau ada tindakanku yang tidak kau sukai? katakan saja, aku akan mencoba memperbaikinya.”


Nathali hanya menggelengkan kepalanya tanpa mengatakan apapun, dia tidak sanggup bicara karena khawatir suaranya bergetar dan menangis. Sejujurnya keputusan ini sangat berat untuknya.


Sari mendekati Nathali karena melihat tubuh Nathali bergetar dan juga dia terus menunduk, Sari benar benar tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi Sari akan mengetahuinya setelah dia bertanya dengan nada sedih. Nathali tidak akan sanggup melihatnya bersedih.


Hikss hikkksss...


Benar saja, mendengar isak tangis Sari membuat Nathali bereaksi. Tidak hanya bereaksi namun Nathali langsung memeluk Sari yang menangis. Sari tahu Nathali paling tidak bisa melihat air matanya itulah sebabnya Sari terpaksa bertindak licik begini demi mengetahui apa yang dipikirkan Nathali.


”Padahal kamu berjanji padaku akan selalu melindungiku, apa aku terlalu merepotkanmu sehingga kamu membenciku?” Suara lirih Sari sedikit bergetar agar dia terlihat susah payah mengatakan itu karena menangis.


”Noo na, ada yang saya sembunyikan dari nona. Saya berniat menyembunyikan selamanya karena jika nona tahu, nona pasti akan membenci saya. Saya tidak ingin dibenci nona itulah sebabnya saya memilih mengundurkan diri.” suara Nathali begitu berat namun pelan, dia juga terus menunduk selama bercerita.


”Apa kau bekerjasama dengan musuhku?” Pertanyaan Sari itu dijawab dengan menggelengkan kepala oleh Nathali.


”Lalu atau kau mencoba menyakiti keluargaku? atau orang orangku?” Sekali lagi Nathali menggelengkan kepalanya.


”Kalau kau tidak melakukan kedua hal itu maka aku tidak akan membencimu. Kau bisa menyembunyikan itu selamanya jika kau tidak yakin dengan jawabanku ini, tapi aku berharap kau tidak mengundurkan diri hanya karena punya rahasia. Semua orang pasti punya rahasia yang tidak ingin diketahui orang lain, begitupun aku.”


Penjelasan Sari itu memang membuat Nathali sedikit lega, seakan beban berat di pundaknya berkurang sedikit meski masih terasa berat untuk dipikul.

__ADS_1


”Saya tetap akan mengundurkan diri, saya mohon maaf nona. Saya tidak bisa tinggal disini lagi.”


Nathali sungguh serius dengan keputusannya, Sari bahkan tidak tahu harus berbuat apa agar Nathali tidak mengundurkan diri. Tidak ada yang cocok menjadi pengawalnya selain Nathali, meski musuhnya sudah dibereskan semua namun tetap saja orang seperti Zayn, Nita ataupun Doni pasti akan terus muncul kedepannya.


Nathali berdiri dan berniat membereskan barang barangnya, dia sudah bertekat pergi sekarang juga namun Sari mencegahnya. Dia menarik tangan Nathali dan mencengkeram nya dengan sangat kuat, namun Nathali sama sekali tidak melawan atau mencoba melepaskannya meski dia bisa dengan mudah melepaskan.


”Nathali, tolong jangan pergi.”


Tanpa sengaja Teguh mendengar ucapan Sari itu, dia langsung melepaskan cengkraman Sari kemudian menarik tangan Nathali dan mendorongnya hingga tembok, dia bahkan nyaris membuat tubuh adiknya jatuh.


”Kau mau pergi? kalau gara gara kejadian kemarin, aku minta maaf. Tolong jangan pergi.” ucap Teguh.


Nathali hanya diam saja karena terkejut sedangkan Sari yang mendengar hal itu menjadi bingung. Memang apa yang terjadi sampai Nathali ingin mengundurkan diri.


”Kak jelaskan apa yang terjadi kemarin.” teriak Sari sambil menarik tangan kakaknya.


Teguh lupa bahwa adiknya ada disitu, karena dia terkejut mendengar Nathali akan pergi sehingga dia melupakan poin pentingnya bahwa adiknya yang barusan dia singkirkan tangannya.


Tguh dan Nathali di paksa duduk oleh Sari sedangkan Sari berada didepannya seakan Sari sedang menyidang keduanya..


”Jelaskan ada apa kak.”


Entah apa yang harus dikatakan Teguh pada adiknya itu, dia bingung harus menjelaskan dari mana? kalau ada yang terlewat kemungkinan adiknya akan membenci Nathali, dia tahu sifat adiknya itu. Dia tidak mungkin membenci kakaknya sendiri meski yang berbuat salah adalah kakaknya.


”Jaa di kakaak.”


”Nona, ini semua salah saya. Tuan muda tidak ada hubungannya, maka dari itu tolong biarkan saya pergi dari sini.” potong Nathali.

__ADS_1


”Aku ingin dengar penjelasan kakaku, kau diam saja. Kalau kakakku membuat kesalahan padamu maka dia akan habis ditanganku.” Suara Sari sangat kesal, dia bahkan meremas kaleng soda yang ada ditangannya hingga tidak berbentuk lagi.


...****************...


__ADS_2