
" Cepat, di sebuah Ruangan terlihat satu keluarga yang sedang duduk gelisah menunggu sesuatu.
" Devan kenapa Egi belum juga datang " tanya Seorang wanita menatap putranya yang sedang mondar mandir di depannya
" Sabar Bun... Devan juga nggak tau kenapa Egi lama sekali. Tunggu disini, biar Devan susul Egi " Ujar Devan beranjak pergi tapi di hentikan
" Tidak Usah. Tenanglah semua akan baik-baik saja " kata pria yang duduk di samping ibu Devan
" Astaga Ayah ini membuatku tambah Berdebar " Ucap Devan Duduk di sofa samping Ayahnya yang sedang duduk tenang. Padahal pria paruh baya itu juga dalam hati begitu Gelisah, Ia hanya berharap kali ini mereka menemukannya betul sehingga mereka tidak akan menelan kekecewaan seperti dulu.
Ceklek
" EGI...."
Seru ketiganya langsung berdiri saat melihat Egi masuk dalam Ruangan dengan Sebuah Amplop putih di tangannya.
" Ayah Bunda " Sapa EGI kepada Paman dan Bibinya tetapi Ia memanggil mereka sama seperti Devan memanggil kedua orang tuanya karna itu mereka yang minta.
" Gii...... Berikan Amplop itu " kata Devan meminta Amplop di tangannya.
" Sebelum itu. Egi harap kita mempersiapkan Hati kita bila hasilnya tidak sesuai Ekspektasi kita semua. Egi paham bahkan Egi juga merasakan apa yang Bunda Ayah dan Yang kamu rasakan Van tapi sekali lagi kita harus siap bila hasilnya tidak seperti yang kita inginkan. Ini bukan pertama kalinya kita melakukan tes ini tapi ini adalah ke sekian kalinya yang mungkin sudah ratusan kali. Egi harap apapun hasilnya kita menerima dengan lapang dada " Kata Egi dengan Bijak walau dalam hati ia sudah sangat berharap Kalau di dalam amplop ini tertulis 99% Adalah darah daging Paman dan Bibinya.
" Amplop ini Egi berikan kepada Ayah, Bukalah Yah dan bacakan hasilnya " Kata Egi dengan Sendu menyerahkan Amplop yang di Pegangnya kepada Pamannya.
" Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim "
Dengan di mulai dengan Basmallah Pria paruh baya itu membuka Amplop putih itu dengan tangan gemetar
Deg
Mata pria itu langsung melotot melihat hasil Tes itu matanya langsung Mengembun hingga setetes jatuh di pipinya.
" Yah ada apa......"
" Apa hasilnya Yah "
Ibu dan anak itu segera mendesak Ayah dan suami mereka untuk mengatakan hasilnya mereka sangat gelisah saat melihat pria itu menetaskan air matanya Sedangkan Egi hanya diam Ia sedang mempersiapkan hati dan pikirannya jika harus menelan kekecewaan lagi untuk ke sekian kalinya.
" Dia.....dia....dia adik kalian hiks " kata ARKA terbata-bata karna air matanya sudah mengalir di pipinya
Egi langsung merampas kertas di tangan pamannya lalu melihat dan membacanya dengan teliti bahkan sampai berkali-kali tapi tetap saja hasilnya sama.
__ADS_1
" Van..Van...Van.. kita menemukannya hiks kita menemukan Princess hiks "
Dalam Ruangan itu hanya terdengar Tangis haru satu keluarga mereka memeluk satu sama lain yang begitu bahagia. hari ini adalah hari yang mereka tunggu-tunggu selama 19 tahun terakhir. Hari ini adalah hari paling bahagia yang pernah mereka rasakan selama 19 tahun lamanya. Akhirnya setelah lama Mereka menemukan kembali Cahaya keluarga mereka.
" Sekarang katakan siapa princess " Ujar Egi di sela-sela menghapus air matanya. Kini mereka sudah mulai tenang setelah menumpahkan semua beban yang ada di pundak mereka seakan mereka itu terbebas dari segala tekanan yang mereka rasakan selama ini.
