
Di malam hari Doni dan Nita sedang berada di ranjang kamar dengan posisi rebahan dan tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh mereka.
”Beby, aku seneng deh rencana kita berhasil dengan sempurna. ” ucap Nita sembari menyender di dada Doni yang sedang tiduran di ranjang.
”Pasti donk beb, sekarang pacar kamu ini udah kaya raya. Dan setelah Sari mati, kamu yang akan menjadi nyonya di rumah ini. ” timbal Doni sembari mencium kening Nita dan memeluknya.
” Pacar aku ini emang selain ganteng dan sexy, juga licik ya. Bodoh sekali si Sari itu,gampang banget dibohongi hahaha” Nita tersenyum sambil mengecup lembut bibir Doni.
”Tentu aja donk, selain itu aku juga kuat dan tahan lama lho. ” ujar Doni dengan senyuman sembari tangannya menggerayangi buah dada Nita.
Melihat tingkah nakal Doni, membuat Nita jadi kegelian dan terangsang.
”Duh, kamu ini nakal banget ya. ” Nita tampak tersentak kegirangan.
”Tapi kamu suka kan, ” Doni mendekatkan wajahnya dan langsung mencium Nita.
”Tentu aja suka. ”
Setelah mereka melakukan hal yang biasa dilakukan pasangan suami istri, Nita tampak merayu Doni agar besok mau menemaninua untuk menjenguk Sari di sel. Rayuan Nita memang selalu memabukkan bagi Doni, hingga akhirnya apa yang diinginkan Nita pasti akan dikabulkan Doni.
...----------------...
Sari tampak duduk terdiam melamun di pojok ruangan sempit dan sedikit pencahayaan hingga akhirnya suara seorang wanita menyadarkan lamunannya.
”Hai kak Sari, gimana kabar kakak. ”
Suara itu adalah milik Nita sepupunya yang datang bersama Doni mengunjunginya di sel isolasi.
”Kalian mau apa datang kesini? apa kalian mau melihatku sebelum aku mati? ” Tanya Sari dengan wajah datar seakan sudah tidak perduli lagi.
__ADS_1
”Saya dan calon suami aku kan datang mau melihat kakak, kami prihatin lho atas penderitaan kakak, sekalian aku mau bilang Terima kasih sama kakak. ”
”Hah, calon suami? benar benar gak tau diri kamu ya Nit, padahal kamu dan ibumu itu hidup dari harta keluargaku, tapi berani beraninya kamu menusukku dari belakang! ” jawab Sari dengan sinis.
”Dari kecil, aku memang ingin merebut semua yang kakak miliki. Kenapa hanya kakak yang bahagia dan aku engga, ini gak adil donk. Sekarang saatnya kakak beristirahat dan biarkan aku yang memiliki semua kebahagiaan kakak. Aku kan sepupu kakak yang sangat menyayangi kakak, makanya aku akan membuat kakak beristirahat dan tidur dengan tenang.! ”
”Kalian berdua memang sampah, apa kalian juga yang membunuh kak Teguh? ” Teriak Sari sambil melotot.
”Duh, kakak jangan teriak teriak donk, nanti suara kakak abis lho. Dan kalo masalah ngebunuh kak Teguh, ya kita melakukannya demi kebahagiaan kakak kok.” Nita menjawab dengan santainya.
”Kebahagiaan apanya hah! Dasar biadab kalian.! Teriak Sari
”Duh, si ****** ini udah dibilang jangan teriak. ” Doni kesal sambil menjambak rambut Sari.
”Lepaskan, sakit.. Dasar breng sekk. ” Sari tampak meringis kesakitan.
” Beb, lepasin donk. kita kesini kan buat berterima kasih padanya karena udah memberikan kita banyak harta. Jangan sentuh dia beb, nanti ada kuman ditanganmu. ” Nita tampak berbicara dengan mesra sembari mengelus pipi Doni.
Sari meludah melihat tingkah jijik keduanya. Dia benar benar kehabisan kata kata dengan semua yang sudah mereka rencanakan.
