Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Rencana Gagal


__ADS_3

Sinar matahari masuk dalam kamar melalui celah gorden tetapi orang yang berada di atas ranjang tak terusik sama sekali hingga


Drett.....


Drett........


Drett....


" MMM siapa sih yang Telfon sepagi. Ini kan hari libur " Guman Lolita mencari-cari ponsel


" Mana sih......Aa disini rupanya " Lolita menggeser tanda hijau lalu menempelkan ponsel ke telinganya


" Hallo " Dengan suara Serak khas bangun tidur


" Wake up Angel "


Deg


Sontak Lolita terperanjat kaget, ia dengan Refleks langsung terduduk,matanya terbuka lebar lalu melihat ponselnya dengan tangan gemetar Kantuknya hilang entah kemana.


" Si.....siapa " tanya Lolita dengan suara bergetar, tangannya langsung dingin dan gemetar


" Hehehe Kau melupakan ku Angel "


Lolita bukannya berfikir Ia malah Gemetar, Seluruh Tubuhnya menjadi gemetar karna suara itu. Suara itu ia sangat hafal dan sangat ingat selalu membekas di ingatan Nya


" Apa kabar mu Angel "


" Si...siapa hiks " Tanya Lolita di iringi Isak tangis


" Ku harap kau baik-baik saja ya "


"Dan selalu baik-baik saja "


" Apa kau tidak merindukan ku.....tapi ku rasa tidak. Kau bahkan tidak mengingatku padahal ini baru 4 tahun "


" Kau...kau siapa hiks... Siapa...hiks hiks Kau..."


Ceklek


" Kau kenapa Baby kenapa menangis " tanya Zein khawatir melihat kekasihnya itu pagi-pagi sudah menangis


" Sepertinya ada yang datang. Kamu jaga kesehatan ya. Dan jika sudah waktunya Aku akan menjemput mu "


Tut


Tut


Tut


Orang itu langsung mematikan Sambungan telfonnya secara sepihak.


" Baby... Hey kau kenapa Hem " tanya Zein tambah Cemas.


" Hiks hiks hiks Hiks...."


Bukannya menjawab Lolita malah memeluk Zein dengan Isak tangis yang pecah.

__ADS_1


" Kenapa hemmm.... Siapa tadi yang telfon " tanya Zein lembut Mengelus rambut panjang Loli


" Aku nggak tau hiks... Tapi suara dia hikz....dia...dia hiks.. dia kembali hiks " kata Lolita terbata-bata bahunya bergetar karna menangis.


Mendengar itu Zein ingin bertanya tapi dia tidak tega melihat kondisi Lolita sekarang jadi dia urungkan.


Setelah 10 menit Lolita mulai Tenang. Zein lalu menghapus sisa air mata di mata sang Kekasih.


" Kenapa Menangis " tanya Zein


" Tidak apa-apa. Zein Napa kesini " tanya Lolita berusaha mengalihkan Topik


" Aa itu.... Aku mau ajak kamu jalan-jalan kan beberapa Minggu ini aku sibuk dengan pekerjaan hingga nggak ada waktu buat kamu " jawab Zein mengelus pipi Lolita dengan lembut


" Sepertinya Ada yang di sembunyikan mu Baby. Tapi aku tidak akan memaksa " batin Zein menatap dalam bola mata Lolita.


" Jalan kemana " tanya Lolita Antusias seakan melupakan apa yang terjadi beberapa menit yang lalu


" Bersiaplah " ujar Zein


" Baiklah. Kau keluarlah aku akan membersihkan diri dulu " Kata Lolita


" Hem "


Cup


" Mandilah. Aku akan membuatkan kamu sarapan " kata Zein berlalu keluar dari kamar Lolita


" Aa tambah cinta deh " Guman Lolita senyum-senyum sendiri sambil berjalan ke kamar mandi.


Sedangkan di dapur Zein sedang berperang dengan peralatan memasak dan semua bahan untuk masakan nanti.


" Waw pasti enak " ujar Lolita tiba-tiba muncul di belakang Zein


" Baby Astaga.....duduklah kita sarapan dulu " sahut Zein lalu mereka berdua duduk dan mulai menyantap makanan mereka walau sekali-kali ada adegan suap-menyuap.


