
Teguh tiba di rumah sakit tempat Sarah melakukan tes DNA, lalu ia masuk dan bertanya pada bagian resepsionis.
”Permisi Sus, ada yang mau saya tanyakan.” ucap Teguh dengan nada sopan.
”Ya, bapak mau bertanya apa silahkan.”
”Apa saya boleh melihat hasil tes DNA milik Bu Sarah, dia tes DNA sekitar dua minggu yang lalu.”
”Maaf Pak, kami tidak bisa memberitahu apapun mengenai pasien. Itu melanggar peraturan kami, lagipula membocorkan hasil tes DNA tanpa sepengetahuan pasien adalah melanggar hukum.”
Teguh diam sejenak sambil berfikir alasan apa yang sekiranya bisa membuat dia melihat hasil tes DNA.
”Saya calon suaminya Sus, apa saya tidak boleh melihat hasil tes DNA anak saya sendiri.”
”Maaf, apa bapak punya surat izin atau pernyataan dari pasien?”
”Gak ada.”
”Kalau begitu kami mohon maaf sekali karena tidak bisa mengizinkan bapak melihat data pasien.”
”Saya hanya akan melihat saja Sus.”
”Mohon maaf ya pak, kami tetap tidak bisa mengizinkannya. Bapak bawa surat pernyataan dari pasien terlebih dahulu atau bapak datang bersama pasien barulah kami akan mengizinkan bapak melihat hasil tes pasien.”
Karena suster itu terus menolak permintaan Teguh, akhirnya Teguh terpaksa mengatakan yang sejujurnya.
”Saya punya 2 hasil tes DNA dari pasien yang sama tapi hasilnya berbeda, artinya salah satunya adalah palsu. Apa suster mau saya laporkan ke polisi dengan tuduhan memanipulasi hasil tes DNA. Itu juga melanggar hukum loh Sus.” ancam Teguh.
Mendengar itu, suster itu meminta Teguh untuk menunggu dahulu karena ia akan melaporkan terlebih dahulu ke dokter yang bertanggung jawab.
”Tunggu sebentar ya pak, bapak nanti bertemu dengan dokter yang bertanggung jawab atas tes DNA tersebut saja, karena saya tidak mau kesalahan jika saya langsung mengizinkan bapak melihat data pasien.” Setelah berkata seperti itu, suster langsung mengambil telepon Rah Sakit dan menghubungi bagian yang bertanggung jawab.
Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Teguh di persilahkan menemui dokter yang bersangkutan di ruangannya.
”Bapak, silahkan menemui dokter Brian. Beliau sudah menunggu anda, ruangannya lurus lalu belok kanan, ruangannya ada di sebelah kiri. Bapak paham?” ucap Suster sambil menunjukkan arah.
”Ya paham, makasih ya Sus.”
__ADS_1
Suster menjawab dengan menganggukan kepalanya setelah itu Teguh langsung berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan oleh suster.
Tidak terlalu jauh dari meja resepsionis, akhirnya Teguh sampai di depan ruangan dokter Brian. Ia mengetuk pintu dahulu sebelum membukanya.
”Maaf dok, saya mengganggu.” ucap Teguh saat baru saja melangkahkan kakinya masuk ke ruangan itu.
Dokter yang duduk di kursinya lalu mempersilahkan Teguh untuk duduk.
”Silahkan duduk, saya sudah mendengar dari suster tentang tujuan anda kesini.”
”Iya, apa saya bisa melihat hasil tes DNA yang sebenarnya.”
”Sebelum itu, saya harus melihat dulu mana kedua hasil tes DNA itu. saya harus memastikan bahwa anda bukan sedang mengancam kami.”
Teguh memperlihatkan kedua surat yang hasilnya berbeda. Dokter melihatnya dengan seksama.
”Ini memang benar dari Rumah Sakit kami, tapi kami hanya memberikan satu hasil tes DNA dan kami tidak mengeluarkan hasil tes DNA yang tidak sesuai faktanya. Itu melanggar hukum.”
”Saya tahu bukan rumah sakit ini yang memanipulasi, maka dari itu saya perlu surat asli yang di keluarkan oleh rumah sakit ini. Saya akan melaporkan pemalsuan hasil tes DNA ini ke polisi, jika rumah sakit ini memberikan pernyataan bahwa hanya mengeluarkan surat yang asli, makan rumah sakit ini tidak akan terlihat dengan masalah ini. Saya hanya butuh surat pernyataan itu.”
