
" Hanya karna itu " tanya Egi pelan
" Menurut kalian uang hal mudah tapi tidak dengan saya. Jangankan pekerjaan Tempat tinggal kami pun beralaskan Tanah dan Beratapkan Langit. Jadi jangan pernah mengatakan ' Hanya dengan itu ' Karna Tuan tidak akan mengerti penderitaan para Anak yatim dan yang di buang seperti kami "
Deg
Lagi dan lagi Ucapan Menohok Itu membuat mereka tertegun.
" Maafkan kami Nak. Karna kelalaian kami sehingga kamu menderita seperti ini. Tapi kami Janji kami akan menebus semua kesalahan kami selama ini, apapun yang kau mau katakan saja ayah Akan mengabulkannya...."
" Tidak perlu. Karna maaf kalian tidak berarti apa-apa juga. Karna maaf kalian tidak mengembalikan semua yang telah hilang dalam diriku. Kalian bisa menembusnya tapi aku tidak akan pernah lupa akan penderitaan ku selama ini. Aku tidak menyalahkan kalian ataupun orang lain aku hanya menyayangkan saja sikap kalian yang selalu mengutamakan Uang " Jelas Lolita dengan pandangan kosong
Tuan Arka dan Bunda Isma langsung diam karna memang yang di katakan Lolita memang benar. Dulunya mereka selalu sibuk dengan urusan Bisnis hingga lupa dengan Anak-anak mereka terutama Lolita yang kala itu baru balita tapi mereka malah menitipkan Ia pada Baby Sitter.
" Sekali lagi maafkan Kami Nak. Ini karna Ulah ****** Sia...."
" Berhenti menyalakan orang lain Tuan ARKA. Semua itu berawal dari anda sendiri, seharusnya anda sebagai pria beristri pria yang berkeluarga bisa menahan hawa Nafsu anda, Seharusnya anda memikirkan Istri dan anak anda, Seharusnya anda berusaha setia pada pasangan anda bukan malah bermain api di belakang istri dan anakmu " kata Lolita menatap Sinis Tuan Arka.
Mendengar itu mereka semua kaget karna hanya keluarga besar yang mengetahui Aib itu tapi kenapa Lolita mengetahuinya dengan jelas bahkan sampai di akar-akarnya.
" Bagaimana Bisa....."
" Kenapa.....? Kaget..? Semua sudah aku ketahui Tuan Termasuk kalian adalah orang tua kandungku " ujar Lolita
" Lalu kenapa kau tidak datang pada kami " Tanya Bunda Isma menatap Lolita dengan mata berkaca-kaca
" Lalu meninggalkan mereka yang menerima ku apa adanya, Mereka yang membesarkan ku, mereka yang berbagi duka dan suka padaku begitu. Maaf aku tidak cukup Bodoh untuk pergi meninggalkan mereka begitu saja setelah mereka merawat melindungi dan membesarkan ku tanpa Keluh kesah "
" Lagian kata Siapa aku tidak mencari kalian..." Tanya Lolita menatap Devan sekeluarga
__ADS_1
" Haaa Maksudnya " ucap mereka berbarengan.
" Kalian ingat 5 tahun lalu ada yang mengirimkan kalian surat 1 bulan satu kali Untuk datang menjemputnya di alamat yang dia Tuliskan di surat bahkan ada lengkap dengan Nomor ponsel serta Foto dirinya. Ia memakai Nama Ara. Masih ingat...? " Tanya Lolita lagi dengan sinis
Mereka berempat saling melirik satu sama lain dengan Alis yang mengerut
" Tunggu......" Seru Devan tiba-tiba berdiri
" Aku ingat Lima tahun lalu memang ada seseorang yang mengirimkan kita Surat Selama 1 bulan satu kali berturut turut sampai 1 tahun lalu dia menghilang " kata Devan mengingat-ingat sesuatu
" Jangan bilang kau...."
