Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Kesal


__ADS_3

Nita kembali ke apartemennya, semenjak lulus SMA Nita memang sudah pergi dari panti dan tinggal di apartemen yang dibelikan oleh Doni.


Setibanya di apartemen Nita langsung membanting barang barang yang ada disekitarnya, dia begitu marah karena sudah direndahkan seperti itu.


”Sari, liat aja. Lo pikir gue bakalan diem aja lo injek injek begini? gue bakalan balas dendam.” gumam Nita.


Nita terus membanting barang dan berteriak seperti orang yang sudah tidak waras.


Disaat Nita sedang mengamuk, ada seseorang yang memencet bel. Dia membuka pintu walaupun masih merasa kesal.


Saat membuka pintu, ternyata seoraang wanita paruh baya yang ada di hadapannya. Wanita itu adalah penghuni kamar apartemen sebelah Nita.


”Hey, jangan teriak teriak. Mengganggu tau gak? ” ucap wanita itu dengan nada keras.


”Apaan si ibu ibu tua.” jawab Nita asal karena dia masih merasa kesal.


”Apa kamu bilang? dasar perempuan gak punya sopan santun, mau saya laporkan ke security?” ancam wanita itu dengan kesal.


Nita merasa buang buang energi jika meladeni wanita tidak penting seperti ini sehingga dia terpaksa minta maaf agar wanita itu cepat pergi.


”Yaudah saya minta maaf. Puas?”


”Minta maaf apaan kaya gitu, gak ada sopan sopannya sama yang lebih tua.”


”Aduh bawel, saya kan udah minta maaf dan saya tidak akan berisik lagi jadi sekarang ibu pergi aja.” usir Nita lalu menutup pintu.


Setelah pintu di tutup, wanita itu jadi kesal. Bisa bisanya ada anak muda gak punya sopan santun pada yang lebih tua, itu katanya.


Nita jadi semakin kesal gara gara wanita itu, dai ingin berteriak pun tidak bisa karena malas kalau meladeni wanita itu lagi.


Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke diskotik untuk melepas setres nya.


Dia minum begitu banyak alkohol hingga dia begitu mabuk berat, seorang pria memapahnya dan hendak membawanya ke hotel.


Namun ketika baru saja keluar dari pintu, sekelompok preman tanpa aba aba langsung saja menghajar pria yang memapah Nita.


”Apa apaan ini, kenapa kalian main memukulku saja.” protes pria itu.


”Bereskan dia.” perintah seorang pria pada sekelompok preman itu.


Para preman itu langsung menghajar habis habisan pria yang memapah Nita itu, sedangkan Nita langsung ditangkap oleh Doni, ternyata preman itu adalah anak buah Doni.

__ADS_1


Nita yang sudah mabuk berat terus meracau tidak karuan di pelukan Doni.


”Ah, sayangku.” gumam Nita saat melihat wajah Doni.


”Kenapa kamu mabuk mabukan?”


”Aku tidak mabuk, liat ini aku bisa jalan.” Nita mencoba berjalan namun dia nyaris jatuh karena sudah mabuk berat.


Akhirnya Doni menggendong Nita ke mobilnya diikuti para anak buahnya yang sudah selesai menghajar pria itu.


Sebelum Doni masuk ke kamar apartemen Nita sambil menggendong Nita, Dia terlebih dulu menyuruh para anak buahnya pergi.


”Kalian pergi saja, hari ini gue mau nginep disini.” seru Doni.


”Baik bos.”


Sekawanan preman itu pergi lalu Doni masuk dan menggendong Nita ke atas ranjangnya.


Bau alkohol menyengat di seluruh pakaian yang Nita kenakan sehingga Doni berniat menggantinya.


Satu persatu Doni melucuti semua pakaian Nita, entah kenapa saat melihat Nita tanpa pakaian justru yang di bayangannya adalah Sari.


Saat melihat Doni yang ada di hadapannya, Nita langsung tersenyum lalu mencium bibir Doni.


