
Sedangkan ke tiga pria beda generasi itu langsung menghentikan kegiatan mereka masing-masing mendengar Lolita menangis. Sontak ketiganya menoleh ke arah Lolita yang sedang tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
" Sayang/Ara " Seru ketiga pria beda usia itu lalu menghampiri Lolita.
" Ada apa Hm " Tanya Egi. Tapi Lolita malah memeluk Egi dengan erat.
" Hiks hiks hiks " tangis Lolita pecah di pelukan Egi
" Hey....mana yang sakit.. sini biar ayah Lihat " Ucap Arka Cemas.
" Hiks Ng...nggak a...ada " Kat lolita di sela-sela Tangisnya
" Lalu kenapa Menangis " Tanya Devan membelai Rambut Lolita
" Ara hanya Terharu. " kata Lolita yang sudah tenang dan melepaskan pelukannya dari Egi
" Astaga..... kau membuat kami semua Cemas sayang " Kata Isma mengelus dadanya.
" Maaf Bunda hehehe " kata Lolita dengan memamerkan gigi putihnya
" Haa sudahlah. Ini roti mu " Kata Isma menyerahkan roti yang telah ia buatkan untuk Lolita. Tiba-tiba saja Egi berdiri lalu berlari menuju kamarnya lalu kembali berlari ke arah dapur
" Ada apa dengan kak Egi " Tanya Lolita mengernyitkan alis melihat Egi berlarian
" Entah mungkin di kejar Kecoa " jawab Devan Santai
Tak
" Minumlah " Ucap Egi meletakan susu coklat di depan Lolita.
" ini Untuk ku " Tanya Lolita yang di balas dengan senyuman Manis oleh Egi.
__ADS_1
" Makasih Tapi kakak tau dari mana Kalau aku suka coklat " Tanya Lolita menyipitkan mata kepada Egi
" Rahasia " Balas Egi lalu Mengacak-acak rambut Lolita
" Ih....... nanti berantakan kak " Keluh Lolita karna rambutnya di acakin
" Hahahaha....Biarkan saja " Tawa Egi yang membuat Lolita tambah kesal lalu mengambil Gelas susu yang di berikan Egi lalu meminumnya
Glek Glek Glek
" Enak " tanya Egi membelai rambut Lolita dengan Sayang
" Hm Enak Enak " jawab Lolita yang masih sibuk menjilat sisa coklat di pinggir bibirnya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah menatap mereka dari tadi. Pria itu menggenggam sendok dengan Erat untuk melampiaskan apa yang dia rasakan.
" Dari dulu dia selalu lebih dekat dengan Ara. kenapa Aku nggak bisa padahal aku kakak kandungnya " Kata Devan dalam hati menatap Sendu Egi dan Ara yang sedang bercanda tawa di sebelahnya.
" Emmmm nggak usah kak. Aku berangkat mah Kak Devan saja " Tolak Lolita karna ia tahu Ia dan Egi tak searah.
Sedangkan Devan yang tadi mukanya cemberut langsung tersenyum senang karna Lolita memilih dia untuk mengantarkannya pergi bekerja.
" Huuu.... Aku harus membiasakan diri agar tidak Cemburu akan kedekatan Egi dan Lolita " Devan bertekad untuk membuang rasa cemburunya terhadap Egi karna hanya Dia lebih dekat dengan adiknya ke timbang dirinya.
" Ya sudah kalau gitu Kakak duluan yah " Egi mengecup kening Lolita lalu menyalami Arka dan Isma.
" Devan juga berangkat Bun. Yok Ara " Devan segera menyalami kedua orang tuanya di ikuti oleh lolita lalu berangkat ke perusahaan.
" Sayang aku berangkat yah " Kata Arka mengecup Kening sang Istri lalu berlalu pergi berangkat ke perusahaan nya.
Skip.........
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
" Masuk "
Ceklek
" Sibuk " tanya Devan
" Haaa. Lumayan lah. Ada apa " kata Zein menghentikan kegiatannya
" Gue mau minta bantuan Lo " Kata Devan tanpa formal
" Bantuan Apa "
" Kemarin Ayah dan Bunda gue dapat Kiriman gitu. " ucap Devan Mendudukkan Pantatnya di sofa
" Kiriman? " Kata Zein pelan Mengernyitkan Alis
" Yah kiriman Berupa Surat dan Foto-foto masa kecil Ara " jelas Devan
" ARA... kalian memanggil Lolita dengan Sebutan Ara " Ucap Zein mode Cemburu on
" Astaga Ze...Gue tuh kakaknya nggak usah cemburu buta. " Jengah Devan memutar matanya malas
" Hem....jadi foto seperti apa " tanya Zein membuang rasa Cemburunya toh dia juga kakaknya kan pikir Zein
" Foto Seperti ini "
__ADS_1
TAK