Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Langkah Awal


__ADS_3

Sudah seminggu Arya terus mengawasi pergerakan Sarah, ia selalu berada di mobil di depan villa yang ditinggali Sarah. Namun selama seminggu ini belum ada pergerakan yang berarti.


Kenapa seminggu ini wanita itu sama sekali tidak melakukan hal yang mencurigakan, sepertinya malam ini aku harus menyusup ke dalam dan memasang beberapa penyadap.Aku akan menghubungi temanku yang hacker, dia pasti bisa membuat seluruh CCTV dirumah itu mati saat aku menyusup kedalam rumah.


Setelah berfikir sendiri, Arya langsung menghubungi temannya itu. Ia menyuruhnya datang ke tempat ia kini berada.


Tidak lama kemudian temannya itu datang dan langsung masuk ke dalam mobil yang di kendarai Arya. Ya,selama ini dia memang menggunakan mobil hitam karena akan berhari hari tinggal di dalam mobil itu.


”Itu rumah yang cctvnya harus lo hack. Gue mau sekitar jam 1 sampe jam 3 dini hari CCTV itu gak merekam kehadiran gue.”


”Tunggu, lo mau maling ya? gila gue mau ah.”


”Gue bukan mau maling, gue disuruh mengawasi orang yang tinggal dirumah ini. Lagian rumah ini juga milik klien gue itu, orang yang tinggal disini sekarang itu cuma numpang. Udahlah pokoknya lo gak akan kebawa bawa apapun tenang aja, yang penting lo kerjain yang gue suruh. Nanti gue kasih bayarannya.”


”Bener ya? awas kalo gue sampe kebawa bawa.”


Temannya itu langsung mengeluarkan Laptop dan beberapa oerlatan dari tasnya, Arya sendiri tidak mengerti jadi hanya melihatnya saja. Sejam berlalu dan pekerjaan temannya itu sudah selesai, ia memberikan uang di dalam amplop yang isinya cukup tebal. Temannya itu langsng pergi meninggalkan mobil Arya.


”Aku tinggal menunggu sampe dini hari.” gumamnya


...----------------...


Rumah Jayadiningrat selama seminggu ini sangat sunyi, setiap bertemu tidak ada sepatah katapun terucap. Orangtua Sari masih tidak ingin berbicara pada kakaknya sebelum kakaknya itu berubah pikiran.


Sementara itu seminggu ini Sari juga terus mengawasi kakaknya, ia mengikuti kemanapun kakaknya pergi karena ia tidak mau kakaknya menemui wanita itu. Akan tetapi ia masih tetap cemas karena jika kakaknya sudah masuk ke kamar, ia tidak tahu apa yang dilakukan kakaknya di dalam.


Saat Sari sedang duduk di teras rumahnya, Tania datang berkunjung. Selama seminggu ini memang Tania selalu datang atas permintaan Sari, maka dari itu Tania sudah otomatis diizinkan masuk oleh satpam di rumahnya. Sari berharap agar Tania dan Teguh semakin dekat.


”Hai Sar, kamu ngapain disini sendiri.”


”Cuma duduk, ayo kita masuk.”


Mereka masuk ke dalam rumah, Tania duduk menunggu di sofa ruang tengah sedangkan Sari pergi ke kamar kakaknya untuk memanggilnya agar keluar.


”Kak Teguh buka kak.” ucap Sari sambil mengetuk pintu kamar kakaknya.


”Ada apa si de,” Teguh menjawab sambil membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


”Ada kak Tania di bawah, sana temuin dia.”


Sebenarnya Teguh bukannya membenci Tania, tapi ia merasa kasian pada Tania yang seperti sengaja di sodorkan pada dirinya oleh adiknya itu.


”De, kamu itu maksudnya apa si, kenapa tiap hari Tania kesini.”


”Aku gak akan ngusik hidup kakak, kalau kakak udah mau cerita tentang apa yang wanita itu lakukan.”


”Kamu ini, kakak bilang kakak akan mengatasinya sendiri,”


”Udahlah, lebih baik kakak turun temui Tania.”


Sari pergi ke kamarnya sedangkan Teguh turun untuk menemui Tania yang sedang duduk di sofa.


”Lo gak bosen tiap hari kesini terus.” Teguh menegur Tania sambil duduk disampingnya.


”Engga, aku malah seneng. Aku suka bertemen sama adikmu, Dia itu keren banget.”


”Judes gitu dibilang keren.”


”Lah terus kenapa lo kesini tiap hari ngobrolnya sama gue.”


”Ya, Sebenarnya kamu juga judes, cuek, galak, kasar, terus pas aku minta tolong pertama kali datang ke sekolah juga lo gak mau bantuin, tapi karena Sari yang minta aku tiap hari kesini jadi ya aku kesini terus.”


