Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Lawan yang salah


__ADS_3

”Nathali, saya mau bicara.”


Nathali menghentikan kakinya dan membalikkan tubuhnya mengarah ke Arya yang sedang bicara padanya.


”Bicara apa? bukankah nona sudah membuat rencananya dan tugas kita hanya menjalankannya.”


Arya menatap Nathali dengan tatapan tajam, wajahnya pun terlihat datar dan serius. Sepertinya yang ingin dibicarakan bukan mengenai rencana tapi sesuatu yang lain, apa mungkin Arya mau meminta imbalan karena tadi sudah membantunya berbohong di depan Sari?


Kali ini Nathali pun memasang wajah datar meski dia juga sedikit gugup, jika memang Arya meminta imbalan yang merugikan Sari maka Nathali berniat untuk menolaknya dengan tegas, kalau perlu dia akan mengancam Arya atau bahkan memberinya sedikit pelajaran.


Dia sungguh khawatir bahwa Arya memang bukan pria yang baik untuk nona nya, karena selama ini dia tidak pernah sekalipun menyukai Arya yang terus menempel pada Sari.


”Ikuti aku.”


Arya berjalan terlebih dahulu diikuti oleh Nathali yang berjalan di belakangnya, Arya mengajaknya mengobrol di halaman belakang rumah Sari. Dimana percakapan mereka tidak akan didengar orang lain.


Sudah ku duga, dia pasti berusaha mengancamku dan meminta imbalan karena tadi membantuku, kalau tidak lalu untuk apa mengajaknya bicara di halaman belakang seperti ini.


Arya duduk di bangku panjang yang memang terletak di beberapa sudut halaman yang luas itu, kemudian Nathali duduk di sebelahnya dengan berjarak.


”Apa yang ingin anda bicarakan sampai harus bicara disini.”


Nathali tampak memulai pembicaraan tanpa basa basi lagi, sejujurnya dia sudah bersiap jika Arya mencoba mengancamnya maka dia akan segera menghajarnya.


”Aku minta kau mengundurkan diri setelah kita membereskan masalah kali ini. Aku hanya membiarkanmu karena Sari harus dijaga dia puluh empat jam, setelah masalah ini selesai aku sendiri yang akan menjaganya.”


”Kenapa anda tiba tiba seperti ini? ”


Sejujurnya tanpa disuruh pun Nathali memang ingin mengundurkan diri setelah masalah ini, tapi masalahnya dia penasaran kenapa Arya memintanya mengundurkan diri.


”Kau tahu kan selingkuh itu menjijikkan, tapi bisa bisanya kau selingkuh dengan Teguh. Aku tidak mengatakan ini pada Sari hanya karena tidak ingin martabat kalian berdua jatuh dimatanya. Maka dari itu sebaiknya kau pergi, jangan rusak hubungan kakak adik itu.”


Nathali terkejut, kenapa Arya bisa mengiranya sebagai selingkuhan Teguh? meski dia masih memiliki rasa pada Teguh hanya saja dia sama sekali tidak berniat merebutnya dari Tania.


”Anda sudah salah paham, namun tanpa anda suruh pun saya akan mengundurkan diri.”


Nathali mengeluarkan surat pengunduran diri dari kantongnya kemudian memberikannya pada Arya.


”Berikan ini pada nona setelah masalah kali ini selesai.”

__ADS_1


Arya cukup terkejut ternyata Nathali sudah mempersiapkan surat pengunduran diri, mungkinkah tadi dia ingin memberikan surat itu hanya saja karena ada masalah kali ini maka dia mengurungkan niatnya?


Meski Arya merasa kasihan namun ini adalah pilihan terbaik untuk semuanya, dengan ini maka hubungan keluarga ini tidak akan kacau.


Namun tetap saja Arya penasaran karena barusan Nathali mengatakan bahwa dia salah paham. Jika memang dirinya salah paham pada Nathali bagaimana?


”Tadi kau bilang salah paham? kalau begitu jelaskan.”


”Saya malas menjelaskannya jadi anda bisa berfikir sesuka hati anda. Tapi anda tidak perlu khawatir, saya akan melindungi nona untuk terakhir kalinya.”


Nathali bangun dari duduknya kemudian berjalan menjauh dan pergi meninggalkan Arya yang masih duduk dengan kepala yang masih pnuh dengan banyak pertanyaan.


Ketika Nathali sudah sampai di depan kamarnya lagi lagi Teguh mencegatnya, dia menarik tangan Nathlai hingga dia nyaris saja jatuh ke pelukan Teguh.


”Lepas.” ucap Nathali sambil melepaskan genggaman tangan Teguh.


Teguh melepaskan tangannya dan meminta maaf, dia bukannya bermaksud mengganggu Nathali namun dia hanya ingin menanyakan sesuatu, alasan Teguh itu tidak di perdulikan oleh Nathali.


”Apa yang kamu bicarakan berdua dengan Arya.”


