Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Ngambeknya Lolita


__ADS_3

Ceklek


" Kemarilah Aku sudah memesan makanan kesukaan mu Baby " Ucap Zein menatap Lembut Lolita.


Mendengar makanan kesukaannya di sebut dengan Semangat 45 Lolita berjalan Cepat ke arah Zein.


" Waaaah Ini Semua untuk Ku " tanya Lolita Menatap Zein dengan mata berbinar binar


" Ya Apapun untukmu Baby. Makanlah "


Lolita lalu memakan hidangan di atas meja dengan lahap sedangkan Zein hanya terkekeh melihat tingkah laku Lolita yang makan seperti Anak kecil. Kekasihnya memang menggemaskan pikir Zein Lalu memakan makanannya juga.


" Aa kenyang-Nya " Ucap Lolita Mengelus-elus perutnya yang sedikit membuncit karna banyaknya makanan yang masuk dalam perutnya. Sontak Zein melihat perut Lolita dengan pandangan dalam.


" Andaikan di perutmu itu sudah ada Si Zein Junior aku pasti akan sangat bahagia " Batin Zein Mengkhayal bila Lolita hamil Anaknya.


" Makan itu yang benar bukan seperti bocah " Ucap Zein membersihkan sisa saos di pinggir bibir Lolita dengan ibu jarinya lalu mengemut kembali ibu jarinya sambil menatap Lolita yang sedang Melongo menatapnya


" Lucu "


Zein hanya terkekeh kecil melihat Bola mata Lolita yang membesar.


" Hati-hati Baby Nanti matanya keluar Loh " goda Zein.


Lolita langsung tersipu malu karna godaan Zein.


" Emm Aa....aku ke...luar...Du....dulu.." kata Lolita terbata-bata lalu berlari keluar tanpa mendengar jawaban Zein.


Brakkkk


HAHAHAHHAHAHAHAH


Pecah sudah tawa Zein. Zein tertawa begitu Lepas tanpa ada beban bahkan sudut matanya sudah berair. Jika ada yang mendengar Tawanya dapat di pastikan bukan bahagia mereka malah akan semakin takut. Karna Zein selama ini tidak pernah tertawa jangankan tertawa Senyum saja tidak pernah.


" Astaga....hahah...seperti aku harus secepatnya mengikatnya agar ia segera menjadi milikku,Milik Zein Malik Muhammad Akbar " Monolog Zein penuh tekad.


********


" Hallo "


" Yah ada apa "


" Angel Menjalin kasih dengan Bosnya **** "


" Biarkan saja. Angel pantas untuk bahagia terlepas dari semua penderitaan di masa lalu "


" Lalu apa yang harus aku lakukan selanjutnya "


" Tetap Awasi. Jika perlu awasi dari dekat aku ingin melihat senyum atau pun tawa angel secara jelas bukan Rabun-rabun seperti ini "


" Tidak semudah itu ***** Ada beberapa orang yang menjaganya dalam bayangan mungkin itu pengawal kekasihnya selain itu kamu tidak lupa kan Insting Angel "


" Kamu Cari cara lain. Aku sungguh merindukannya sudah bertahun-tahun aku tidak bertemu dengannya "


" Ya ya yah baiklah akan aku usahakan. Satu lagi ini berita yang sangat penting "


" Apa "


" Salah satu Teman kekasih angel, pria itu tidak menyukai Angel "


" Cihhh biarkan saja jangan bertindak sebelum dia menyakiti Angel "


" Baiklah kalau begitu kita Sudahi dulu "


Tut


Tut


Tut


*"*******


Tok


Tok


Tok


" Mas...."


BRAkkK


" BOSAN HIDUP "


" Hentikan tatapan mata mu Ze... Ada hal yang ku tanyakan ini sangat Penting " Kata Egi tanpa memperdulikan tatapan Zein yang dia arahkan untuknya

__ADS_1


" Hm. "


" Siapa gadis yang di curigai Devan sebagai adikku, Aa bukan curigai tapi yang akan menjadi princess Kami " tanya Egi menatap Zein penuh harap


" Aku tidak tau " jawab Zein Acuh tak acuh


" Tidak mungkin kau tidak mengetahui itu Ze... Devan bilang ia selalu ada di dekat di antara kita. Katakan siapa gadis itu " ucap Egi Frustasi. Dia sangat takut jangan sampai pemikirannya ini Benar.


