Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Memulai awal Yang baru


__ADS_3

" WHAT..." teriak Devan


" Lo bolehin dia dekat sama Loli itu sama aja Lo buka saingan baru Ze " kata lanjut Devan


" Lo nggak dengar tadi gue ngomong apa tadi. gue nggak rebut loli dari Zein lagian hati gue udah fix mentok di karina " kata Egi


" Hati gak ada yang tau kapan berubah haluan " Kata Devan


" kalau misalnya Loli yang suka sama Egi gimana. gue gak mau yah persahabatan kita rusak karna seorang wanita " lanjut Devan


" Oke oke gue nggak akan dekati kok Tenang aja " Kata Egi


" Entah kenapa gue pengen banget dekat sama dia tapi gue juga gak mau Zein salah paham sama gue " kata Egi dalam hati


"Kenapa gue merasa Egi pengen bangat yah dekat sama Loli. " kata Zein dalam hati menatap Egi dengan pandangan yang sulit untuk di artikan


" gue kamar dulu mau tidur " kata Zein beranjak pergi


Setelah kepergian Zein kini tersisa Devan dan Egi. Devan masih terus menatap Egi dengan pandangan menyelidik


" percaya gue nggak ada rasa apalagi niat mau rebut Loli dari Zein cuma gue ngerasa...... Ah sudahlah Lo nggak akan ngerti gue masuk kamar dulu " kata Egi pergi kearah kamarnya meninggalkan Devan di ruang tamu


" Astaga jangan sampai apa yang ku takutkan terjadi " kata Devan dalam hati


Skip......


Sinar matahari pagi langsung menyinari wajah gadis mungil yang masih nyenyak dalam tidurnya


Ngemmmm


" sudah pagi ternyata" Guman gadis itu yang tak lain dan tak bukan adalah Loli.


Loli baru bangun langsung ke kamar mandi setelah itu dia mulai keluar dari kamarnya lalu menuju dapur untuk memasak karna semalam Zein telah mengisi isi kulkas dalam Apartemennya walau sebelumnya tidak


Loli lalu memasak untuk sarapannya sendiri Setelah Sarapan Loli lalu mencari alat -alat bersih. Loli membersihkan Seluruh apartemen itu.


2 jam kemudian Loli Kembali ke ruang Tamu dengan keringat yang bercucuran di dahinya.


" Luas bangat Nih Apartemen. Encok pinggang aku " Gerutu Loli


" Moga moga aja kak Zein puas dengan cara kerjaku. kalau kak Zein puas aku nggak perlu cari kerja di tempat lain kan " kata Loli dalam hati berharap Zein tidak menyuruh dia mencari kerja di tempat lain


Sedangkan di tempat lain Zein Sedang melakukan rapat bulanan Namun kerja bawahannya membuat dia meledak ledak


BRAkkK


" Apa kerja kalian Haaa hanya membuat laporan saja tidak becus " Teriak Zein melempar tumpukan berkas tentang laporan bulan ini dan bulan lalu


" Bubar dan perbaiki semua laporan laporan itu terutama laporan keuangan pemasukan dan pengeluaran jangan lupa lengkapi Angkanya jangan melebihkan atau mengurangkan " Jelas Zein Namun tidak ada yang beranjak


" Apa yang kalian tunggu haaaa" Teriak Zein lagi


" BUBARRR " Lanjut Zein


Mereka langsung berlari keluar meninggalkan Ruang rapat lalu menuju ruangan masing-masing dengan menghela Nafas lega


Sedangkan di dalam ruangan tersisa Devan dan Zein

__ADS_1


HAAAAAAH


Zein menghela Nafasnya secara kasar entah kenapa emosinya mudah sekali lepas kontrol tidak seperti biasa


" Lo kenapa si Ze dari tadi marah-marah Mulu " kata Devan


" Jadi kamu Salahin saya gitu " jawab Zein ketus


" Bu....bukan gi..tu Ze cuma ...."