"Yes that's right. Gadis itu adalah Aku. Ara adalah Nama panggilan Khusus yang di berikan Ibu panti padaku. Tapi kalian tidak pernah satu kali pun membalas surat ku hingga 1 tahun kemudian aku menyerah mengirim kalian surat " jelas Lolita
" Itu artinya kamu sudah..." Ucapan Egi di potong
Bruk
"Sayang/Bunda/Tante " Seru Ke empat pria dalam ruangan melihat wanita paruh baya itu berlutut di hadapan Lolita
" Hiks hiks Maafkan...Bunda Hiks.. maafkan kami Nak kami tidak tahu jika itu kamu. Sekali lagi maafkan kami " Bunda Isma langsung berlutut di hadapan Lolita dengan Tangis yang pecah
" Bangunlah Nyonya jangan berlutut pada wanita hina ini " Ucap Lolita membantu Bunda Isma bangun Lalu duduk di sofa kembali.
" Kembalilah Nak.... Kami akan membahagiakan kamu, Rumah terasa sepi dan suram sejak kepergian mu. Kembalilah ke rumah yang sesungguhnya " Bujuk Tuan Arka pada Lolita
" Yah kembalilah Princess " Seru Devan dan Egi secara bersamaan
" Maaf Aku butuh waktu lagi pula walau aku memaafkan kalian aku tidak bisa untuk menetap di kalian karna sewaktu-waktu aku harus kembali dengan keluargaku yang membesarkan ku. Aku terlalu kecewa sama kalian semua " Ucap Lolita dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Lolita beranjak berdiri lalu melangkah keluar tapi di hentikan Zein
" Baby " panggil Zein lembut Mencekal pergelangan tangan Loli
" Maaf aku butuh waktu buat menangis diri dan aku juga kecewa sama kamu " Lolita menarik tangannya dari Cekalan tangan Zein lalu keluar dari Ruangan Zein
" Sorry Ze karna bantuin Gue Loli jadi marah sama Lo " kata Devan tidak enak hati karna dirinya Zein Lolita marahan.
" Sudahlah Mungkin Lolita Butuh waktu. Ku harap Om sama Tante memberikan sedikit waktu untuk Lolita nenangin diri dulu. Mungkin dia sudah lama tau kalian keluarganya tapi untuk menghadapi ini semua dia belum siap. Ku harap Om dan Tante bisa sedikit bersabar. Saya janji akan membujuk Lolita nantinya " Ucap Zein mencoba menghibur pasangan paruh baya itu.
" HAAAAAA mereka juga tidak jauh dengan Abi bedanya Abi hanya mengikuti Keinginan kakek dan Nenek sedangkan pasangan di depannya ini di Butakan Uang dan Nafsu hingga melupakan Anak mereka " Batin Zein menatap Rumit pasangan di depannya.
" Baiklah kalau begitu Om dan Tante pulang dulu. Kalau ada apa-apa hubungi Om " kata Tuan Arga. Lalu memapah istrinya yang masih Sesuguhkan menangis pergi meninggalkan kantor Zein.
Selepas kepergian pasangan paruh baya itu kini sisa mereka bertiga dalam ruangan.
"Haaaa Andaikan Bunda waktu itu tidak sibuk dengan bisnisnya, Andaikan Ayah tidak mengkhianati Bunda dulu, ini semua tidak akan terjadi " Guman Devan
" Sudahlah Van tidak usah menyalahkan orang tua mu. Semua sudah berlalu Nasi sudah menjadi bubur mau bagaimana lagi. Terpenting sekarang kita pikirkan bagaimana Loli maafin kita semua " kata Egi Bijak
" Sorry Van, Egi saya tidak bisa membantu kalian jauh mengenai hal ini tapi saya janji akan pelan-pelan membujuk Lolita supaya mau kembali pada kalian." Ujar Zein
" Lakukanlah dan saya pastikan kamu atau pun mereka tidak akan menemukanku lagi. Aku paling benci di paksa " Sahut Lolita tiba-tiba lalu membalik badannya pergi dari situ. Padahal tadi niatnya mau meminta izin untuk mengambil Cuti tapi malah mendengar pembahasan yang membuat lukanya makin menganga.
" Oh Astagaaaaa......"
********
Tinggalkan Like komen dan Favorit yah 🥰 biar tambah semangat Up nya💪💪🥰
__ADS_1