
2 Minggu kemudian.
Hari Yang di tunggu oleh Zein dan lolita Akhirnya tiba juga. Hari Ini Adalah hari pertunangan Zein dan Lolita.
Lolita Dan Zein Melakukan pertunangan di sebuah gedung mewah yang sudah di sewa oleh Zein jauh-jauh hari. Pertunangan mereka di hadiri banyak orang terutama para Relasi bisnis Zein.
" Akhirnya Si dingin Akan mengikat Adik kita Van " Kata Egi yang sedang berada di Ruangan Zein
" Cih jika dari Awal aku tau Kalau Lolita itu Adik kita. Aku tidak akan membiarkan mereka menjadi sepasang kekasih dengan Cepat " kata Devan dengan menatap Sinis Zein, Sungguh dia belum Ingin dan Ikhlas Apa bila Lolita harus segera menjadi milik Pria Lain. Rasanya dia masih ingin memanjakan dan menuruti keinginan Lolita
" Bukannya dari awal kau tidak menyukainya. Sedangkan Egi Bahkan satu kali menglihat Ia langsung merasa Akrab " Balas sengit Zein menatap sinis Balik kepada Devan.
Mendengar balasan Zein Devan hanya bisa Diam karna itu memang nyatanya. dia juga bertanya-tanya kenapa hanya Egi yang merasakan hal itu padahal dia adalah kakak kandungnya. Bahkan dia sempat membenci Lolita karna berfikir Egi juga mencintainya, sehingga Devan berfikir Lolita akan merusak persahabatan Mereka bertiga karenanya.
" Sudah Devan. Ara Sudah besar sudah dewasa sudah sepantasnya dia menemukan laki-laki yang akan menjadi suaminya nanti. Aku tau kamu bum ikhlas melepas Ara begitu Juga Aku, Ayah, atau bahkan bunda belum ikhlas, akan tetapi kita tidak boleh Egois Ara juga butuh Sosok pria yang mencintainya dengan Tulus yang akan menjadi pasangannya Nanti. Lagi pula mereka menikah 1 tahun lagi kan. kita masih punya waktu 1 tahun untuk memanjakan Ara " Kata Egi Bijak. Egi paham Devan hanya belum ikhlas melepas Lolita kepada Pria lain. Devan hanya merasa jika adik kecilnya di rebut oleh orang lain.
__ADS_1
" Aku tau tapi Aku merasa Ara masih kecil. Aku takut dia di sakiti atau mungkin Bosan Lalu akan di campakkan " kata Devan pelan menundukkan kepalanya.
" Van Aku tidak berjanji untuk selalu membuat Ara bahagia karna mungkin suatu saat nanti Dia akan menangis bersama ku tapi aku berjanji dan berani jamin aku tidak akan pernah bosan, meninggalkan dia, mencampakkan dia apalagi menduakan Dia, Aku tidak akan pernah melakukan itu apapun yang terjadi walau nyawaku di ujung tanduk sekalipun. Hanya Dia.... satu-satunya wanita yang akan aku cintai dan menjadi istriku dunia akhirat " Janji Zein kepada Devan dan pada Diri sendiri tentunya.
" Lalu bagaimana Jika dia tidak bisa Memberi kamu keturunan " Tanya Egi
Deg
Mendengar pertanyaan Egi Untuk sesaat Zein diam karna Sebagai seorang pria ia membutuhkan seorang keturunan apalagi Ia membutuhkan Seorang Pewaris untuk meneruskan usahanya tapi jika harus menyakiti wanita yang dia Cintai atau bahkan kehilangan wanita yang Ia Cintai Apakah Ia sanggup?
" Aku akan tetap Menerimanya. Jika Tuhan tidak bisa memberikanku Keturunan melalui dia, Maka Aku bisa mengambil Anak yatim sebagai Anakku " Jawab Zein dengan Tegas dan yakin
" yang menikah Aku. yang menjalaninya juga Aku, jadi nggak ada hubungannya sama mereka semua. Percaya sama Ucapan ku Aku tidak akan mencampakkan atau menduakan Ara " kata Zein dengan Tegas
" Baiklah kami pegang janji mu " Kata Egi lalu merangkul Devan dan Zein ke sisi kiri dan kanan.
" Sudah ayo kita keluar Acaranya sebentar lagi Mulai " Kata Egi. Devan dan Zein hanya menganggukkan Kepala lalu Zein berjalan paling depan dan keluar dari Ruangan menuju Tempat yang di sediakan untuknya dan Lolita.
__ADS_1
" Zein....
Zein menoleh saat mendengar Orang memanggil Namanya
" Umi, Abi " Panggil Zein lalu menyalami kedua orang tuanya.
" Kak Zein ".....
" Stop Karin Jangan memeluk ku " Zein menghentikan Karina Adiknya untuk memeluknya.
" Cih kakak selalu saja begitu. Lihat Abi bahkan di hari pertunangannya pun kakak tetap tidak mengizinkan Karin memeluknya padahal kami kan saudara " Karina Mengaduh kepada Rayeen Abinya.
" Sudahlah Karin Kakak mu kan memang dari kecil Tidak suka di peluk. Lihat kamu di ketawakan sama mereka berdua karna sikap kamu "Kata Rayeen menasehati Putrinya
" Eh....
Mampir ya😘😘😘
__ADS_1