Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
belanja


__ADS_3

" Baiklah. Aku akan menunggu waktu itu tiba " kata Zein dengan terpaksa. Sungguh ia ingin sekali segera memiliki Lolita seutuhnya tapi ia juga merasa kasihan pada Tuan Arka selaku seorang ayah yang baru menemukan putrinya. Jadi dengan terpaksa ia harus menunda Niatnya menikahi Lolita segera


" Kau akan ikut Bunda dan Ayah pulang di kediaman ALEXANDER kan " Tanya Bunda Isma penuh harap.


" Em tapi Barang aku semua bagaimana " Ujar Lolita


" Tenang saja, Nanti anak buah Ayah yang urus Sekarang kamu hanya tau beres " sahut Tuan Arka Membelai rambut panjang Loli


" Baiklah " pasrah Lolita


" Nak Zein Bunda bawah Lolita pergi yah " Izin Bunda Isma karna bagaimana pun Zein lah yang selama ini menemani dan melindungi Lolita.


" Ya silahkan Tante " Zein hanya bisa pasrah Ia tidak mau Egois bagaimana pun juga Lolita adalah Anak kandung mereka.


" Kalau begitu kami pergi dulu. Ayo Yah " Ucap Bunda Isma mengajak suaminya Tuan Arka Untuk pergi tapi Tuan Arka menolak untuk pulang.


" Kalian duluan lah ada supir yang menunggu kalian di bawah. Ayah masih mau bicara sama Zein " Tolak Tuan Arka


"Baiklah kalau begitu kita pergi dulu. Ayo sayang " Bunda Isma mengajak Lolita untuk pergi. Sebenarnya Lolita tidak ingin meninggalkan Zein tapi ia sudah di tarik lebih dulu Bundanya tanpa mendengar jawaban Lolita.


Setelah kepergian Bunda Isma dan Lolita kini hanya ada Tuan Arka dan Zein. Tuan Arka langsung duduk di kursi yang tadi di duduki oleh putrinya


" Apa Om....."


" Panggil Paman saja " kata Tuan Arka tegas


" Apa Paman tidak menyetujui jika aku punya hubungan dengan putri paman " tanya Zein


" Bukan seperti itu Nak, kamu adalah teman Devan kami juga mengenal mu begitu dekat. Paman yakin kau pria yang terbaik untuk putri paman tapi paman untuk sekarang tidak mengizinkan putri paman untuk menikah Paman masih ingin memanjakan dan menghabiskan waktu bersamanya sebelum ia pergi mengikuti Suaminya kelak Lagi pula umurnya masih mudah " dengan terang-terangan Tuan Arka mengatakan untuk tidak menikahkan Lolita yang berarti tidak menerima pinangan dari siapa pun termasuk dirinya.


HAAAAA


Zein hanya bisa menghembuskan nafas secara kasar lalu menatap dalam Tuan Arka selaku Ayah kandung kekasih tercintanya.

__ADS_1


" Baiklah aku tidak akan menikahi dalam waktu Dekat Tapi...... Aku ingin mengikatnya dengan sebuah hubungan yang lebih serius yaitu aku ingin ia menjadi Tunangan ku dengan begitu aku tidak akan terlalu takut untuk kehilangannya di saat ada banyak pria yang mendekatinya " Zein juga mengatakan ke keinginannya walau ini bukan Keinginannya yang sesungguhnya tapi mengikat Lolita dengan tali pertunangan itu akan sedikit membuat orang tau bahwa Gadis cantik itu adalah miliknya. Milik seorang Zein.


Tuan Arka diam dan mengetuk-ngetuk Meja dengan jari tangannya lalu mengangguk-angguk kepala


" Baiklah Kamu akan bertunangan dengan Lolita tapi kamu akan menikah dengannya 1 tahun lagi bagaimana " dengan terpaksa Tuan Arka menyetujui persyaratan Zein lagi pula jika di pikir-pikir waktu 1 tahun itu lumayan cukup untuk menghabiskan waktu memanjakan putri kecilnya.


" Baik aku setuju. Minggu depan aku akan datang melamar Lolita dan 1 Minggu ke depannya lagi aku akan bertunangan dengan dia " terang Zein


" Baik Paman tunggu ke datangan mu dan keluarga mu Minggu depan " jawab Tuan Arka


" Jika begitu paman pamit untuk menyusul mereka dulu " Tuan Arka menepuk bahu Zein dengan pelan lalu berlalu pergi meninggalkan Zein sendirian.


