Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Mension orang tua Devan


__ADS_3

" Assalamualaikum " salam wanita rambut Sebahu


" Walai'kum salam "


" Apa Tuan Arka dan Nyonya Reva ada di tempat " tanya wanita itu dengan sopan


" Iya non ada perlu apa "


" kami ingin bertemu ini penting "


" Ah baiklah mari ikuti saya Non "


Pelayan itu berjalan memimpin jalan masuk ke dalam mension di ikuti oleh kedua wanita itu di belakangnya.


" Nyonya Tuan.. Ada yang ingin bertemu " Kata Pelayan itu kepada Arka dan Reva yang sedang duduk di Ruang tamu


" Siapa Bi " Tanya Reva


Tak


Tak


Tak


" Assalamualaikum Bunda "


Deg


" K....kau si....siapa " kata Reva terbata-bata menatap intens wanita di depannya ini yang berpakaian Syar'i hanya mata yang terlihat.


" Ini Ara Bun Yah " jawab Wanita berpakaian Syar'i itu

__ADS_1


" ARA...." teriak Isma lalu berjalan cepat menuju Wanita yang berpakaian Syar'i itu yang tak lain dan tak bukan Adalah Lolita Putri kandungnya. putri yang ia rindukan selama ini


Grep


" Akhirnya hiks akhirnya kau kembali Nak hiks.....Bunda sangat merindukan mu " Ucap Isma memeluk Erat Lolita


" Ara juga merindukan Bunda " balas Lolita


" Hiks....hiks...putriku...."


Tangis Isma pecah di pelukan Lolita ia begitu merindukan putrinya itu dan hari ini ia sangat bahagia sekaligus hari karna putri yang ia rindukan berada dalam pelukannya.


" Sudah ya? Kan Ara udah disini jadi Bunda Berhenti nangis yah " pinta Lolita melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Isma


" Ayah.....Ayah tidak ingin memeluk Ara....Ayah tidak rindu Ara " Kata Lolita menatap Arka dengan pandangan berkaca-kaca


" Kemarilah Nak....Kemari.....Ayah sangat ingin memeluk mu..kemari Nak " Kata Arka pelan menahan Tangis haru.


" Akhirnya kau kembali putriku....Maafkan Ayah yang tidak bisa apa-apa di saat kau terpuruk, Maafkan Ayah yang tak berguna ini Nak Maafkan Ayah " pinta Arka memeluk Erat tubuh Lolita


" Ayah nggak salah kok. semua ini bukan salah siapapun mungkin sudah takdir yang di gariskan oleh Tuhan untuk Ara. Ayah atau pun Bunda tidak perlu merasa bersalah karna ini bukan salah kalian. Ara sekarang bahagia bisa menemukan kalian bisa merasakan kasih sayang Ayah dan Bunda " balas Lolita


" EHEM "


Sontak Lolita melepaskan pelukannya dari Arka lalu menoleh ke asal Suara


" Sorry Angel sayang ini Toiletnya dimana " ucap wanita itu Cengengesan sendiri dari tadi ia sudah kebelet tapi nggak berani buka suara


" Astaga Kak Amber...kakak mau ke Kamar mandi " tanya Lolita


" Iya "

__ADS_1


" Ya sudah ayo ikut Ara...... Ayah Bunda Ara ke kamar dulu yah mau anter kak Amber " pamit Lolita lalu menarik Amber untuk mengikutinya


" Mas.....aku bahagia akhirnya Ara kembali hiks hiks " Kata Isma memeluk Arka


" Aku juga sayang akhirnya kita bisa berkumpul kembali. " kata Arka membalas memeluk Istrinya


Skip.......


" Ze ayo ikut kita. ada hal penting yang ingin kami tunjukan "


Devan dan Egi langsung mencegat Zein yang ingin masuk ke dalam mobil


" Apaan sih Van aku capek mau pulang istirahat awas sana " kata Zein


" Sudah Kamu duduk manis saja. Ayo Egi kita berangkat " Dengan enteng Devan mendorong Zein masuk ke jok belakang lalu ia masuk dan duduk di kemudi di ikuti Egi yang duduk di sampingnya


" Mau kemana sih " tanya Zein dengan Kesal ia benar-benar lelah saat ini namun kedua sahabatnya itu malah membawanya entah kemana membuat ia tambah pusing


Devan dan Egi hanya bisa tersenyum sendiri-sendiri walau mereka juga kini Deg degkan. Tadi sebelum pulang mereka berdua dapat pesan dari Arka bahwa ia telah kembali membuat mereka langsung membawa Zein kesana


20 menit kemudian Mobil Zein berhenti di kediaman Mension orang tua Devan. Dengan kepala yang di penuhi tanda tanya Zein hanya bisa menurut saat tubuhnya di gotong oleh Devan dan Egi masuk ke Mension orang tua mereka


" Assalamualaikum Bunda Ayah " Salam mereka bertiga lalu menyalami Isma dan Arka


" Eh ada kamu Zein Sini duduk kebetulan bunda masak banyak " kata Isma dengan senyum yang terus mekar di wajahnya


Zein hanya tersenyum membalas perkataan Isma lalu duduk berdampingan dengan Devan dan Egi tapi ia di dorong


" Jauh-jauh.....ini tempat duduk princess " sentak Egi dan Devan berbarengan. Zein memang dari awal Capek malas berdebat hanya mengikuti saja lalu duduk di depan Devan dan Egi


" Bunda......"

__ADS_1


Deg


__ADS_2