
" *Lindungi dan jaga baik-baik Lolita karna jika kalian menyakiti dia sedikit saja. Aku tidak akan segan-segan merebut Ia dari kalian, Karna ia adalah Dewi penolong kami. Aku akan selalu berada di sekitar kalian mengamati dan memantau kalian semua jadi sekali saja kalian membuat ia sakit Percayalah Aku akan langsung merebutnya dari tangan kalian. Camkan itu
dan sembunyikan identitas Lolita dengan rapat karna ada seekor kecoa yang mencouba untuk menyakiti Lolita. Ini adalah ujian pertama kalian jangan sampai orang itu berhasil menyakiti Dewi penolong kami
Mr A*
Devan hanya diam meremas kertas putih di tangannya dengan kesal.
" Siapa Mr A ini kenapa dia ingin merebut Princess dari kami " Batin Devan bertanya-tanya.
" Tapi setidaknya Dia bukan seseorang orang yang akan menyakiti Princess tapi siapa yang akan menyakiti Princess " Devan berfikir dengan keras perasaan selama Lolita pindah di kota ini dan bekerja di perusahaan A'K Company ia belum membuat masalah satu pun dengan orang lain. Lalu siapa yang orang yang di maksud Mr A.
" Apa yang kau pegang Devan " Tanya Tuan Arka tiba-tiba pada putranya
" Eh. Ada apa dengan Bunda " Tanya Devan melihat Bundanya tidak bergerak
" Bunda mu ketiduran. Sekarang katakan apa isi surat itu " Tanya Tuan Arka menatap Serius putrinya.
Devan segera menyodorkan kertas putih itu ke arah Ayahnya. Arka memindahkan dengan pelan Istrinya sehingga berbaring di sofa setelah itu Ia langsung mengambil surat yang di sodorkan Devan kepadanya.
Arka Membaca dengan teliti isi surat itu bahkan berkali-kali dia ulang lalu tiba-tiba Ia mengernyitkan alis lalu menatap Putranya dengan serius
" Kau sudah mencari latar belakang Lolita selama ini bukan " Tanya ARKA kepada Devan
" Sudah Ayah bahkan jauh sebelum aku mengetahui dia Adikku " jawab Devan
" Lalu siapa Itu Mr A " Tanya ARKA
" Devan tidak tau Yah. karna setahu ku Lolita tidak punya orang terdekat selain Keluarga panti asuhan tempat ia Tinggal. Lagi pula mereka tidak punya orang yang berinisial A kecuali....." Devan menghentikan kalimatnya saat dua Nama terpikirkan Olehnya
" Kecuali apa Devan " Desak Tuan Arka pada putranya
" Kecuali Aditya dan Alex mereka berdua adalah pasangan ayah dan Anak tapi Princess Pernah hamil di antara mereka berdua salah satunya adalah ayah bayi itu. Tapi saat Princess datang kepada mereka untuk menuntut tanggung jawab mereka malah Menghina dan merendahkan princess bahkan pasangan Ayah dan Anak itu menyiksa Princess secara fisik "
" Menyiksa bagaimana maksud mu " Tanya ARKA mulai Emosi
__ADS_1
" Pria tua bernama Aditya itu Menampar Princess Yah bahkan si Alex Alex itu menendang perut Princess padahal ia Tahu princess sedang hamil mereka dengan tidak berperasaan mengusir Princess setelah menyiksanya. Sehingga mengakibatkan Princess keguguran kala itu "
" Apa.....Beraninya mereka " Arka begitu murka mendengar Penjelasan Devan lalu tiba-tiba Ia teringat akan pengakuan Lolita tadi siang di Restoran.
" Jadi Princess tidak membunuh Bayi itu " Tanya Tuan Arka
" kata Siapa Princess membunuh bayi Ayah. dia keguguran karna para pria brengsek itu " Tiba-tiba Devan menjadi emosi membayangkan apa yang telah di lakukan Oleh pria brengsek itu pada Adiknya.