”Hah, kalo gitu lo temuin adek gue aja sono dikamarnya, ngapain capek capek ngobrol ama gue.” omel Teguh.


Tani mendekatkan wajahnya ke wajah Teguh lalu mengatakan sesuatu sambil tersenyum.


”Tapi aku juga suka kamu, apalagi wajah kamu yang tampan.” ucap Tania dengan lembut, hal itu membuat Teguh mematung, entah mengapa ia merasa kepanasan.


Setelah mengatakan hal itu Tania langsung menjauhkan wajahnya sendiri lalu kembali duduk bersandar di sofa sambil tersenyum meledek. Teguh yang melihat ekspresi Tania yang meledek menjadi kesal.


”Lo ya, kenapa ekspresi lo begitu hah?”


”Gapapa, aku lucu aja melihat wajah kamu jadi semerah tomat. pffftttt” Tania menjawab sambil menahan tawanya.


”Gue kepanasan tau.” Teguh mencoba memberi alasan, walaupun tentu saja itu alasan yang tidak masuk akal karena ruangan itu dingin oleh AC.

__ADS_1


”Yang benar aja, ruangan dingin gini kepanasan. Kalo emang kepanasan, buka aja bajunya ngapain pake baju tebal begitu.” ledek Tania.


”Apa maksudmu dengan buka baju.” Teguh kembali panik dan gelagapan, namun Tania malah tertawa karena ekspresi Teguh sungguh sangat lucu. Melihat Tania yang terus meledeknya membuat Teguh kesal, dia mendekatkan tubuhnya sehingga sudah berada diatas Tania yang sedang bersandar di sofa, ya walaupun tubuhnya tidak saling menyentuh namun hal itu sudah cukup membuat Tania terdiam dan menatap mata Teguh.


”Sekarang muka lo yang semerah tomat.” bisik Teguh.


Tania langsng mendorong tubuh Teguh karena malu mendengar apa yang diucapkan Teguh, ia langsung menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


”Hahahahahaha” Teguh tertawa melihat tingkah Tania yang sangat menggemaskan, membuat Tania memantulkan bibirnya karena kesal.


”Lo itu menggemaskan banget si, sok sok an ngeledekin gue, eh lo sendiri juga baru gitu langsng tutup muka..hahahah” Teguh tertawa tanpa henti hingga Tania kesal dan berteriak.


”Tentu aja aku malu karena aku kan suka sama kamu, kalo kamu mendekat tiba tiba begitu bagaimana mungkin aku bisa menyembunyikan perasaanku.” Tania mengatakan itu tanpa sadar, hingga membuat Teguh berhenti tertawa.


”Apa lo bilang.”


Tania kaget karena tanpa sadar dia mengatakan isi hatinya, karena dia sangat malu. Dia langsung berlari keluar rumah berniat untuk pulang. Namun saat sudah sampai teras rumah ternyata tasnya tertinggal, dompet dan HP ada di dalam tas itu sehingga ia tidak bisa memesan taxi online. Sambil mengatur napasnya ia masuk kembali ke dalam rumah, namun ternyata Teguh sudah berada di di depan pintu dan langsung mendorongnya ke tembok dengan posisi Teguh berada di hadapannya,tangan kiri Teguh memegang tembok sedangkan tangan kanannya memegang tangan Tania. Tania sangat gugup dengan posisi seperti itu, sehingga ia menutup matanya karena tidak berani menatap wajah Teguh.


”Kenapa lo merem? lo bilang gue ganteng, kenapa lo gamau ngeliat gue, apa ucapan lo bohong?” bisik Teguh.


”Aku gak pernah berbohong,” ucap Tania sambil membuka matanya.


”Terus kenapa lo kabur setelah mengatakan itu? harusnya lo bertanggung jawab dong.”


”Tanggung jawab apaan maksudnya.”


”Yang seperti ini.” Teguh mencium pipi Tania, sedangkan Tania hanya terkejut dengan nafas yang terengah engah.


Setelah mencium pipi Tania, tiba tiba Teguh melepaskan tangan Tania, ia memberikan tas Tania dan langsung pergi menuju kamarnya. Sedangkan Tania yang masih terkejut dengan tindakan Teguh menjadi bertanya tanya, kenapa setelah menciumnya Teguh malah pergi, apa dia mempermainkanku, ucapnya dalam hati.


Sari melihat apa yang terjadi pada mereka berdua dari kejauhan dan ia tersenyum karena langkah awalnya sepertinya berhasil.


Aku yakin kakak menyukai Tania, sekarang aku harus membuatnya yakin tentang perasaannya dan bisa meninggalkan mak Lampir itu.


Sari memutuskan untuk memanggil Sarah dengan sebutan mak Lampir karena kelakuannya sama seperti tokoh legenda itu.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2