
Masih lanjutan Flashback yah
Ara kecil Lalu berusaha mengangkat Rusa itu di pundaknya walau harus menahan Sakit
" Aa.. Ara....Harus.....Kuat Demi... kak... A**** " Kata Ara kecil terengah-engah
Sedangkan di rumah Ibu panti kini tambah Cemas karna Ara kecil belum juga muncul padahal hari sudah gelap.
" Nak kau dimana " kata ibu panti meneteskan air mata
" Loh ibu Disini. Bapak dan Abang-abang cariin juga " ujar Suami ibu panti dan di belakangnya di ikuti dua pemuda yang berumur 15-16 tahu.
" Ada apa Bu kok mukanya panik gitu " Kata Bapak panti
" Itu Ara Pah. dia tadi izin pergi berburu karna A***** ingin makan daging tapi karna ibu tak punya uang Jadi arah izin berburu di hutan tapi ini sudah gelap tapi belum juga kembali " Papar ibu panti
" APA...... " teriak Dua pemuda itu
" Bu kami akan pergi mencari Ara " kata Kedua pemuda itu lalu beranjak Namun terhenti dengan suara gadis kecil
" Ibu....Ayah... Abang......"
Mereka semua menoleh ke asal suara mereka langsung membelalakkan mata melihat adik kecil yang mereka sayangi kini bermandikan darah
" ARA." kedua pemuda itu langsung menerjang tubuh kecil Ara lalu memeriksa tubuh Ara.
" Syukurlah kamu hanya luka kecil " kata Pemuda A merengkuh Tubuh kecil Ara
" Ibu Lihat aku bawah Ayam Rusa malam ini kita bisa makan Daging dan sisa daging rusa ini bisa kita jual besok di pasar agar kita beli bisa beras " Kata Ara Kecil
# Flashback off
" Jadi begitu ceritanya. Ini darah Rusa di pundak Aku waktu itu " papar Lolita.
" Ternyata Putri ayah berhati mulia dari kecil " Arka memeluk putrinya dengan Erat menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca dan hatinya yang di tusuk-tusuk mendengar perjuangan putrinya yang hanya karna ingin makan Daging harus berburu di hutan.
" Lalu dimana Abang-abang dan kakak mu itu " tanya Devan
" Loli juga tidak tau, 3 tahun lalu mereka memutuskan untuk merantai ke negeri karna waktu itu di panti asuhan tempat ku tinggal sudah ada beberapa anak kecil yang kami Rawat. Tapi sampai sekarang Loli nggak tau dimana mereka semua, Mereka menghilang begitu saja " Kata Loli dengan Sedih
" Tenang saja Nanti Kaka akan bantu cari hm " Egi segera menghibur Lolita.
" Jadi mulai sekarang kami akan memanggil Kamu dengan nama LOLITA ASMARA ALEXANDRE " Kata Bunda Isma
" Yah " jawab Lolita
" Baiklah waktunya Putri ayah tidur " kata Arka lalu menarik lengan putrinya untuk di bawah ke kamar
" Ayah Tunggu...." Teriak Devan dan Egi berlari menyusul Ayahnya dan adik kecil mereka.
" Apa yang kalian lakukan di kamar Putri ku " Arka menatap tajam kedua putranya yang menerobos masuk ke dalam kamar putrinya.
" Tidur bersama Ara " Jawab keduanya Kompak
__ADS_1
" Tidak. Kalian sudah besar jadi tidak bisa tidur bersama Ara lagi " Tolak Arka
" Tapi "
" Tidak ada Tapi tapian kalian lupa Ara itu sudah dewasa bukan gadis kecil yang berumur 5 tahun. Kembali ke kamar kalian masing-masing " Arka langsung mendorong kedua putranya untuk keluar dari kamar Putri kecilnya.
" Begini yah rasanya punya keluarga, di perhatiin dan di manjain. Bang, Kak kalian dimana. Ara kangen sama kalian " ucap Lolita pelan menetaskan air matanya.
Lolita hanya bisa mengingat masa kecilnya walau pahit tapi disitu pula ada kenangan manis Ia dan Abang-abang nya dan Kakak perempuannya. Lama menangis membuat Lolita tertidur dengan sendirinya.
