
" Bunda......"
Deg
" Eh sayang.....sini " panggil Isma mengajak Wanita yang baru muncul itu
" Ara....." Guman Egi dan Devan Namun Zein masih bisa mendengarnya dengan jelas.
Zein tidak mengalihkan tatapannya dari wanita yang berpakaian Syar'i di depannya. Ia sangat mengenal suara, Postur tubuh, tatapan itu, Zein sangat yakin wanita di depannya adalah wanita yang ia tunggu-tunggu selama ini.
" Ara...." Zein segera berdiri lalu berjalan cepat ke arah Lolita hendak memeluknya namun tertahan
" Kita bukan Muhrim "
Deg
Jantung Zein semakin berpacu kencang mendengar suara itu sangat dekat dengan dirinya.
" Tapi aku merindukan mu Baby " Lirih Zein menatap Lolita dengan pandangan berkaca-kaca
" Tapi kita tidak bisa saling menyentuh kita bukan muhrim kita harus membatasi diri agar tidak terjadi dosa " kata Lolita lemah lembut
" Sudahlah Ze yang pentingkan Ara sudah ada di depan mata " Timpal Devan mendekat ke arah Lolita lalu memeluknya seakan menunjukan kalau dia bebas menyentuh bahkan memeluk Lolita
__ADS_1
" Rasain kau.....emang enak nggak bisa peluk....lihat nih aku bisa memeluknya dengan bebas " batin Devan semakin memanas-manasi Zein dengan memeluk Erat Lolita di depan Zein
" Sialan.....harusnya aku yang memeluknya seperti itu.....awas kau Devan berani sekali kau memeluk wanitaku seperti itu...." Batin Zein kesal lalu menuju kursinya kembali namun matanya tak pernah beralih dari sosok di depannya.
Sret.....
" Jauh jauh kau dari Adek aku " Amber yang baru datang langsung menarik Devan untuk menjauh dari Lolita
" Apa sih.....dasar wanita jadi-jadian " semprot Devan kesal Karna di tarik paksa sama Amber
" Cih...sorry tapi saya wanita asli bukan wanita jadi-jadian " Balas Amber tersenyum sinis ke arah Devan
" Sudah-sudah kalian ini kenapa setiap bertemu selalu saja bertengkar " Lerai Isma
" Sudah Ayo makan "
Mereka mulai makan dengan khidmat tapi Zein sesekali akan mencuri-curi pandang kepada Lolita
Beberapa menit kemudian mereka semua sudah selesai makan.
" Om ada yang ingin aku sampaikan " kata Zein tiba-tiba menatap Arka dengan pandangan yang sulit di artikan
" Ikut Om ke ruang kerja Om " ajak Arka seakan mengerti akan apa yang di bicarakan oleh Zein.
__ADS_1
Arka berdiri dari kursinya lalu di ikuti oleh Zein Devan dan Egi mengikuti Arka yang menuju ruang Kerja miliknya Sedangkan Isma Amber dan Lolita mereka sibuk membersihkan dan mengangkat piring kotor
" Apa yang ingin kamu bicarakan " Tanya Arka setelah sampai di ruang kerja miliknya
" Menagih janji Om 1 tahun lalu " Kata Zein datar
" Janji yang mana " tanya Arka mengernyitkan alis
" janji aku akan menikahi Ara setelah bertunangan 1 tahun dengan dengannya dan sekarang 1 tahun itu sudah berlalu " papar Zein
" WHAT........ kamu mau menikahi lolita secepatnya begitu maksud kamu " Tanya Devan menatap Zein tajam
" kau kira aku masih sanggup menunggu di saat aku sudah menunggu selama 1 tahun ini? Tidak Van! aku tidak sanggup lagi aku bisa gila jika harus berjauhan dengan Ara lagi cukup! cukup satu kali ia pergi dari genggaman tangan ku tidak ada lain kali ataupun kesempatan lain " jelas Zein
" Baiklah kali ini Om tidak akan menghalangi mu lagi pula Ara juga sudah siap lahir batin untuk menikah "
" Terimah kasih Om "
" Jadi kapan kamu akan datang melamar Ara "
" Secepatnya " jawab Zein pasti
" Tapi jika Kakek kamu berani lagi menyakiti atau menghina Ara Aku tidak segan-segan akan menjemput Ara kembali "
__ADS_1