
" Haruskah aku Nikahi dulu baru aku kenalkan dia " kata Zein
Uhukk uhukk
Egi yang sedang Minum pun langsung tersedak di tenggorokan mendengar penuturan Zein yang mengatakan MENIKAHI dengan amat santai
" Dasar Edan.... Lakukan jika kamu ingin di gorok sama Umi mu itu. kau pikir mereka akan membenarkan kelakuanmu itu Haa.... " kata Egi kesal Entah kemana Zein yang genius pergi sehingga Zein Tolol ini yang muncul
" Yah aku tinggal bilang takut tidak di Restui " jawab Zein Santai
" Yah dan kau membuat Umi mu akan Jantungan " ucap Devan memutar mata jengah akan kelakuan Zein yang makin hari menjadi jadi Entah dimana Sifat Dinginnya.
" Kenapa kau tidak hamili Sekalian " Ucap Egi tiba-tiba. Zein dan Devan Langsung menoleh menatap tajam Egi
" Kau ingin membunuhku ha...bisa di gorok benar aku sama Umi jika aku melakukan hal itu, kau tidak lupa bukan jika Umi marah akan sangat menakutkan hukumannya " kata Zein menatap sinis Egi
" Tau... gitu gitu juga Uminya si Zein jago bela diri " Sahut Devan
" Dan aku akan bilang jika itu ajaran kamu " Lanjut Zein
" Pastinya kamu akan di hukum sama Umi " Sambung Devan
" Kalian........ " Egi kesal bukan main karna Zein dan Devan yang mempermainkannya.
" Secinta apapun aku sama dia, aku tidak akan menyentuh dia sebelum dia sah menjadi milikku " kata Zein berubah Serius. Devan dan Egi langsung diam menatap Zein dengan Rumit. Mereka berdua tau Zein tidak akan mungkin melakukan itu tapi tetap saja mereka kagum dengan pendirian Zein jika yang berada di posisi Zein mereka berdua tidak yakin untuk tidak menyentuh wanita itu apalagi mengingat masa lalu yang sebagai Wanita malam.
" kita cuma bisa berdoa semoga kamu selalu bahagia. kita akan selalu dukung semua keputusan Kamu kok " Ucap Devan yang di angguki oleh Egi
__ADS_1
" Terima kasih kalian selalu ada buat aku selama ini " ucap Zein Berdiri lalu menepuk bahu kedua sahabatnya itu.
Ceklek
Terlihat Loli memasuki Ruangan Zein, dia langsung mengernyitkan alis melihat Ketiga pria itu kini berdiri
" Ada apa " tanya Loli mengangkat alisnya sebelah
" Tidak ada " jawab ketiganya bersama lalu saling melirik satu sama lain.
" Em Lolita Siapkan semua keperluan kita untuk Meninjau pembangunan proyek di Lokasi Xx kita akan berangkat dalam 30 menit dari sekarang " perintah Zein
" Tapi Tuan bukankah Tuang Devan yang akan mengikuti anda nanti " tanya Loli pasalnya di buku bimbingan Yang Devan berikan padanya Lolita hanya perlu bekerja di kantor dan mengikuti meeting antar Klien Soal Memantau pembangunan proyek atau hal yang bersifat di luar kata Meeting Lolita tidak harus ikut
" Kamu dan Devan akan menemani saya kesana. saya tidak ingin mendengar apalagi jika ada kendala Nantinya dan Saya tidak terima penolakan " Jawab Zein penuh penekanan
" Dasar Bos Edan... padahal aku udah menghayal untuk pulang cepat dan memeluk bantal guling ku ternyata oh ternyata hanya angan-angan belaka saja " Omel Lolita dalam hati karna menurutnya Bosnya itu menjadi lebih menyebalkan Sekarang tidak seperti dulu lagi tapi yang sialnya Bosnya juga itu merangkap menjadi Kekasihnya. Dengan hati yang kesal dan pikiran yang dongkol Lolita mulai menyusun beberapa berkas yang akan di bawah di lokasi pembangunan
pak
...pak...
Pak
Bunyi tabrakan beberapa map yang di susun oleh Lolita. Lolita tidak menyadari jika kelakuan dan perbuatannya itu sedang di perhatikan oleh seseorang yang sesekali akan terkekeh kecil melihat wajah Cemberut nya.
" Kau sunggu menggemaskan Baby " Guman Zein yang di ikuti kekehan kecil.
__ADS_1
Yeah seseorang yang dari tadi memperhatikan Lolita adalah Zein Bos menyebalkan sekaligus kekasih Lolita.
" Bos Anda sehat " tanya Devan yang sudah bergidik ngeri melihat kelakuan Zein yang Senyum senyum sendiri tanpa sebab lagi gimana tidak mau merinding coba.
" Kamu mengira saya gila begitu Haa " Ucap kesal Zein menatap tajam Devan
" Anda bukan gila Bos tapi mungkin Kerasukan Iblis " guman Devan nyaris berbisik tapi seribu sayang Zein dapat mendengar Gumanan itu. Tanduknya langsung timbul di kepala mendengar Devan dirinya kesurupan iblis, Zein langsung menggebrak mejanya kesal
Brakk....
bunyi meja yang di gebrakan Zein Sontak karna kelakuan Zein Devan langsung kaget lalu dengan terburu-buru berdiri menghadap Zein
" Ada apa " tanya Devan belumengerti dimana letak kesalahannya
" Kau tanya Ada apa Haaa " Ucap Zein menatap lebih tajam Devan
" Iya ada apa aku... " Devan langsung menghentikan ucapannya lalu teringat apa yang dia katakan tadi setelah mengingatnya dia langsung membulatkan kedua bola matanya menundukkan kepalanya tanpa berani melihat wajah Zein yang pasti sudah memerah karna kesal ulah Devan
" Tamat Riwayatku ya tuhan... Ini juga mulut lemes benar kenapa nggak di fikir-fikir atau di saring dulu kek " Batin Devan yang sudah tertekan dan Frutasi
Zein memang pendiam tapi dia paling tidak suka di samakan sama mahluk yang dia anggap jelek atau menjijikan. Sedangkan di tempat Lain di ruangan sebelah Zein Terlihat Lolita yang sedang mengecek beberapa Map di tangannya
" Ini sudah, ini juga, itu, itu, Sepertinya ini semua sudah lengkap " Guman Loli Lalu Beranjak pergi..
" Kenapa diam Haaa.. berani kamu samakan saya dengan iblis Haa.. Bosan hidup..
Ceklek...
__ADS_1