
"Iya. Ini aku Lolita Asmara sang mantan wanita malam, Sang Pendosa yang merindukan syurga Allah" kata Lolita mengangkat kepalanya karna dari tadi ia hanya menundukkan kepalanya.
"Ka...kau Lolita" Samantha tergagap melihat wanita di depannya yang sangat berbeda dengan penampilannya 1 tahun yang lalu.
Bruk
"Apa yang kalian lakukan" pekik Lolita berdiri dari duduknya.
Bryant dan Samantha langsung berlutut kepada Lolita membuat Lolita kaget.
"Maafkan kesalahan kami di masa lalu Lolita, Maafkan orang tua ini yang pernah memperlakukan kamu begitu buruk, mempermalukan kamu di depan umum, Maafkan kesalahan orang tua ini" kata Bryant sungguh-sungguh Pria tua itu tak berani menegakkan kepalanya. Dia begitu malu dan menyesal tentang apa yang ia pernah lakukan di masa lalu.
"Maafkan Nenek juga, Nenek bahkan lebih buruk lagi memperlakukan kamu Nak. Nenek benar-benar menyesal akan hal itu." tutur Samantha.
"Sudah. Ara sudah memaafkan kalian semua sebelum minta maaf sekarang kita lupakan masa lalu dan kita buka masa depan" kata Lolita lembut lalu membantu Bryant dan Samantha duduk kembali.
"Kau semakin mempesona Ara. bahkan hanya suaramu saja mampu menghipnotis ku" batin Zein yang masih asik mengagumi Lolita.
"Sampai kapan kau berdiri menjadi patung disana Ze? kau datang ingin melamar Ara atau datang menjadi patung" ledek Devan membuat semua orang langsung menatap ke arah Zein sedangkan Zein hanya bisa memasang wajah datar untuk menutupi rasa malunya. Zein dengan wajah datar nan dingin andalannya berjalan ke arah Uminya lalu duduk di sisi Uminya.
__ADS_1
"Awas kau Devan beraninya kau membuatku malu. lihat saja hukuman apa yang akan aku berikan kepada kamu" Zein menatap Devan dengan Seringaian Licik membuat nyali Devan langsung ciut seketika.
"Mampus entah apa yang di rencanakan si datar ini. kenapa firasat ku tidak enak?" batin Devan bergidik ngeri melihat Seringaian Zein.
"EHEM" Rayeen berdehem dengan keras membuat Devan dan Zein mengalihkan tatapan mereka.
"Maksud kedatangan kami disini adalah kami ingin melamar Lolita Asmara Alexandre untuk menjadi istri putraku Zein Malik Muhammad Akbar" kata Rayen serius.
Deg
deg
deg
"Bagaimana Ara, Ayah dan Bunda menyerahkan semuanya kepada kamu termaksud menolak lamaran Zein" Kata Arka kepada Lolita.
Arka serius akan menolak lamaran Zein apabila Lolita menolak lamaran itu. Arka tidak peduli jika harus di benci oleh Zein dan keluarganya tapi baginya kebahagiaan Lolita adalah yang utama.
Lolita hanya menunduk dalam diam hingga membuat semua anggota keluarga Zein kalang kabut terutama Samantha dan Bryant mereka sangat tahu bagaimana Zein mencintai wanita di depan mereka ini bahkan sampai rela menunggu dalam ketidak pastian, Mereka tau Lolita adalah satu-satunya wanita yang di inginkan oleh Zein menjadi istrinya, Lolita adalah sumber kebahagiaan Zein lalu bagaimana jika Lolita menolak makan dapat di pastikan Zein akan hidup tanpa jiwa dan Mereka tak mau akan hal itu terjadi.
__ADS_1
"Tidak bisa di biarkan bagaimana jika Lolita menolak Zein maka Zein akan hidup menderita selamanya" Batin Samantha gelisah.
"Loli tenang saja kami sudah sepenuhnya membuka hati untuk kamu menjadi cucu menantu kediaman Akbar. kami akan memperlakukan kamu sama seperti kami memperlakukan Karina" kata Samantha cepat.
Mendengar itu Lolita menatap Samantha dan semua orang mereka tampak tersenyum dengan tulus membaut hati Lolita menghangat.
"Sayang jawablah" kata Isma sambil tersenyum menyakinkan Lolita semua akan baik-baik saja.
"Baiklah. Ara bersedia menerima lamaran Zein" kata Lolita.
"Alhamdulillah" Seru semuanya mengucapkan Syukur.
Zein yang tadi berwajah tegang kini berubah menjadi sumringah, Senyuman tulus tercetak di wajah pria yang biasanya berekspresi datar itu.
"Jadi kapan tanggal pernikahannya kita tak perlu mengadakan acara pertunangan lagi." Kata Arka tegas.
"Nggak ada tanggal-tanggal intinya 3 hari lagi kami menikah" Kata Zein Tiba-tiba membuat semua orang Kaget.
"APA...."
__ADS_1