Skip....pagi hari
Tok
tok
Tok
" Ara bunda masuk ya " Izin Bunda Isma memasuki kamar putrinya karna tidak mendengar sahutan jadi Isma langsung masuk
" Ara sayang bangun ini sudah pagi Loh " Isma membangunkan putrinya itu.
" Nanti Bun Ara masih Ngantuk 5 menit lagi deh " Kata Ara lalu menarik selimutnya kembali
" Gadis ini " Isma hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya lalu keluar dari kamar Putrinya.
" Pagi Bunda "
" Pagi Bun "
" pagi sayang " Sapa Arka kepada sang istri lalu mengecup kening istrinya.
" Devan bangunkan Adik mu " Perintah Isma kepada Putranya
" Ara belum bangun Bun " Tanya Egi
" Belum "
Sontak Devan dan Egi langsung berlari ke lantai dua.
" Astaga mereka itu " Keluh Isma ?melihat ?''kelakuan kedua putranya seperti anak kecil.
" Biarkan saja. Bagaimana pun Mereka terpisah cukup lama " kata Arka menimpali perkataan istrinya.
" Ara sayang bangun nanti kamu ke siangan kamu mau di semprot mah Bos galak mu itu " Celutuk Devan
" Sayang bangun " Egi dengan lembut menyingkirkan beberapa helai rambut Lolita dari pipinya.
" Ara Bangun Yok. Zein sudah nunggu kamu di bawah " Ucap Egi
" Zein di bawah..." Guman Lolita yang masih antara sadar dan tidak
" APA...... "
__ADS_1
BRAAAK
Lolita langsung berlari secepat Angin menuju ke kamar mandi
" Astaghfirullah " Devan dan Egi hanya bisa mengelus dada melihat kelakuan Lolita yang baru mereka ketahui. Devan dan Egi hanya saling melirik lalu beranjak keluar dari kamar Lolita.
30 Menit kemudian
Tak
Tak
Tak.
Bunyi sepatu Lolita yang berjalan mendekat ke meja makan.
" Pagi Sayang/Ara " Sapa mereka semua yang ada di meja makan yaitu Kedua orang tua Lolita dan Kedua kakak laki-lakinya.
" Pagi " Lolita menjawab dengan singkat dan jangan lupakan senyum Cerahnya.
" Lolita segera duduk di antara Devan dan Egi dengan mata yang kesana kesini seperti sedang mencari Sesuatu.
" Apa yang kamu cari Sayang "tanya Isma melihat Putrinya itu sibuk mencari sesuatu.
" Zein Mana Bun " Tanya Lolita menatap Bundanya.
" Zein. nggak ada Zein disini dari tadi " Sahut Arka menatap putrinya dengan dahi yang mengerut
" Loh Kata kakak, Zein udah Nungguin Ara Yah " Aduh Lolita kepada ayahnya.
" KALIAN......."
" kami minta maaf Yah....... Habisnya Ara tidur ke kebo " kata Pelan Devan dan Egi yang cekikikan sendiri.
" Tuh Yah Dengar kakak samain Ara dengan Kebo " Ara Mengadu kepada Arka.
" Devan. Egi " Arka langsung memberi tatapan tajam kepada kedua putranya itu.
" Maaf "
Devan dan Egi langsung kicep setelah melihat tatapan mata Arka sudah mau memakan mereka bulat-bulat. Melihat kepatuhan Devan dan Egi Lolita langsung tersenyum kemenangan lalu menjulurkan Lidah kepada Devan dan Egi sebagai Ledekan.
" Gini yah rasanya punya keluarga. Selain di manjakan di perhatiin tapi di bela juga " batin Lolita menatap penuh haru semua Orang yang berada di meja makan.
" Ayo sarapan sayang. Mau apa biar bunda ambilkan " tanya Isma menatap putri semata wayangnya dengan lembut.
" Roti selai Coklat " Cicit Lolita yang hampir menangis
" Baik-baiklah akan bunda ambilkan tapi jangan menangis Nanti cantiknya hilang " kata Isma yang salah mengartikan kenapa mata Lolita berkaca-kaca.
Sedangkan ke tiga pria beda generasi itu langsung menghentikan kegiatan mereka masing-masing mendengar Lolita menangis. Sontak ketiganya menoleh ke arah Lolita yang sedang tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
" Sayang/Ara "
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Karya Ku " TUAN KEJAM DAN GADIS MISTERIUS