" Tapi tidak mungkin Jika mereka berdua adalah Mr A karna di surat ini kita bisa simpulkan jika Mr A ini selalu menjaga dan melindungi Princess bahkan dia memanggil princess dengan nama Spesial " Lanjut Devan
" Kita lupakan dulu tentang Mr A sekarang katakan Apa princess punya musuh " tanya Tuan Arka
" Setahu Devan tidak. Selama ini princess Selalu berbuat baik dan tidak ada buat masalah sama orang "
" Terus siapa yang ingin menyakiti Princess "
Tuan Arka dan Devan Terus berpikir siapa kemungkinan yang akan menyakiti Lolita tapi mereka malah pusing sendiri.
" Sudahlah kamu bersih-bersih sana sebentar lagi kita mau makan malam sekalian telfon Si Egi katakan dia datang makan malam di kediaman ALEXANDER segera "
Sedangkan di tempat lain Seorang wanita sedang melampiaskan kemarahannya dengan mengamuk dalam kamarnya.
AAAAAA
BRAKK BRUK BRAKK BRAKK
" SIALAN.... Kau hanya Milikku Zein hanya milik Seorang Kristalya Abdullah bukan milik wanita lain apalagi Pelacur itu AAAAAAA " Teriak krystalya
BRAKK BRAKK BRAKK PRANGGG
Krystal kembali melemparkan dan menghancurkan semua barang yang berada dalam kamarnya.
" aku tidak boleh diam terus aku harus bertindak jika aku diam terus bisa-bisa Zein tidak akan pernah lepas dari jerat pelacur itu " Guman Krystal .
Krystal segera mencari ponselnya di antara pecahan barang-barang yang ia pecahkan. Tadi dia begitu Emosi saat mendengar mata-matanya mengabarkan jika Zein dan Loli melakukan Date di Sebuah Restoran Mewah dan suasana yang romantis.
__ADS_1
" Hallo "
" Kakek.... kakek harus membantu ku mendapatkan Zein kek." Rengek Kristal
" Tenanglah Kristal Kakek janji akan membuat Zein menjadi milik mu "
" Tapi kakek harus bertindak kek. jika kakek diam saja seperti ini Zein tidak akan terlepas jadi jerat pelacur itu kek. Kakek tau tadi siang Zein mengajak pelacur itu Untuk Date bahkan di sebuah restoran Mewah dan suasananya begitu Romantis jika tidak di hentikan seseorang Zein pasti sudah melamar pelacur itu Kek " Kristal segera mengadu
" Apa...... Dasar ******. Kamu tenang saja kita akan bergerak di waktu yang tepat aku adalah kakeknya dan apapun yang di inginkan Seorang Bryan Akbar harus di dapatkan "
" tapi sampai kapan kristal harus menunggu Kek " Rengek Kristal lagi.
" Sabarlah Kakek akan segera mengatur semuanya. hanya kau yang pantas untuk menjadi cucu menantu keluarga besar Akbar bukan pelacur itu "
" Baiklah Kristal akan mengikuti saran Kakek " kata Kristal menyetujui rencana Kakek Bryan.
" Baiklah Kek. Kristal tutup dulu telfonnya " kata Kristal lalu mematikan sambungan telfonnya.
" Lihatlah. Kakek Bryan ada di pihak ku PELACUR sebentar lagi Zein akan jatuh ke pelukan ku sedangkan kau PELACUR kau hanya akan menangis darah " Kristal menunjuk-nunjuk potret Lolita di dinding kamarnya. potret itu sudah iya beri tanda silang warna merah tanda sebagai Lolita harus di singkirkan.
" Lihat saja setelah aku menjadi Nyonya Akbar, Aku akan segera membuat hidupmu hancur ****** hahahah " Kristal tertawa jahat membayangkan kehancuran Lolita.
Sedangkan di tempat lain Zein baru sampai di kediaman orang tuannya. Memang sejak 3 bulan lalu Zein memutuskan untuk tinggal di Mension orang tuanya guna mengawasi pergerakkan pasangan tua yaitu kakek dan neneknya.
" Assalamualaikum " salam Zein melihat Umi dan Abinya sedang mengobrol bersama kakek dan neneknya
" Walai'kum salam. "
" Bagaimana rencana mu Nak " Tanya Abi
"........... "
Tunggu Episode selanjutnya ya๐๐
Yuk tinggalkan Like komen dan Favo ๐ฅฐ
__ADS_1
supaya Semangat Up-nya ๐คจ๐