Doni melepaskan ciumannya kemudian membuka semua baju yang ia kenakan. Setelah itu dia menindih tubuh Nita. Dia menciumi seluruh tubuh Nita, kemudian menghimpit dan menyatukan tubuhnya sambil berbisik di telinga Nita.


”Sari, akhirnya kau jadi milikku.” ucap Doni sambil memaju mundurkan tubuhnya.


Mendengar itu Nita langsung tersadar sepenuhnya dan merasa kesal hingga dia mendorong tubuh Doni yang sedang merasa nikmat.


Doni merasa kesal karena kenikmatannya terhenti karena tubuhnya di dorong menjauh.


”Apa apaan kamu.” bentak Doni.


”Kamu bisa bisanya menyebut nama Sari saat sedang bersamaku! ” jawab Nita sambil berteriak.


Doni akhirnya tersadar bahwa yang sedang bersamanya adalah Nita, namun entah kenapa yang ada di bayangannya adalah Sari.


Sial, Gue jadi nafsu karena gue pikir itu Sari.


Doni dengan cepat mendekati Nita lalu menenangkan Nita yang marah.

__ADS_1


”Aku tidak menyebut nama itu, kamu pasti salah dengar. Apa kamu masih mabuk?” secepat kilat Doni beralasan.


”Apa iya aku salah dengar? ” ucap Nita.


”Kamu masih dalam pengaruh alkohol makanya yang kamu dengar adalah nama orang yang belakangan ini membuatmu jengkel. Biar aku ambilkan air putih ya?” tawar Doni.


Beruntung sekali Doni bisa berfikir cepat dan membuat alasan yang masuk akal.


”Gak usah aku ga haus.” jawab Nita sambil merebahkan kepalanya di dada bidang Doni.


Doni mengusap rambut Nita lalu mencium kepalanya.


”Udah sekarang kamu jangan pikirin dia dulu, lebih baik kamu istirahat. Besok kita pikirkan lagi masalah itu.” ucap Doni.


Saat ini Doni sudah kehilangan nafsunya, dia sendiri bingung kenapa saat ini yang membuatnya nafsu adalah saat memikirkan Sari. Apa karena dia sudah mulai bosan dengan Nita? padahal selama ini tidak ada yang lebih penting daripada Nita.


Doni hendak turun dari ranjang untuk memakai pakaiannya kembali, namun Nita menghalangi dan langsung mencium bibirnya.


”Sayang aku minta maaf, bagaimana kalau kita lanjutkan yang tadi.” ucap Nita.


Dulu tanpa diminta pun pasti Doni akan langsung menerkam Nita namun entah kenapa hari ini dia sudah kehilangan nafsunya.


”Kamu istirahat saja ya, lihat kan? aku sedang tidak on.” ucap Doni beralasan.


”Sebagai permintaan maafku, kali ini aku yang akan memimpin.”


Nita mengatakan hal menggoda tersebut sambil tersenyum lalu dia mencium seluruh tubuh Doni termasuk pangkal paha nya.


Meskipun Doni sedang tidak ingin namun mendapat perlakuan seperti itu tentu saja tubuhnya bereaksi lain.


Setelah melihat Doni kembali on, Nita langsung menindih Doni dan menyatukan tubuhnya dengan milik Doni. Dia menggoyangkan tubuhnya dengan liar hingga membuat Doni terbang ke angkasa, Doni melihat Nita ada diatas tubuh bagian bawahnya namun yang ada dimatanya bukanlah Nita melainkan Sari.


kamu sangat cantik.


Setelah merasakan kenikmatan bersama akhirnya mereka berdua ambruk diatas ranjang itu kemudian Nita tidur di pelukan Doni.


Biasanya setelah melakukan itu Doni pun pasti akan tertidur pulas, namun malam itu entah mengapa dia jadi terus membayangkan Sari yang ada diatasnya.


Gila, gue jadi menginginkan Sari.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2