
Hari terus berganti, jarum jam terus berputar, tak terasa hari yang di tunggu-tunggu Zein akhirnya tiba. hari dimana ia untuk kedua kalinya datang ke rumah orang tua wanitanya untuk menjemput wanita yang amat ia cintai itu selain ibunya.
Dadanya begitu berdegup kencang hanya menatap kediaman di depannya. 1 tahun lalu ia tak segugup ini tapi kenapa rasanya kali ini begitu Gugup, kedua tangannya panas dingin dan tenggorokannya terasa kering.
"Zein Ayo masuk" Abi Rayen memanggil Zein yang hanya berdiam kaku di depan mobil.
3 hari yang lalu Rayen begitu emosi mendengar penolakan Zein untuk yang kesekian kalinya tapi saat mendengar jika wanita pilihannya telah kembali. Rayen hanya bisa menelan kembali emosinya, Ia akui di masa lalu ia begitu bersalah atas kehidupan Istri dan anaknya. Cukup dirinya yang melakukan kesalahan itu jangan sampai anak dan cucunya juga menjadi korban.
"Abi dan Umi masuk duluan nanti Zein menyusul" Kata Zein menahan gugup.
"Kamu nggak akan kabur di hari lamaran kamu kan?" Goda Umi Renata kepada Zein.
"Nggak mungkinlah Zein kabur Umi hari ini adalah salah satu hari yang paling Zein tunggu. hanya saja Zein sedikit gugup" kata Zein memelankan suaranya di akhir kalimat karna ia merasa malu.
Mendengar itu Abi Rayeen dan Umi Renata hanya bisa tersenyum tipis ternyata ada hal yang membuat putra mereka itu merasakan yang namanya gugup. Abi Rayen berjalan mendekat kepada Zein.
"Tenang semua akan baik-baik saja" kata Abi Rayen menepuk bahu Zein.
"Aku harap seperti itu." kata Zein dingin menatap sinis pasangan tua di samping Uminya membuat pasangan Tua itu menundukkan kepala mereka.
"Kami akan menerima pilihanmu Nak. siapapun itu kami tidak akan menghinanya lagi" kata Pria tua itu yang tak lain dan tak bukan adalah Bryant Akbar sang Kakek dan Ayah dari Rayeen Akbar.
"Semoga saja" balas Zein tetap dingin.
__ADS_1
Sejak kejadian 1 tahun lalu hubungan Zein dan Kakek Neneknya semakin jauh terutama Kakeknya Bryant, Zein semakin tidak menyukai pria tua itu bahkan terkesan sangat membencinya.
Selama 1 tahun itu pula sang Kakek berusaha untuk meminta maaf dan bicara baik-baik kepada Zein tapi Zein selalu menolak dengan berbagai alasan hingga membuat pria tua itu sampai sekarang masih menyimpan rasa bersalah itu karna sampai sekarang sang cucu belum memberi pintu maaf kepadanya.
"Sudah ayo masuk lihat mereka sudah menunggu" Lerai Umi Renata menunjuk barisan para pelayan yang sedang berdiri berjejer rapi.
Akhirnya mereka semua masuk ke dalam kediaman orang tua kandung Lolita. Zein berjalan paling belakang dengan degup jantung yang semakin mendekat ia semakin berdegup kencang.
"Ya tuhan tenangkanlah jantungku" batin Zein meraba dada kirinya.
"Assalamualaikum" Salam pihak Zein.
"Walai'kum salam" jawab Pihak Lolita berdiri menyambut calon besan mereka
"Tak apa mungkin di jalanan macet itu sudah hal biasa" balas Arka sambil tersenyum ramah menyambut calon besan mereka.
"Silahkan duduk" lanjut Arka mempersilahkan calon besan ya untuk duduk.
Akhirnya Rayen dan seluruh keluarga duduk di depan Arka Calon besannya.
ternyata bukan hanya Keluarga kandung Lolita yang ada disitu tapi kakak angkat Lolita pun ada yaitu Amber, Arnold dan Alzen mereka duduk bersama dengan keluarga kandung Lolita.
Sedangkan Zein hanya bisa berdiri mematung menatap wanita yang berpakaian Syar'i warna putih itu.
__ADS_1
Berbeda dengan Keluarga Zein yang lainnya kini mata mereka menyelisik wajah-wajah di depan mereka namun mereka tak menemukan wajah yang ingin mereka lihat yaitu Lolita.
"Maaf tapi dimana Cucu menantuku" Samantha yang tak tahan langsung bertanya.
"Dia ada disini namun kalian tidak bisa melihat wajahnya sekarang" jawab Arka terdengar ambigu di telinga mereka selain Zein tentunya.
"Kenapa seperti itu. kami ingin melihatnya dan kami juga ingin minta maaf atas apa yang kami lakukan tahun lalu terutama aku" kata Bryant dengan serius.
"Maka minta maaflah dia ada disini duduk bersama kita semua" kata Arka datar karna jika mengingat peristiwa itu membuat amarahnya seketika naik namun ia tak ingin egois karna Arka tahu di luar sana mungkin banyak yang akan mau menikahi putrinya itu tapi yang benar-benar tulus menerima apa adanya mungkin hanyalah seorang Zein.
Di dunia ini siapa pria yang Sudi menerima mantan wanita malam sebagai pendamping atau istri mereka yang ada mereka malah merasa jijik.
"Disini. tapi dimana" Kata Samantha sambil menyelisik satu persatu wajah gadis di depannya yang jelas-jelas bukan wajah Lolita kecuali wanita yang memakai pakaian syar'i lengkap dengan cadar putih itu di wajahnya tapi tidak mungkin. Lolita tidak memakai apalagi berpakaian Syar'i seperti ini.
"Yang kalian cari adalah aku" kata wanita yang berpakaian Syar'i.
Deg
Untuk sesaat mereka tertegun mendengar suara itu. Suara yang begitu lembut nan merdu membuat siapapun yang mendengarnya akan terpesona hanya karna suara.
Dengan pelan mereka menoleh ke arah wanita yang memakai cadar putih itu. mata mereka langsung membulat saat tahu wanita itu adalah Lolita terbukti dari suara dan matanya.
"Itu kau Nak" kata Renata menatap dalam wanita pilihan putranya.
__ADS_1
"Iya. Ini aku Lolita Asmara sang mantan wanita malam, Sang Pendosa yang merindukan syurga Allah"