
" Tapi jika Kakek kamu berani lagi menyakiti atau menghina Ara Aku tidak segan-segan akan menjemput Ara kembali " Ancam Arka menatap tajam Zein.
"Akan aku pastikan itu tidak akan terjadi" ucap Zein dengan tegas.
"Semoga saja" monolog Arka
"Kami harap kali ini kamu akan benar-benar bahagia Ara" batin Arka Devan dan Egi
"Kalau begitu aku pamit dulu Om," Pamit Zein beranjak berdiri
"Yah"
"Assalamualaikum" Salam Zein
"Walai'kum salam" jawab ketiganya
Zein lalu berjalan keluar dari ruang kerja Arka lalu menuruni tangga matanya melihat kiri kana mencari sosok yang begitu ia rindukan tapi nampaknya wanita itu tidak ada di sekitar lantai satu itu.
"Ara....dimana kenapa tidak terlihat? apa dia di dapur" kata Zein bertanya-tanya lalu berjalan menuju dapur namun sampai di sana hanya terlihat para maid membuat Zein hanya bisa menghembuskan napas kasar.
"HAAAAAA.... sebentar lagi.... sebentar lagi kau akan menjadi milikku" batin Zein lalu berjalan keluar dari mension orang tua Ara.
Sepanjang perjalanan Zein terus mengembangkan senyuman indah di bibirnya bahkan sesekali ia akan bersenandung kecil.
Sampai di kediaman kedua orang tuanya Zein dengan wajah berbinar masuk ke mension.
__ADS_1
"Assalamualaikum" Salam Zein
"Walai'kum salam" jawab semuanya kebetulan mereka berada di ruang tamu.Zein mengernyitkan alis saat melihat jika bukan hanya kedua orang tuanya yang ada di ruangan itu.
"Zein Kemari" kata Abi Rayen memanggil Zein. Zein hanya menurut berjalan ke arah Abi dan Uminya lalu duduk di samping Renata Uminya.
"Ini putra saya satu-satunya Zein Malik Muhammad Akbar, Zein perkenalkan Mereka Tuan Boskoro dan Istrinya serta putrinya, Tuan Boskoro ini adalah rekan kerja Abi." Kata Rayen menunjuk Pasangan di depan Zein.
Zein hanya diam menatap mereka apalagi wanita mudah di depannya itu menatap dirinya dengan malu-malu. Zein sekarang paham apa maksud dari Abinya apalagi jika bukan menjodohkannya dengan anak rekan bisnisnya lagi. Zein akui wanita di depannya Cukup cantik dan berpakaian Syar'i seperti Uminya hanya saja ia tak mengenakan cadar tapi itu tidak mampu membuat Zein berpaling apalagi saat mengingat penampilan Lolita membuatnya semakin mencintai wanita itu.
"Abi dan Tuan Boskoro sudah sepakat untuk menjodohkan kalian berdua. lagipula Rahayu adalah gadis yang berbudi baik, ia juga lulusan terbaik di sekolah pesantren." Jelas Rayen menjelaskan maksudnya kepada Zein.
"Sudah ku duga" kata Zein dalam hati menatap datar pasangan paruh baya di depannya itu.
"Umi" panggil Zein kepada wanita yang amat ia cintai itu.
"Apa Umi akan tetap mendukung keputusanku kali ini juga" Zein bertanya dengan lembut kepada Wanita yang melahirkannya itu.
"Apa Umi pernah menentang keputusanmu" Tanya balik Umi Renata kepada Zein yang menandakan apapun keputusan yang di ambil oleh Zein makan Uminya akan selalu mendukung akan hal itu.
Mendengar itu Zein langsung tersenyum tipis, Ia tahu Uminya akan selalu begitu, selalu mendukung keputusan yang Ia buat tanpa harus bertanya apa alasannya.
Sedangkan Rayen hanya bisa mengerutkan dahi mendengar penuturan Istrinya.
"Aku penolak perjodohan ini" Ungkap Zein dengan tegas membuat Rayen emosi.
__ADS_1
"ZEIN" bentak Rayen berdiri dari duduknya lalu menatap tajam ke arah Zein.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini ha.....untuk ke sekian kalinya kamu seperti ini. sampai kapan kamu akan menunggu wanita itu bahkan Rahayu lebih baik darinya yang hanya wanita....."
"Jangan pernah menghina Wanitaku" potong Zein membalas tatapan Abinya.
"Apa Abi lupa bagaimana kisah Abu dan Umi, kalian saling mencintai saja saling menyakiti lalu bagaimana denganku yang jelas-jelas tidak mencintai wanita itu bahkan tidak akan pernah" Tekan Zein .
Rayen langsung terdiam saat Zein lagi lagi membungkam dirinya dengan kisah masa lalu dirinya dan Istrinya.
"Tuan Baskoro saya minta maaf saya tidak bisa menyetujui perjodohan ini" kata Zein beranjak dari sana namun terhenti saat mendengar pertanyaan.
"Berikan aku alasan kenapa kau menolakku apa karna aku kurang cantik" Tanya seorang wanita mudah yang memakai pakaian syar'i berwarna Toska kepada Zein. Gadis itu adalah Rahayu, Ia yang memang dari awal sudah jatuh hati kepada Zein memberanikan diri untuk bertanya.
Zein berbalik lalu melihat gadis di depannya itu yang begitu anggun dan cantik tapi tak mampu menggetarkan harinya karna hatinya telah di isi oleh Lolita hingga tak ada ruang yang tersisa untuk siapapun.
"Apa kamu mau bila harus menjadi yang kedua" Tanya Zein santai.
Sontak mendengar pertanyaan itu bukan hanya Rahayu yang kaget tapi semua orang terutama Renata Ia berfikir Zein akan langsung menolak perjodohan ini tapi kenapa ia malah mengajukan pertanyaan itu.
"Kenapa tidak? Aku siap bila harus menjadi istri keduamu" Jawab Rahayu yakin.
"RAHAYU" pekik kedua orang tua Rahayu. mereka sungguh tak menyangka akan jawaban putri mereka itu padahal selama ini banyak pria yang datang melamar tapi selalu Rahayu tolak dengan alasan masih ingin sendiri.
"Kau bersedia tapi Wanitaku tak mungkin mampu." jawab Zein
__ADS_1
"Kenapa bukankah dalam Islam itu di perbolehkan pria memiliki istri lebih dari satu" kata Rahayu lagi santai.
"Ya boleh jika berlaku adil. Tapi jika aku menjadikan mu Istri ku kamu hanya akan menjadi istri di atas kertas karna aku tak akan pernah bisa adil karna seluruh jiwa dan ragaku hanya milik Ara wanita yang ku cintai. Lagipula aku tak mempunyai Niat untuk memiliki istri selain Ara" ungkap Zein lalu berbalik melangkah ke lantai dua.