Pembalasan Cinta Sari

Pembalasan Cinta Sari
Awal Kehancuran Doni


__ADS_3

Saat Doni sedang asyik tiduran di ranjang sambil bermain game tiba tiba saja Sandi masuk kedalam kamarnya lalu melemparkan koran ke wajah Doni.


Doni sangat terkejut karena ayahnya tiba tiba saja kasar padanya, tidak hanya itu Sandi juga menampar pipi Doni hingga ia merasakan nyeri yang luar biasa di area pipinya.


”Dasar anak kurang ajar, aku memungutmu agar bisa meneruskan bisnisku tapi bisa bisanya kau bertindak bodoh sampai menghancurkanku.” Sandi benar benar tersulut emosi hingga dia ingin sekali rasanya menghajar Doni hingga babak belur namun dia urungkan karena sejujurnya Sandi sudah menganggap Doni seperti putra kandungnya sendiri.


Sebelum Doni mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tiba tiba saja Mirna datang, dia mendengar ada keributan di kamar putranya sehingga dia masuk.


”Ada apa ini pa?” Mirna melihat Doni memegang pipinya dan dilihatnya pipinya memerah. Dengan secepat kilat dia menghampiri putranya itu dan memegang pipi putranya, Mirna terlihat sangat khawatir.


”Pa, kenapa kamu menampar Doni? dia putra kita.” teriak Mirna.


Sandi sebenarnya sangat kesal namun dia juga tidak bisa membentak istrinya yang begitu dia cintai. Jadilah dia tertunduk lemas dan duduk di tepi ranjang.


”Anak bodoh ini sudah menghancurkan kita.” Suara Sandi terdengar lirih dan tidak bertenaga seakan semua energinya tadi terkuras hanya untuk menampar pipi Doni.


”Maksudnya apa? jelaskan.” tanya Mirna.


””Pihak kejaksaan membeberkan daftar bisnis ilegal yang akan segera di selidiki dan jika terbukti makan kita semua akan kehilangan semua kekayaan kita.”


Mirna sangat terkejut hingga tidak dapat berkata kata, begitupun dengan Doni yang hanya bisa membuka mulutnya dengan lebar.


”Dan ini semua gara gara kamu Doni.”


”Kenapa papa salahin anak kita?”


Sandi kesal sehingga dia pergi dari kamar Doni, dia pergi ke ruang kerjanya lalu memukul tembok dengan sangat keras karena kemarahannya.


Tidak lama kemudian Doni datang ke ruang kerja ayahnya dan melihat tangan ayahnya penuh luka dan berdarah, dia menghampiri ayahnya dan memegang tangan ayahnya.


”Apa yang papa lakukan? kenapa papa melukai tangan papa sendiri?”


”Kau keluar, jangan sampai aku menghajarmu.”


Doni bersimpuh di kaki ayahnya sambil terus meminta maaf, dia bahkan mengatakan akan melakukan apapun untuk memperbaiki segalanya.


Ayahnya mengatakan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan saat ini kecuali hanya mempersiapkan diri, tidak lama lagi mereka akan di periksa dan mungkin saja mereka juga akan masuk penjara karena hal ini.


”Aku akan memohon pada Sari agar bisa menolong kita.”

__ADS_1


”Dasar bodoh, kau pikir dia akan mau membantu kita setelah tahu apa yang kau perbuat? lagipula papa yakin juga pasti dia yang melaporkan kita.”


Doni sangat frustasi, dia bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.


”Papa yang akan menanggung hukumannya, tugas kamu adalah jaga mamamu baik baik.”


”Tapi pa..” Belum selesai bicara ayahnya menyuruhnya keluar karena ayahnya sedang ingin sendirian.


Doni terpaksa keluar dan melihat ibunya sudah ada di depan pintu ruangan itu, Doni sangat yakin ibunya itu mendengar semua percakapan mereka.


”Ma.. maa.”


”Sayang, mama mau bicara berdua dengan papa jadi kami kembali ke kamarmu saja ya?”


Mirna langsung masuk kedalam lalu menutup pintunya tanpa mendengarkan dulu jawaban dari Doni. Tidak ada pilihan lain selain pergi dari situ, dia sendiri juga merasa tidak sopan jika menguping pembicaraan orangtuanya.


Karena kau sudah menghancurkan keluargaku maka aku juga akan menghancurkanmu, lihat saja aku akan melenyapkan orang orang yang kau sayangi.


...----------------...