”Jadi hasil tes DNA yang benar mana?”
”Tunggu sebentar, saya harus mengecek datanya dulu.”
Dokter mencari data pasien di komputernya sedangkan Teguh menunggu dengan tenang.
”Hasil tes DNA yang benar adalah yang ini, yang 12% kecocokan dengan Ilyas Jayadiningrat.” ucap dokter itu sambil menunjukan hasil pencariannya.
Sudah kuduga, wanita ular itu mau menjebak papah.
Setelah itu Dokter memberikan surat pernyataan yang mengatakan bahwa surat yang asli adalah yang 12% kecocokan dengan Ilyas Jayadiningrat dan bayi yang dikandung Sarah Amalia bukanlah anak kandung Ilyas, lalu pihak rumah sakit juga tidak pernah memberikan hasil tes yang kecocokan nya 99% dan menyatakan bahwa pihak Rumah Sakit tidak ada sangkut pautnya dengan surat hasil tes DNA yang di manipulasi.
Teguh yang mendapatkan surat itu kemudian ia pamit kepada dokter Brian dan berterimakasih karena sudah bersedia mengabulkan permintaannya.
Teguh melanjutkan perjalanannya ke polisi. Ia ingin melaporkan Sarah dengan tuduhan rencana pembunuhan dan juga pemalsuan surat berharga.
”Permisi pak.” Teguh masuk ke dalam kantor polisi dan pergi ke arah polisi yang bertugas menerima laporan.
__ADS_1
”Iya silahkan duduk pak, jadi ada apa?” tanya polisi itu dengan ramah.
”Saya mau melaporkan Sarah Amalia dan Heru atas tuduhan rencana pembunuhan orangtua saya dan juga pemalsuan surat hasil tes DNA.”
”Apa bapak punya buktinya?”
Teguh mengeluarkan amplop besar berisi semua bukti yang sudah dikumpulkannya dan Arya dan juga surat pernyataan rumah sakit yang tidak pernah mengeluarkan hasil tes DNA ganda.
”Ini semua buktinya pak. Apakah ini cukup untuk menuntut mereka.”
Petugas polisi itu menerima bukti itu dan mengeceknya satu persatu, lalu ia menulis tentang laporan Teguh.
”Laporan bapak sudah kami catat, kami akan langsung memproaeanya dan menangkap tersangka sekarang juga.” ucap petugas polisi.
”Jangan sekarang pak, saya berencana membongkar kejahatan mereka di depan keluarga saya dulu pak, karena keluarga saya tidak mengetahui kejahatannya. Besok saya akan mengundang tersangka ke rumah saya. Apa bapak dan yang lain bisa standby di sekitar rumah saya. Setelah saya membongkar kedok mereka, bapak bisa masuk dan menangkap mereka.” Teguh meminta bantuan dari polisi.
”Tapi apa bapak bisa jamin, tersangka akan datang ke rumah anda dan tidak kabur.” tanya polisi itu.
”Tentu saja pak, karena mereka tidak tahu bahwa saya sudah mengetahui kejahatan mereka.”
”Baiklah, kalau bapak bisa jamin kami akan menuruti permintaan bapak. Besok kami akan stand by di sekitar rumah bapak.”
”Terimakasih banyak atas bantuannya pak, ini nomor HP saya pak. Besok saya akan mengundang tersangka Sarah kerumah saya pada pukul 10.00 pagi. Tapi tersangka Heru kemungkinan besar tidak ikut pak, jadi saya minta beberapa petugas datang ke alamat ini, karena dia pasti ada disana. Tapi tangkap Heru setelah Sarah keluar dari rumah itu dan menuju rumah saya ya pak, kalau bapak menangkap Heru sekarang, maka Sarah akan tahu dan kabur.” jelas Teguh sambil memberikan alamat villa yang ditinggali Sarah.
”Baiklah, saya akan menghubungi bapak secara berkala.”
Teguh berterima kasih dan berpamitan pulang sambil. menjabat tangan petugas polisi.
”Terimakasih banyak pak, saya pamit pulang.”
”Sama sama.”
Teguh pulang dengan mengendarai mobilnya, ia merasa lega sekaligus menantikan hari esok datang.
Akhirnya besok semua akan terbongkar, aku tidak sabar bagaimana reaksi Sarah yang licik itu memohon.
...****************...
__ADS_1