”Kak Sari sepupuku tersayang, dengarkan aku baik baik ya, aku emang sengaja merencanakan pembunuhan kak Teguh, karena kalo hanya kamu yang mati kan nanti dia hanya akan menghalangi kebahagiaan kita, lagipula aku juga mengirimnya lebih dulu untuk menyambut kakak di alam baka nanti. Gimana, aku baik kan? ”
”Bedebah kalian, bukan manusia kalian. Dasar pembunuh, kalian pasti akan dapat balasannya. ” Teriak Sari.
”Duh, siapa si yang akan membalas kami, kan keluargamu udah musnah semua. iyakan beb? ” Tanya Nita dengan nada manja pada Doni.
”Tentu saja beb, udahlah kita cuma menotori mata kita melihat pecundang macam dia. ” Jawab Doni,
”Ah tunggu beb, aku mau ngasih hadiah yang gak akan terlupakan buat kak Sari. Kak Sari, aku akan hidup bahagia dengan suami kakak.Jadi kakak jangan cemas ya, aku akan menjaga suami kakak dengan baik sdan memuaskan suami kakak seperti ini”
__ADS_1
Nita membuka kancing bajunya dan menarik tangan Doni agar memegang buah dadanya lalu ia mencium dalam bibi Doni, Doni mulai terangsang dan hampir saja mereka melakukan yang lebih sebelum akhirnya mereka tersentak kaget dengan teriakan Sari.
”Petugas tolong cepat kemari. Petugas. Petugas”
Mendengar teriakan Sari, membuat mereka segera menghentikan kegiatan yang sedang mereka nikmati.
”Cih, padahal aku cuma mau buat kakak tenang dan gak usah cemas dengan keadaan suami kakak. Sudahlah, kami akan pergi, malas juga lama lama disini.” Ujar Nita sembari berjalan keluar bersama Doni.
Sepeninggal mereka, Sari hanya bisa menangis dan tak percaya dengan apa yang mereka perbuat. Dan yang lebih menyedihkan lagi, ia menyesali segala keputusan dan kebodohannya. Ia sungguh tidak ikhlas melihat mereka bahagia diatas penderitaannya dan kakaknya. Ia ingin sekali membalas dendam atas kematian kakaknya, tapi ia tersadar bahwa itu hal yang mustahil mengingat esok ia akan dihukum mati.
Yang ia rasakan saat ini hanyalah keputusasaan.
...----------------...
” Terdakwa ini saatnya, apa ada pesan terakhir yang akan disampaikan untuk seseorang. ” Tanya petugas sipir.
Sari hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya, petugas yang melihat Sari menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak punya pesan terakhir apapun kemudian memakaikan penutup mata dan juga kain hitam penutup kepala sembari di seret ke tempat eksekusi yang ia sendiripun tidak tahu dimana.
Sari hanya mendengar suara langkah kaki mereka yang terdengar memantul di ruangan yang mungkin adalah koridor, Langkah demi langkah terasa berat baginya, hingga akhirnya ia berhenti melangkah dan di persilahkan duduk di sebuah bangku.
Sari merasa inilah akhir hidupnya, seandainya ia dihukum untuk kejahatan yang ia lakukan, ia akan ikhlas menerima, dan seandainya ia di hukum mati asalkan kakaknya masih hidup, ia pun akan menerimanya. Tapi nahas baginya, ia harus dihukum mati atas kejahatan yang tidak ia lakukan sama sekali.
Siapapun ku mohon tolong aku,
Sari terus memohon di dalam hatinya agar siapapun bisa menolongnya, walau iblis sekalipun ia rela memberikan jiwanya asal ia bisa membalaskan dendam pada orang orang yang sudah menghancurkan keluarganya, tapi hingga suara tembak terdengar dan rasa sakit yang menusuk jantungnya tampak tidak ada apapun yang bisa ia harapkan.
Ia merasakan sakitnya ditembak berkali kali bahkan ia merasa tubuhnya seperti dibanjiri banyak darah karena bau anyir darah sangat menyeruak tercium hingga akhirnya ia merasa bahwa inilah akhirnya.
Apa sekarang aku berada di surga? ternyata surga juga indah ya? bahkan ini seperti rumah kami dulu.
__ADS_1
Sari membuka matanya dengan perlahan lahan dan ia bangun dari ranjangnya yang nyaman.
...****************...