"HAAA "


" Aku akan selalu bersabar untuk selalu menunggu mu Baby " Guman Zein menatap Lolita yang sedang tersenyum manis di layar ponsel miliknya.


" Lebih baik aku pulang " monolog Zein beranjak pergi.


" Aku harus melaporkannya " Guman orang itu lalu segera masuk dan membereskan semuanya.


" Jika ayah tidak menerima Zein. Maka aku akan pergi meninggalkan mereka, hanya Zein yang menerimaku dengan tulus dan apa adanya " Batin Lolita Gelisah. Ia sangat takut, takut bila Ayahnya tidak merestui hubungan Antara Ia dan Zein.


" Kamu Tenang saja Ayah mu tidak akan macam-macam kepada kekasih mu itu. " Kata Bunda Isma seakan mengerti kegelisahan Putrinya.


" Ku harap begitu " Guman Lolita menyadarkan tubuhnya di sandaran kursi karna mereka sekarang berada dalam Mobil.


Bunda Isma hanya bisa tersenyum membelai rambut Lolita dengan lembut. Sungguh Ia merindukan saat-saat seperti ini menghibur atau pun memanjakan putrinya


" Oh yah Bunda Kak Devan kemana kok selama 3 hari aku nggak lihat dia di kantor Zein " tanya Lolita pasalnya sudah 3 hari Devan tidak masuk dalam kantor


" Devan sedang di kota B untuk menghandle beberapa masalah di kantor cabang disana " terang Bunda Isma.


" Oh gitu " Lolita hanya manggut-manggut.

__ADS_1


" Em Bunda Egi itu juga keluarga kita " tanya Lolita pasalnya waktu itu Egi memanggilnya dengan nama Princess sama seperti Devan dan setau nya Tuan Arka dan bunda Isma tidak punya Anak laki-laki yang lain.


" Dia adalah anak dari adik Ayahmu tapi mereka sudah meninggal sewaktu Egi masih kecil setelah itu Egi hidup bersama dengan kami sampai ia berumur 20 tahun lalu keluar dari kediaman ALEXANDER " Terang Bunda Isma lagi


" Terus dia tinggal dimana Bun " tanya Lolita mengernyitkan alis


" Dia tinggal di Apartemen Nak sama seperti kakak mu itu si Devan hanya sesekali mereka jenguk Ayah dan Bunda padahal Ayah dan Bunda Kesepian " Bunda Isma Mengeluh akan sifat kedua Anak laki-laki nya kepada Putrinya.


" Tenang saja Bunda Nanti Loli Bilang sama mereka untuk tinggal bersama kita di Mension Nanti " kata Loli dengan Antusias


" Baiklah Bunda percaya pada putri cantik bunda ini " kata Bunda Isma sambil tersenyum.


Ibu dan anak itu terus Mengobrol satu sama lain. Ada saja Poko bahan yang mereka bahas sehingga mereka tidak menyadari bahwa mobil tidak membawa mereka pulang ke kediaman ALEXANDER tapi ke Arah lain.


Ckiittt


" Eh"


" Bunda kok kita berhenti disini " tanya Lolita pasalnya sekarang mereka berada di sebuah mall terkenal akan kemewahan nya.


" Bunda juga tidak tau. Pak Tono kenapa bawah kami ke sini " tanya Bunda Isma pada Sopirnya itu.


" Tuan besar yang memintanya Nyonya. Tuan berpesan untuk membelikan semua keperluan Nona Mudah disini " Terang sang Supir.


" Ah begitu. Baiklah ayo turun sayang kita akan bersenang-senang " kata Bunda Isma mengajak Lolita untu turun. Dengan terpaksa Lolita Turun dari mobil padahal Baju dan segala kebutuhan nya yang di belikan Zein masih banyak yang belum terpakai masa harus beli lagi pikir Lolita.


tapi karna ia tidak ingin mengecewakan Bundanya jadi dia diam saja dan mengikuti kemauan Bundanya. Bunda Isma dengan semangat dan senyum yang terus mekar menggandeng tangan Lolita lalu membawanya masuk dalam Mall.


Bunda Isma dengan semangat memilihkan pakaian dan segala aksesoris di tambah alat Skincare untuk putrinya itu. Ia ingin memanjakan putri pikirannya.


Selama 2 jam berkeliling di Mall yang super besar itu. Terlihat Bunda Isma keluar dari pintu keluar di ikuti 4 Bodyguard di belakangnya yang dimana ke empat Bodyguard itu memegang beberapa belanjaan Nyonya besar mereka.


Tinggalkan Like komen dan Favo ya 🥰 biar semangat Update-Nya

__ADS_1


__ADS_2