Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Pertemuan Zayn dan Sari


__ADS_3

Hari itu giliran Sari menemani orangtuanya di rumah sakit karena Teguh harus ke kantor mengurus pekerjaan yang mendesak.


Saat itu Sari hanya ditemanin Nathali yang memilih menunggu diluar kamar karena ingin memberikan privasi pada nona yang di lahan inya itu.


Saat itu Sari sedang mengupas buah apel dan memotongnya menjadu lebih kecil agar kedua orangtuanya mudah memakannya, raut wajah Sari begitu suram sehingga membuat orangtuanya sedih dan khawatir.


”Ade, kenapa wajah kamu begitu?” tanya Rita.


”Memang ada apa dengan wajahku mah?”


”Wajahmu cantik de, iya kan mah?” ucap Ilyas.


Ilyas mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasananya menjadi sedikit ceria, dia sedikit tahu bahwa beban putrinya pasti sangat banyak ditambah putrinya itu juga harus memikirkan orangtuanya yang terbaring sakit.


Mendengar ucapan suaminya itu membuat Rita sadar bahwa sebaiknya dirinya tidak menanyakan apapun yang membuat putrinya semakin sedih.


”Iya bener, wajah kamu semakin cantik de. Apa kamu ganti skincare?” tanya Rita.


Sari tahu awalnya pasti mereka mengkhawatirkan dirinya namun karena tidak ingin membuatnya semakin sedih sehingga mereka memilih mengalihkan pembicaraan itu. Sari memilih untuk mengikuti alur itu dan tersenyum agar tidak membuat orangtuanya khawatir.


”Gak mah.”


Sari yang sudah selesai memotong apelnya langsung menyuapi apel tersebut kepada kedua orangtuanya secara bergantian.


Suasana pun sudah lebih ceria dibanding tadi setelah beberapa kali mereka saling melemparkan candaan.


Tidak lama kemudian Nathali mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan inap, dia melaporkan bahwa ada orang yang ingin menjenguk Rita dan Ilyas.


”Maaf saya mengganggu, di luar ada orang yang ingin menjenguk Tuan dan Nyonya besar.” ucap Nathali.


”Siapa?” tanya Sari.


Nathali membisikan ke telinga Sari bahwa yang datang berkunjung adalah Zayn.


Sari terkejut setelah mendengar itu, dia menjadi waspada karena tidak tahu apa maksud Zayn datang kesini.


”Siapa yang datang memangnya? kenapa kalian berbisik begitu?” tanya Ilyas.


”Aa nu pah, udahlah dia orang gak penting. Biar ade yang menemuinya. Papah dan mamah istirahat saja.” ucap Sari terbata bata.


”Ade, biarkan dia masuk. Tidak pantas loh kita mengusir orang yang berniat menjenguk kita, terlepas siapapun dia.” ucap Ilyas.


”Iya de, biarkan dia masuk saja de.” tambah Rita.

__ADS_1


Sari terpaksa membiarkan Zayn masuk karena tidak ingin membuat orangtuanya khawatir.


”Biarkan dia masuk Nat.” perintah Sari.


Nathali menganggukan kepala kemudian keluar untuk mempersilahkan Zayn masuk.


Zayn dengan senang hati masuk bersama Ferdy sekretarisnya yang membawa bingkisan berupa buah buahan dan juga bunga.


”Selamat siang Pak Ilyas dan Bu Rita.” ucap Zayn dengan senyum ceria.


Sari hanya menatapnya tajam meski dibalas senyuman oleh Zayn.


”Oh ternyata pak Zayn.” ucap Ilyas.


”Maaf saya baru datang menjenguk anda berdua. Saya baru menyelesaikan beberapa pekerjaan mendesak soalnya.”


”Tidak masalah pak, kami tahu kalau anda sibuk.”


”Syukurlah anda memaklumi saya, ngomong ngomong bagaimana kesehatan kalian berdua?”


”Kami sudah semakin membaik, kami ingin pulang ke rumah namun Sari putri kami itu terus memaksa kami untuk di rawat di sini.”


”Putri anda ini selain cantik juga berbakti ya? anda pasti merasa beruntung memiliki putri seperti dirinya.”


Zayn mengangguk tanda setuju dengan ucapan Rita sekalian dia juga tersenyum manis pada Sari yang hanya diam menatap tajam Zayn.


”Ah, maaf saya tidak bisa lama lama berada disini karena saya ada meeting lagi. Besok saya akan datang lagi setelah menyelesaikan pekerjaan saya.” ucap Zayn dengan manis.