Ketika Leon istirahat syuting, dia memilih untuk bermain handphone di dalam mobilnya.


Saat membuka handphone, dia melihat banyak pesan dari mamanya dan beberapa dari kakak dan ayahnya juga beberapa teman temannya.


Dia merasa malas membuka isi pesan yang paling hanya menanyakan kabar dan keadaan, dia pun membuka sosial media karena sudah lama juga dia tidak tahu berita terupdate.


Saat membuka twiter, betapa terkejutnya dia mengenai berita yang viral saat ini.


Disitu tertulis mengenai tuduhan kepada CEO CH group bahkan beberapa juga komentar jahat yang ditujukan pada kontroversi itu, namun syukurlah berita terupdatenya CEO CH group tidak bisa ditahan karena kurangnya bukti.


”Sialan, siapa yang berani mengusik Sari?” omelnya dengan keras.


Managernya terkejut mendengar omelan Leon, dia sudah mengira bahwa Leon pasti akan bereaksi seperti ini kalau tahu mengenai berita ini, maka dari itu dia sengaja tidka memberitahu Leon, syukurlah masalahnya tidak membesar sehingga dia tidak perlu khawatir kalau Leon akan menunda syuting untuk berlari menemui Sari.


”Kak, kau sudah tahu mengenai berita ini? kenapa tidak beri tahu aku?”


”Maaf, aku takut kamu akan kabur dari syuting kalau tahu tentang ini. Tapi kan masalahnya sudah bisa diatasi oleh Sari jadi saat ini kau bisa tenang.”


”Cih, aku akan menemui Sari setelah selesai syuting.”

__ADS_1


”Tapi kau ada jadwal pemotretan majalah.”


”Kakak kan bisa mengatur ulang jadwalnya, mereka akan mengerti kalau bilang aku kelelahan.”


”Mana bisa begitu, kau hanya punya waktu pemotretan setelah syuting.”


”Kalau begitu batalkan. Ini hukuman karena kakak mencoba menyembunyikan hal penting seperti ini hingga akhir hanya demi syuting.”


Managernya hanya menghela napas panjang sambil mengomel dalam hati, dia tidak punya keberanian mengomeli Leon karena jika Leon merajuk maka semua jadwal akan berantakan dan dirinya akan kesulitan karena dikomplen banyak pihak.


Aku harus memutar otak, alasan apa yang aku buat untuk menunda jadwal pemotretan, sialan bocah ini membuatku terus kena masalah sampai sampai badanku kurus kering begini.


Dia memang sudah kehilangan beberapa kilogram berat badannya karena pusing terus mengurus masalah yang sering dibuat Leon.


...----------------...


Pukul delapan malam Leon telah selesai dengan syutingnya, dia meminta managernya mengantarnya ke kediaman Jayadiningrat. Dia ingin segera bertemu dengan Sari dan melihat kondisinya, dia khawatir jangan jangan Sari masih sedih dengan komentar jahat orang orang.


Sesampainya di kediaman Jayadiningrat, dia dipersilahkan masuk oleh security setelah menanyakan pada majikannya apakah beliau mengenal Akhir Leon yang terkenal itu? setelah majikannya itu menyuruh membiarkan Leon masuk maka mobil yang membawa Leon pun masuk ke area halaman kediaman Jayadiningrat.


Sari menyambut Leon di teras, dia langsung menuju teras setelah mendapat laporan dari security.


Leon turun dari mobil dan merasa senang disambut oleh Sari, untunglah dia bisa bertemu Sari meskipun tidak membuat janji terlebih dahulu.


Leon langsung saja memeluk Sari sebagai ungkapan rasa rindunya, Sari menerimanya dengan senang hati karena sudah menganggap Leon seperti teman sendiri sekaligus calon adik ipar.


”Ada apa ini aktor yang super sibuk datang tanpa memberi kabar?” Sari bertanya setelah Leon melepaskan pelukannya.


”Apa kau baik baik saja?”


Sari menganggukan kepalanya sambil berpikir kenapa Leon yang biasanya pecicilan malah terlihat suram? apa menjadi aktor terkenal itu melelahkan baginya? harusnya dia berhenti saja jika merasa lelah, padahal aku rasa kebutuhannya akan tercukupi meski dia tidak menjadi aktor.


”Maafkan aku baru menemuimu sekarang.”


Leon kembali memeluk Sari dengan erat, kali ini Sari tidak membalas pelukan itu karena dia merasa bingung sebenarnya apa yang coba mau dia katakan.


...****************...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2