" Dia selalu ada di antara kita bertiga kok yaitu Aku kamu dan Zein " Teka teki Devan membuat 3 orang dalam ruangan yang beda usia itu mengernyitkan alis mendengar penuturan Devan
" Bilang aja Napa Van bikin penasaran saja Lo "
" Lo nggak akan Nggak Nyangka kalau tau siapa wanita itu "
" Devan katakan..... Jangan membuat Ayah dan Bunda tambah penasaran " Kata ARKA dengan Tegas
" Namanya Lolita Asmara "
Deg
" What......"
" Kenapa..... Sakit hati Lo karna kau suka sama Lolita yang ternyata Adik kita sendiri " Ucap Devan Sinis.
kedua orang tua Devan langsung Melongo mendengar Egi Menyukai adik sepupunya
Dengan tawa bahagia Egi meloncat-loncat seperti bocah kecil Sedangkan Devan dan kedua orang tuanya jangan di tanya lagi mereka hanya bisa Melongo melihat kelakuan Egi yang kekanak-kanakan.
" Bukannya kau tertarik sama dia " tanya Devan dengan heran
" Kata siapa....aku kan sudah bilang kau tidak akan mengerti karna apa..."
" Karna dari kecil Si princess lebih dekat denganku daripada kau " sindir Devan.
Lolita kecil memang lebih dekat dengan Egi dari pada Devan karna Egi selalu menjaga dan menemani Lolita kecil di saat orang tua Devan tidak ada.
" Bahkan dari awal kau tidak menyukai Dia kan " ucap Sini Egi pada Devan yang terdiam.
"Kenapa Diam....kena mental Kau...."
" Sudah sudah hentikan perdebatan kalian. Yang di katakan Egi memang benar dia lebih dekat dengan Princess tapi sekarang katakan dimana Princess tinggal atau kerja "
Bunda Isma memotong perdebatan antar saudara sepupu itu. Dari tadi Ia sudah penasaran tentang putrinya tapi Anak laki-lakinya malah sibuk berdebat.
__ADS_1
" Dia kerja di perusahaan A'K Company Bunda yang di pimpin langsung Oleh Zein. Dia menjadi Sekretaris Zein Sekaligus.... " Devan dengan sengaja menjeda ucapan lalu melihat Ayah dan bundanya dengan mengangkat-angkat alisnya
" Sekaligus apa Devan " Kesal Ayah dan Bunda secara bersamaan
" Sekaligus kekasihnya Zein " Kata Devan dan Egi berbarengan
" Apa........." Kaget Ayah ARKA.
Pupus sudah. Harap bisa memanjakan putrinya seperti waktu kecil pupus sudah. Niat hati ingin memanjakan tapi malah sebentar lagi akan di rebut dari pelukannya.
" Pupus sudah harapan Ayah " Guman Arka pelan
" Kenapa Yah " tanya mereka bertiga secara bersamaan menatap Arka penuh tanda tanya.
" Ya gimana mau manjain kalau Kekasihnya aja pengusahaan besar. Apa yang dia mau tinggal bilang saja langsung di kabulkan " Kata ARKA Kesal Karna ia kalah saing dengan Calon Menantunya
" Lihat saja jika dia melamar putriku, aku akan menolaknya " gerutu Arka kesal
Ketiga orang dalam Ruangan itu hanya bisa melongo mendengar penuturan Arka
" Ayah yang posesif " batin ketiganya lalu saling melirik satu sama lain.
" Devan ayo antar kami ke Perusahaan Zein " kata Arka
" Untuk apa yah " tanya Devan
" Untuk apa. Untuk bertemu putriku apalagi "
" Ya sudah Ayo "
" Daahhhh kau tidak akan bertemu Princess " Ledek Devan kepada Egi
" Kata Siapa.... Hari ini semua jadwal ku kosong " Ucap Egi Bangga
" Cih kali ini tidak akan aku biarkan adikku menempel padamu " Sinis Devan
" Justru aku akan membuat ia menempel terus padaku hingga kau iri " Ejek Egi
" kau.... "
" Sudah sudah Ayo kita berangkat "
__ADS_1
Bunda Isma melerai perdebatan Kedua putranya. Ia begitu merindukan putrinya akan tetapi putranya malah Asyik berdebat.
" Hm " jawab keduanya lalu saling membuang muka.