
Pagi itu Sari sudah bersiap untuk ke kampus dan hari itu pula hari pertama Nathali memulai pekerjaannya.
”Kamu sudah sarapan Nat?”
”Sudah nona.”
”Panggil Sari aja ya? kamu kan menyamar sebagai temanku biar orang gak curiga aku punya pengawal.”
”Tapi itu tidak sopan.”
”Sopan koq lagipula aku juga lebih muda dari kamu. Jadi tolong ya panggil namaku aja.”
”Baiklah.”
Merekapun berangkat ke kampus, Nathali yang menyetir mobil Sari sedangkan Sari duduk di sebelahnya.
Sari berharap dengan adanya Nathali maka ia tidak perlu khawatir lagi tentang Doni. Tapi ia juga berpikir bahwa mempunyai kekuatan fisik juga penting maka ia mencoba membujuk Nathali untuk mengajarinya beladiri dan menembak.
”Nat, aku juga pengin bisa beladiri paling tidak dasar dasarnya. Apa kamu mau menjadi guruku?”
”Untuk apa belajar, saya akan 24 jam menjagamu.”
”Aku tahu, tapi aku juga pengin keren sepertimu.”
”Hmm bagaimana kalau kau terluka saat berlatih nanti.”
”Tidak masalah, lagipula aku hanya belajar dasar dasarnya aja. Tidak perlu sampai sejago dirimu.”
”Baiklah, mulai besok saya akan mengajarimu.”
”Terimakasih Nat.”
”Tidak perlu berterimakasih.”
Tidak lama kemudian mereka sampai di kampus, Sari hendak masuk ke ruang kelasnya diikuti oleh Nathali.
”Aku masuk dulu, kamu bisa ke kantin atau bersantai dulu. Nanti aku akan menghubungimu jika sudah selesai kelasnya.”
”Tidak bisa, saya tidak bisa jauh jauh darimu. Saya akan ikut masuk ke dalam kelas.”
”Aduh tidak perlu, bagaimana kalau dosen sadar kalau kamu bukan mahasiswa disini.”
”Tidak masalah, aku akan menjelaskannya kalau dia menyadarinya.”
”Nanti jadi ribet urusannya, kalau kamu gak mau jauh bagaimana kalau kamu menunggu di taman itu terlihat dari sini.”
”Tidak, itu masih terlalu jauh. Saya harus berada disekitarmu agar saya bisa dengan cepat melindungimu.”
Dia memang berdedikasi tapi gak gini juga lah, bagaimana aku belajar dengan tenang kalau begini.
__ADS_1
”Hmmm bagaimana kalau kamu tunggu disini didepan kelas ini, didalam banyak mahasiswa dan juga ada dosen juga jadi tidak mungkin ada hal berbahaya di dalam. Kalaupun ada aku akan berteriak memanggilmu.”
”Tapi saya benar benar harus ada didekatmu.”
”Iya selain di dalam kelas kamu akan selalu ada didekatku. Ini juga tidak jauh koq kamu tunggu disini sementara aku belajar di dalam. Tolong ya?” Sari memohon dengan mata berbinar binar.
”Baiklah, tapi benar ya kalau ada apa apa langsung berteriak.”
”Tentu saja. Kalau begitu aku masuk dulu.”
Sari masuk kedalam kelas dan duduk dibangku tengah. Tidak lama kemudian seseorang duduk di sampingnya, ia menengok dan terkejut ternyata Doni yang ada di sampingnya.
”Hai, kita ketemu lagi. Gak nyangka ya bisa ketemu terus, namamu siapa?” sapa Doni basa basi padahal ia sendiri sudah tahu siapa Sari bahkan sengaja mengikuti demi bisa dekat dengannya.
”Bagaimana kau bisa disini?”
”Ah, aku juga kuliah disini dan aku juga ambil kelas ini. Kebetulan banget tadi aku lihat kamu yaudah aku duduk aja disini, kita udah beberapa kali ketemu tapi belum kenalan.”
Sialan, aku yakin ini bukan kebetulan. Tapi darimana dia tahu aku kuliah disini, apa selama ini dia sudah memata mataiku tanpa sepengetahuanku. Padahal aku sudah banyak merubah takdir agar berbeda dari masalalu tapi kenapa orang yang aku hindari bisa selalu muncul.
”Hei kenapa kamu malah bengong.” ucap Doni sambil tersenyum.
Sari mengabaikan ucapan Doni dan tidak lama kemudian dosen datang. Sari memilih untuk fokus pada pelajarannya dulu dibanding memikirkan hal lain.