Nathali cukup terkejit mendengar pertanyaan Teguh, dia tidak menyangka Teguh melihatnya berbicara dengan Arya.


Nathali berlalu begitu saja, dia masuk ke kamar dan langsung mengunci pintu kamarnya sehingga Teguh memilih untuk pergi dari situ.


...----------------...


Sari dan Nathali sudah tiba di restoran tempat mereka akan menemui Doni.


Tidak ada satupun pengunjung hari ini di restoran itu, tentu saja Sari sudah tahu pasti karena Doni sudah menyewanya.


Mereka diantar masuk oleh salah satu pelayan ke ruangan VVIP tempat dimana Doni sudah menunggu.


Di depan pintu ruang VVIP itu ada dua orang pria bertubuh besar yang berjaga, Sari yakin mereka adalah anak buah Doni.


Namun dia sama sekali tidak mengkhawatirkan itu karena Nathali datang bersamanya.


Mereka hendak masuk ke dalam ruangan namun Nathali di larang masuk oleh kedua pria itu, hanya Sari yang diperbolehkan masuk.


Tentu saja hal itu tidak disetujui oleh Nathali. Dengan beberapa kali pukulan kedua pria itu kewalahan menghadapi Nathali, padahal Nathali merasa tidak kelelahan sama sekali.

__ADS_1


Keributan itu membuat Doni keluar dan melihat kedua anak buahnya kewalahan menghadapi Nathali yang badannya jauh lebih kecil dari mereka.


Sedangkan Sari hanya diam di depan pintu tanpa ekspresi apapun, tentu saja hal itu membuat Doni cukup gugup. Dia tidak menyangka anak buahnya kewalahan hanya menghadapi seorang wanita.


Jika dibiarkan terus seperti ini yang ada keduanya akan kalah dan mempermalukan wajahnya dihadapan Sari, itulah sebabnya dia meminta mereka berhenti bertarung.


”Hentikan, kenapa kalian bertarung.” teriak Doni.


Teriakan Doni membuat kedua anak buahnya berhenti begitupun Nathali yang berhenti setelah melihat gerakan tangan Sari yang terangkat di depan dadanya.


”Kami meminta hanya nona Sari yang masuk namun tiba tiba saja wanita ini menyerang kita.” ucap salah satu anak buah Doni.


”Saya tidak akan biarkan nona berduaan dengan pria seperti anda di dalam ruangan.” tegas Nathali.


Doni menatap Sari yang hanya diam dan tidak melarang apapun perbuatan bodyguard nya. Karena situasinya sudah terlanjur seperti ini maka Doni meminta Nathali dibiarkan ikut masuk dengan Sari.


Akhirnya Nathali dan Sari masuk ke ruang VVIP bersama Doni sedangkan kedua anak buahnya itu di suruh tetap menjaga di luar ruangan.


Doni lumayan gugup bertemu Sari, dia tidak menyangka bahkan bodyguard wanita di pihak Sari saja sekuat itu apalagi anak buah yang lain. Namun Doni tetap percaya diri karena dirinya mempunyai sesuatu yang akan membuat Sari bertekuk lutut di hadapannya.


Setelah mereka duduk, para pelayan masuk membawakan beberapa makanan yang sudah di pesan Doni dan juga menuangkan wine di gelas kosong yang sudah ada didepan masing masing.


”Silahkan diminum dulu.” ucap Doni sambil meminum wine nya namun Sari dan Nathali hanya menatap datar dirinya.


”Baiklah, kalau tidak mau minum tidak masalah. Tapi setelah kamu tahu yang aku punya apa, pasti kamu akan memohon mohon padaku.”


Dengan percaya dirinya Doni mengatakan hal yang terdengar lucu di telinga Sari. Sari justru sekarang berpikir, bagaimana bisa dulu dia tertipu oleh kelicikan murahan yang dilakukan manusia menjijikan ini.


Sejujurnya Sari merasa sangat bodoh, padahal setelah dilihat lagi sekarang. Bahkan tidak ada seujung kuku pun dari diri Doni yang menarik, jika dibandingkan Arya. Dia sangat jauh dibawah kekasihnya.


Doni mengeluarkan beberapa potongan foto mengenai Nita dan Bi Inah yang bersimbah darah didepan Sari.


”Saya punya rekamannya, ini hanya sedikit dari isi rekamannya. Kau tahu kan, jika ini tersebar makan kau akan jatuh ke dasar.” ancam Doni.


Namun Sari hanya diam dan tidak memberikan reaksi apapun, bahkan dia terlihat bosan dan ingin segera pergi dari tempat ini.


Benar saja, Sari langsung berdiri di ikuti oleh Nathali dan hendak keluar ruangan namun Doni langsung menuju pintu dan menghalangi mereka.


”Kenapa pergi? kau pikir aku bercanda? aku akan benar benar menyebarkannya. Kau bahkan akan dipenjara.”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2