”Terimakasih banyak sudah menjenguk kami, tapi anda tidak perlu repot repot begitu. ” jawab Ilyas.


”Saya tidak merasa repot, ini juga bisa buat alasan untuk saya agar bisa bertemu dengan putri anda yang cantik ini.” ucap Zayn diiringi tawa sehingga Ilyas pun ikut tertawa karena berpikir bahwa Zayn sedang bercanda.


”Anda bisa saja, kalau begitu biar putri saya ini mengantar bapak sampai depan.” ucap Ilyas.


”Tapi pah.. ” bantah Sari.


”Sayang, antar pak Zayn ke depan ya?”


Sari paling lemah dengan tatapan memohon papahnya itu, maka dia terpaksa bersedia mengantarkan Zayn ke depan.


”Ah tidak perlu repot repot begitu pak Ilyas.”


”Gapapa, sekali lagi terimakasih sudah menjenguk kami.”

__ADS_1


”Baiklah, saya pamit dulu ya? semoga anda berdua lekas sembuh.”


Zayn berjalan keluar dan disampingnya ada Sari serta Ferdy dan Nita yang mengikuti di belakang mereka agak menjaga jarak sehingga Zayn dan Sari bisa berjalan sambil bicara empat mata.


”Apa maksud anda datang kemari?” tanya Sari tanpa berasa basi.


”Lho kenapa bicarmu begitu, aku kan menjenguk orangtuamu.”


”Anda tidak perlu berpura pura lagi, urusan anda dengan saya jadi jangan sentuh keluarga saya.”


”Kau ini galak banget ya? tapi meski begitu kau cantik juga. Apa kau gak bosan dengan Arya, aku juga tidak kalah darinya lho.”


Sejujurnya baru kali ini Zayn melihat Sari secara langsung dan jika boleh jujur Zayn tertarik dengan fisik Sari yang cantik, Sari juga bukan wanita yang mudah di taklukan sehingga membuatnya semakin menarik.


”Saya tahu anda pasti mengira sudah mengetahui semua tentang saya, tapi saya peringatkan anda ya.. Jangan sekalipun menyentuh orang orang saya. Atau saya yang selama ini diam akan melawan anda secara terbuka.” ancam Sari.


Mendengar ancaman itu justru membuat Zayn semakin naik adrenalinnya bahkan dia juga tersenyum karena dia sangat tertarik dengan wanita di hadapannya ini, selama ini belum pernah ada satu orangpun yang berani mengancamnya.


Mungkin benar kata orang bahwa kalimat ”Kau yang pertama melakukan ini” adalah nyata.


Buktinya Zayn justru semakin tertarik pada Sari, bahkan dia ingin menyingkirkan semua orang disekitarnya agar Sari datang kepada dirinya.


Tentu saja hal itu tidak akan mudah, namun Zayn jadi semakin ingin mendapatkan Sari karena kesulitannya sangat tinggi.


”Kau sungguh sangat cantik jika dilihat secara langsung, saya jadi menyesal membuat kesan pertama yang buruk padamu.” ucap Zayn.


Sari sama sekali tidak menanggapinya, dia justru semakin waspada dengan kedatangan Zayn ke rumah sakit, menurutnya dirinya harus segera membereskan Zayn sebelum Zayn semakin berulah.


Sari tetap diam hingga mereka sampai di depan rumah sakit.


Zayn hendak masuk ke dalam mobil dan supirnya yang sudah berada tepat di depan teras rumah sakit, namun sebelum masuk ke dalam mobil tiba tiba Zayn mencium punggung tangan Sari.


”Aku akan sering sering menemuimu, aku akan membuat kesan yang baik di depanmu.” ucap Zayn sambil tersenyum lalu dia masuk ke mobil dan pergi.


Selain terkejut dengan tindakan Zayn itu, Sari juga merasa jijik. Dia langsung meminta tisu kepada Nathali dan mengelap punggung tangannya itu.


”Ini sangat menjijikan, aku mau ke toilet dulu.” ucap Sari.


”Akan saya antar anda.”


Sari berjalan menuju kamar mandi diikuti oleh Nathali, Sari terus mencuci tangannya itu di bawah kran wastafel dan menggunakan sabun berkali kali, namun dirinya masih saja merasa jijik meski tangannya lecet karena terus digosok dengan keras.


”Sial...” gumam Sari

__ADS_1


...****************...


__ADS_2