Setelah kelas selesai Sari buru buru berdiri dan ingin secepatnya pergi dari situ, ia sangat ingin menghindari Doni. Namun Doni malah memegang tangannya dan menahannya.
”Hei, kau kenapa si selalu kabur jika bertemu denganku. Padahal aku bukan orang yang berbuat jahat padamu.”
”Tolong lepaskan tangan saya.”
”Baiklah akan aku lepaskan, tapi bagaimana kalau kita kenalan dulu. Sepertinya kita akan sering bertemu jadi ada baiknya kita berteman.”
”Maaf, saya tidak berniat berteman. Tolong sekarang lepaskan tangan saya atau saya akan berteriak.”
Doni dengan terpaksa melepaskan genggaman tangannya dari tangan Sari dan Sari dengan cepat pergi keluar kelas.
Kenapa dia begitu menghindariku, ada yang aneh.
Sari yang keluar dengan wajah panik langsung ditanyai oleh Nathali.
”Ada apa? apa ada bahaya?”
”Kita pergi dulu dari sini, nanti aku akan ceritakan semuanya.”
”Baiklah ayo.”
Mereka bergegas pergi untuk kembali ke apartemen. Sesampainya di apartemen Nathali langsung mengambilkan segelas air putih untuk Sari yang masih terengah engah.
”Minum dulu” ucap Nathali sambil memberikan segelas air.
__ADS_1
Sari meminumnya dan merasa sudah sedikit tenang.
”Kau sudah tenang.”
”Iya, terimakasih ya?”
”Jadi ada apa?”
”Bagaimana kalau kau ikut mendaftar di kampusku dan ambil jurusan yang sama denganku.”
”Kenapa tiba tiba.”
”Pria yang aku hindari ternyata tadi ada dikelas yang sama. Aku tidak mungkin pindah jurusan karena aku harus menghandle perusahaanku setelah lulus nanti, tapi aku merasa tidak tenang ada pria itu yang terus mendekatiku.”
”Boleh saya tahu siapa pria itu.”
”Namanya Doni. Orang yang paling aku hindari adalah dia.”
”Baiklah saya akan berkuliah disitu dan akan selalu didekatmu.”
”Aku tenang jika ada kau.”
”Sudah menjadi tugasku untuk menjagamu.”
”Aku ke kamar dulu ya? aku mau istirahat sebentar.”
Nathali hanya menjawabnya dengan mengangguk. Setelah Sari masuk kedalam kamarnya, Nathali langsung menghubungi Celline agar mendaftarkan dirinya di kampus yang sama dan jurusan yang sama dengan Sari.
Tak lama kemudian Celline mengabari Nathali dan memastikan bahwa besok Nathali bisa langsung saja ikut ke setiap kelas yang Sari hadiri karena Celline sudah menguris semuanya. Itulah hebatnya perusahaan mereka, mereka punya koneksi dimanapun sehingga bisa menyamar sebagai apapun.
...----------------...
Sementara itu di sisi lain Nita yang saat ini masih tinggal di panti menelpon seseorang, ia bertanya apakah rencananya berjalan lancar?
Dan setelah mendengar jawaban dari seseorang itu Nita malah memasang wajah kesal dan merasa tidak puas.
Sialan kenapa rencanaku jalan ditempat aja, udah dua tahun tapi belum ada perkembangan yang berarti. Sepertinya aku harus menjalankan rencana itu.
Nita langsung bergegas bersiap siap dengan penampilan cantik dan sexy, ia berniat pergi ke lingkungan sekitar rumah Arya.
Ia dan beberapa preman yang ia bayar menunggu Arya di persimpangan jalan yang menuju rumah Arya, setelah dari jauh terlihat mobil Arya akan melintas, Nita langsung merobek bajunya agar terlihat berantakan dan Preman yang bersama Nita berpura pura akan melecehkan Nita, Ia pun berakting ketakutan.
Arya yang tidak sengaja melihat ada seseorang yang perlu bantuan langsung turun dari mobil dan menghajar para preman itu, dan tak lama kemudian preman itu kabur.
Ia mendekati wanita yang terlihat menunduk dan ketakutan sambil berusaha menutupi tubuhnya, Ia memberikan jasnya untuk menutupi wanita itu.
”Anda tidak apa apa?”
Nita langsung berpura pura pingsan di pelukan Arya. Dengan terpaksa Arya menggendongnya dan memasukkannya ke dalam mobil, ia berniat membawanya ke rumah sakit.
__ADS_1
...****************...