" gaji kamu bulan bulan ini saya Potong 20% Karna berani menyalahkan saya " kata Zein ketus pada Devan lalu beranjak pergi


" Aduh gaji ku yang Malang. Ada apa sih dengan pak Bos apa dia kesurupan Siluman... "


" DEVAN BERANINYA KAMU......" Teriak Zein kesal


" Gajimu saya potong jadi 50% Bulan ini " lanjut Zein kesal


" Boss...... ampun bos" kata Devan Mengejar Zein Namun di Cuekin oleh Zein


" Apes bangat gue " Guman Devan


Di ruangan Zein duduk bersandar di kursi kebesarannya


" Ada apa sebenarnya denganku kenapa seperti ada yang kurang " Guman Zein


Zein duduk diam melamun Tiba tiba Wajah Loli yang sedang tersenyum melintas di pikirannya


" Astaghfirullah "


" Sepertinya aku harus menemuinya " kata Zein Pelan lalu mengambil telpon kantor di mejanya


" Astaga dasar Bos kampret memang seenak jidat memerintah seenak jidat pula mematikan " Rutuk Devan dengan kesal.


Devan beranjak segera ke ruangan Zein. dia tidak ingin gajinya di potong lagi oleh Zein


Tok Tok Tok


" Masuk " Sahut Zein dari dalam.


Ceklek


Zein langsung menghentikan pekerjaannya lalu menoleh ke pintu yang dimana sosok Devan kini muncul


" Ada apa Bos " tanya Devan was-was sebab takut membuat Zein marah lagi


" kamu handel semua pekerjaan kantor hari ini. saya ada urusan " kata Zein beranjak pergi


" Boa tapi...."


" Gajimu kembali 💯% jika perlu saya kasih bonus " potong Zein langsung


" Siap Bos. bos boleh pergi sekarang " kata Devan dengan Sumringah bahagia. Zein langsung berjalan lagi keluar ruangan


" Yes yes yes "


" Bonussss aku datang....." teriak Devan kesenangan

__ADS_1


" Tapi..... Berkas yang ku kerjakan saja masih menggunung di tambah ini lagi maka aku akan lembur..... Dasar Bos Edan....." Frutasi Devan. dia memang mendapat bonus tapi berkas yang harus di kerjakan ya menggunung dan dapat di pastikan jika dia akan lembur malam ini


" Kapan aku mendapat kekasih jika begini terus yang ada aku akan menjomblo dan memacari berkas-berkas itu semua " lanjut Devan


" Lebih baik aku membawah semua berkas di ruangan ku kesini semua " kata Devan lalu pergi menuju ruangan miliknya.


Sedangkan Zein kini sedang kesal pasalnya jalan macet parah sehingga menghalangi perjalanannya.


" Astaga tau begini aku pakai motor tadi " gerutu Zein


" Kapan Sampai jika begini "


" Kenapa para pengendara ini tidak maju-maju "


" Ini lagi kenapa lampu merah segala sih tambah Macetkan "


Zein mengomel sepanjang jalan karna kemacetan sampai ia berhenti di sebuah Bangunan yang di yakini Apartemen kelas atas


" Akhirnya sampai juga " kata Zein lalu turun dari mobil Menuju Nomor Unit apartemennya


Ting Tong.......


Ting Tong.....


Ting Tong.....


Namun tidak ada yang membukakannya pintu


" Kemana dia " Guman Zein


Ting Tong.....


" Jangan-jangan dia.... Astaga jangan sampai " ucap Zein yang mulai khawatir karna berpikir yang jauh


Zein lalu memasukkan kata sandi Apartemen itu lalu Segera masuk Namun ia langsung diam mematung melihat orang yang dia khawatirkan tertidur lelap di Sofa masih dengan peralatan bersih-bersih di depannya


" Astaga aku sudah Khawatir tapi ternyata dia tidur " Guman Zein mendekat ke arah Loli lalu berjongkok di depan wajah Loli


" Apa dia kecapean yah " Guman Zein lagi


" Tapi ini sudah siang Waktunya makan Kata dokter Waktu itu dia punya penyakit Maag Akut " ucap Zein mengingat-ingat perkataan dokter


" Dia harus segera makan jika tidak itu akan berbahaya " lanjut Zein


" Loli... " Panggil Zein


" Loli ayo bangun " panggil Zein lagi dengan sedikit menggerakkan tubuh Loli


" Em Kak Zein " panggil Loli


" kamu kenapa tidur disini " tanya Zein


" Maaf kak tadi Loli kecapean jadi ketiduran hehehe " kata Loli dengan Cengengesan


" Sudah. kamu siap-siap sana habis itu saya " ucap Zein


" Kemana " tanya Loli

__ADS_1


" Rahasia "


__ADS_2