*****


Skip


*****


" Kita ngapain kesini Sayang " tanya Lolita pasalnya Zein membawanya di sebuah butik


" Ayo kita masuk " Zein menghiraukan pertanyaan Lolita malah Ia menarik lengan Lolita dengan lembut menggenggam tangannya lalu membawanya masuk dalam Butik.


Setelah 1 jam Akhirnya Lolita keluar dengan pakaian yang berbeda. Membuat Zein Lagi lagi terpesona.


" Sudah kan Sayang " tanya Lolita jika boleh jujur dia cape dari tadi di suruh ganti Mulu pikirnya


" Kata Siapa " sahut Zein


" Mari Nona ikut saya ke ruang sebelah untuk kami make over Nona " tiba-tiba datang seorang wanita lagi membimbing Lolita ke Ruang lain


" Lagi...? " Guman Lolita Syok


Lolita hanya pasrah dan mengikuti kemana wanita di depannya membawanya.

__ADS_1


" Awas kamu Ze... Ku balas nanti " batin Lolita dengan kesal


Setibanya di dalam ruang Lolita di dudukan di sebuah kursi lalu di make over alias di make up


Beberapa menit kemudian Semua urusan Loli sudah selesai semua, Ia langsung berdiri dan beranjak keluar


" Sayang " panggil Lolita dengan cemberut


Zein menoleh ke arah Lolita lagi lagi dia terpesona akan kecantikan Loli tapi wajahnya langsung datar melihat mimik wajah Lolita yang Cemberut. Sontak ia langsung melihat ke arah parah MUA yang bertugas untuk mendandani kekasihnya itu.


" Apa yang kalian lakukan pada wanita ku " Zein menatap tajam mereka semua.


" Sudahlah Ze ayo pulang aku capek tahu. Ini juga karna mu " omel Lolita penuh kekesalan kepada Zein


Mendengar itu Zein hanya bisa Cengengesan dan menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.


" Baiklah ayo kita pergi " Zein segera menggandeng Lolita keluar dari Butik.


Zein menjalankan Mobilnya menuju tempat yang telah di siapkan untuk Ia dan Lolita. Sampai di sana Zein langsung turun dan membuka kan pintu untuk Lolita. Lalu mereka masuk dalam gedung bertingkat itu.


Kenapa Lolita tidak bersuara lagi? Karna dia Capek dan Lemas karna Ulah Zein.


Zein membawa Lolita ke lantai atas sambil menggenggam tangan Loli, mereka tidak menyadari jiga di meja sudut ruangan ada yang melihat mereka.


Ceklek


" Masuklah Baby " ucap Zein setelah membuka pintu


" Wow indahnya " Lolita terkagum-kagum melihat pemandangan di bawah sana di lihat dari sini.


" Kau suka " bisik Zein di telinga Lolita


" Hm suka tapi aku lapar " Cicit Lolita pelan nyaris berbisik. Zein terkekeh kecil lalu menarik Lolita di sebuah meja.


" Lihat....! " Ucap Zein menunjuk aneka makanan sudah di saji di atas meja


" Kau suka " tanya Zein lagi


" Suka " jawab Lolita langsung duduk di kursi yang di siapkan Zein.


" Jangan sampai Rencana ku gagal. Kali ini aku harus berhasil " batin Zein bertekad kuat.


Mereka mulai makan dengan khidmat tidak ada yang membuka obrolan karna sibuk urusan makan terutama Lolita yang tidak memperdulikan keadaan sekitar yang penting dia kenyang.


Setelah beberapa menit kemudian mereka selesai makan. Zein menatap Lolita dengan lekat. Kali ini dia harus berhasil melakukannya mumpung situasi mendukung pikirnya.


" Baby ada yang ingin aku sampaikan " ucap Zein menggenggam tangan Lolita dia tas meja


" Apa " tanya Lolita mengernyitkan alis


" Kau tau aku sangat mencintai kamu melebihi diriku sendiri, kau adalah sumber kebahagiaan ku setelah Ibu, kau adalah wanita nomor 2 setelah ibuku. Hari ini Aku Zein Malik Muhammad Akbar mengatakan dengan Lantang LOLITA ASMARA MAUKAH ENG........ "


BRAKKK


Perkataan Zein terpotong dengan dorongan pintu dari luar yang di buka secara kasar


" Sial. Rencana yang aku buat gagal total " batin Zein

__ADS_1


. " Sayang....."


__ADS_2