
" Pah aku ingin membicarakan sesuatu yang penting " Kata Samantha Menghentikan langkah Bryant
" dimana Mah " Tanya Bryant dengan binar Bahagia karna selama 1 Minggu ini Samantha tak pernah berbicara kepadanya sekatapun
" Taman belakang " jawab Singkat Samantha berlalu pergi menuju di belakang Mension di ikuti oleh Bryant di belakangnya.
" Setelah ini apa yang akan kau lakukan Pah "
" Apa maksud Mama "
" anak itu "
" anak yang mana Mah "
" Anak itu. ANAK MU DENGAN WANITA ITU APA YANG AKAN KAU LAKUKAN HA...... BAGAIMANA PUN JUGA DIA DARAH DAGING KAMU KETURUNAN KAMU DENGAN WANITA LAIN " bentak Samantha menyala-nyala membuat Bryant tertegun di tempat mendengar Bentakan Samantha.
Selama ini Bryant hanya melihat sisi lembut dari seorang Samantha, Bryant tidak pernah melihat sisi Samantha yang seperti ini.
" Papa juga nggak tau Mah. dari tatapannya ia sangat membenci papa " Lirih Bryant menundukkan kepala
" he.....mana ada anak yang tidak akan membenci orang yang telah menyakiti hati orang yang dia sayang "
" Ternyata seperti ini ya rasanya di khianati? Jika aku merasakan sakit yang seperti ini lalu apa kabar Dengan hati menantuku yang terus tersiksa setiap saat selama bertahun-tahun " monolog Samantha menatap hamparan bunga mawar di depannya
" Maafkan Papa Mah. Papa tau kesalahan Papa sangat fatal tapi Papa harap masih ada maaf Mama untuk papa " mohon Bryant berlutut Menggenggam tangan Samantha
" Carilah anak itu Pah....."
__ADS_1
" Apa maksud mu Mah? kau menyuruhku untuk mencari anak itu? Cucu dariku dan wanita lain begitu "
" yah Carilah dia "
" Nggak Mah.! papa tau papa salah tapi papa tidak akan menambah luka di hati mu. Tidak akan! "
" Bagaimana pun kamu menolak dia adalah cucu mu Pah lihat matanya ia begitu sama persis dengan matamu. dia punya hak atas apa yang kamu punya Pah. jika kamu tidak bisa merawat Anakmu dengan wanita itu setidaknya berikan Hak untuk Cucumu yang sama seperti hak Karin dan Zein. Setelah itu belajar menerima Lolita sebagai Cucu menantu mu karna Zein tidak akan pernah menikah dengan wanita manapun selain Lolita dan Zein bukan Rayeen yang akan diam menuruti semua keinginanmu " Kata Samantha beranjak pergi meninggalkan Bryant yang terdiam di tempat mendengar penuturan Samantha yang sangat jauh dari ekspetasinya.
" Kakek....."
Bryant Menegang saat mendengar suara itu memanggilnya. Bryant sangat tahu pemilik suara itu.
" Karin .." Bryant segera menoleh ke asal suara
" sejak kapan kau disitu Karin " tanya Bryant kepada Karina yang sedang bersandar di bawah pohon
" apa yang di katakan oleh Nenek itu benar Kek lebih baik Kakek cari Pria itu dan mulai menerima Kak Loli sebagai bagian dari keluarga ini " Lanjut Karina
" kak Loli? Bukannya kau tidak menyukai wanita itu " Tanya Bryant dengan pandangan yang tidak suka
" Aku tidak menyukainya tapi ia adalah dunia kak Zein "
" bukankah kau mencintai Zein lalu mengapa kamu membiarkan pria yang kau cintai menjadi wanita lain "
" karna sekeras apapun aku berusaha kami tidak akan pernah bersatu karna aku dan kak Zein itu saudara. apalagi sekarang aku memahami kenapa setiap saat aku memeluk kak Zein, Kak Zein akan selalu menolak dan terlihat jijik ternyata aku adalah anak dari Wanita yang merebut Ayahnya untuk uminya, Aku juga pula yang merebut kasih sayang Ayahnya " Tutur Karina Menatap langit Kosong
" Asal kakek tau karna perbuatan kakek ini banyak hati yang tersakiti. Ada Nenek Abi Umi kak Zein bahkan wanita yang Kakek paksa untuk menjadi kekasih kakek di masa lalu "
__ADS_1
Mendengar itu Bryant hanya bisa diam dan menundukkan kepala. jika di ingat-ingat semua memang berawal darinya.
HAAAA
" Kakek akan Coba berubah " Guman Bryant seperti bisikan
Sedangkan di tempat lain Zein baru saja sampai di perusahaan. Zein langsung menuju Lift Khusus untuk CEO lalu menekan angka ruangannya
Ceklek
" Akhirnya Kamu masuk juga. Lihat ini semua ini adalah tumpukan yang harus kamu selesaikan secepatnya "
Baru saja masuk Namun Zein sudah kena omel oleh Devan lantaran 1 Minggu ini Devan terus lembur menggantikan Zein
" Sebanyak itu "
" ini sudah sedikit. Aku sudah membantu mu jadi sekarang kerjakan sendiri " Jawab Devan ketus lalu beranjak pergi melewati Zein Namun Ia mengingat sesuatu sehingga kembali di hadapan Zein
" Nih Surat yang di tinggalkan Pria yang membawa Ara pergi " Devan menyerahkan sebuah surat di telapak tangan Zein lalu berlari keluar karna tau Zein akan mengamuk
" jadi DEVAN..........." Teriak Zein Kesal
" jadi selama ini aku di kibulin sama mereka. Sial....pantas mereka terlihat santai ternyata mereka sudah mengetahuinya " Monolog Zein menatap Amplop di tangannya dengan intens lalu berjalan ke kursi Kebesarannya.
Dengan Hati-hati Zein membuka Amplop itu lalu mengambil kertas putih yang berisi Goresan lalu mulai membacanya bait per bait
" Aku akan selalu menunggu mu Kembali Ara ku " Batin Zein
__ADS_1