" Aku memang tidak tahu " jawab Zein lagi tanpa menatap Egi


" Lagian Lolita bukan gadis tapi wanita " lanjut Zein dalam hati


" Zee....." Panggil pelan Egi


" Bukannya kamu harus memeriksa Tes DNA " tanya Zein mengangkat alisnya heran


" Semua sudah aku serahkan pada Orang kepercayaanku " jawab Egi Duduk di sofa dengan Lesu


" Kau..... Astaga pergi Urus sendiri jangan sampai ada penghianat di antara Mereka " kata Zein mengusir Egi


" Kau mengusirku "


" Ya Pergilah "


Dengan Lesu Egi berdiri lalu beranjak pergi tapi baru memegang Kenop pintu Zein memanggilnya lagi


" Egi..."


" Tenang saja dia bukan Karina "


Sontak wajah Lesu Egi langsung Cerah secerah matahari lalu dengan semangat Segera keluar dari ruangan Zein sampil tersenyum bahagia.


" Kak Egi Kenapa " kata Lolita tiba-tiba


" Astaga Li kau membuat jantung ku hampir copot tau tidak " ucap Egi menatap Lolita dengan kesal tapi entah mengapa setiap menatap mata Lolita ia akan selalu merasa ingin melindungi dan memanjakan wanita di depannya ini.


" Ada apa sebenarnya....kenapa setiap aku melihatnya jantung ku selalu berdebar tapi aku tau ini bukan Cinta karna hatiku sudah full di isi oleh Karina " Batin Egi terpaku menatap Wajah Lolita. Wajah itu seakan tidak asing untuknya


" Kak "


" Kak Egi "


" EGIIIII " Teriak Lolita di telinga Egi


" Astaga Li... Kau membuatku Tuli "


" Yah sorry gue nggak fokus tadi "


" Kak Egi Ngapain disini. Emang kak Egi nggak ada pasien gitu? "


" Nggak ada.... Ya sudah Gue pergi dulu yah lagi sibuk soalnya "


Lolita menatap punggung Egi yang sudah mulai menghilang di depannya


" Aneh " Guman Lolita menggelengkan kepala lalu melanjutkan langkahnya menuju Ruangannya.


Sedangkan di ruangan Lain. Terlihat seorang pria duduk di kursi kebesarannya dengan memijit pelipisnya


" Haaa dulu sebanyak apapun pekerjaan yang ku kerjakan aku akan baik-baik saja tapi sekarang aku malah kehilangan fokus " monolog Zein Memijit-mijit pelipisnya


" Aku merindukan Loli Baiklah aku akan menyuruhnya untuk kesini "


Zein lalu merogoh ponselnya yang berada di saku Celananya.


" Hallo.. "


" Baby ke ruangan ku Sekarang " Kata Zein lalu mematikan Telfonnya.


Tut


Tut


Tut


" Astaga ada apa lagi dia ini " gerutu Lolita beranjak keluar menuju ruangan Kekasih alias bosnya itu


Ceklek


" Siapa yang berani masuk dalam Ruangan ku tanpa mengetok pintu dulu " Geram Zein Namun tidak menatap lawan bicaranya


" Aku " Sahut Lolita Dengan kesal


" Tadi di suruh kemari sekarang dia malah marah gimana sih " kesal Lolita dalam hati


" Baby " panggil Zein Namun Lolita hanya diam bersandar di pintu tanpa memperdulikan Zein.

__ADS_1


Zein segera berdiri lalu menghampiri kekasihnya yang sedang Ngambek.


" Baby Maaf aku kira tadi orang lain


Kan biasanya kamu ketok pintu " Bujuk Zein


" Jadi kamu Salahin aku gitu " bukannya Berhenti Lolita malah tambah kesal


" Aa bukan begitu baby " sanggah Zein cepat


" Terus apa " Ucap Lolita bertolak pinggang menatap Zein dengan tajam


" Aa.... Itu..... " Zein hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Ia bingun sendiri hari ini Lolita kenapa begitu sensitif sekali


" Seperti orang PMS saja " Guman Zein tapi di dengar Oleh Lolita


" Kenapa kalau aku PMS......mau aku pake kan Pembalut sekalian Haa "


" Astaga kaya singa benar "


" Zein........ Ih sudah aku nggak mau bicara sama Zein lagi "


BRAkkK


" Astaga apa yang aku lakukan....Baby..." Panggil Zein segera keluar mengejar Lolita bahkan sampai di ruangan Lolita


Ceklek


" Baby I'm sorry oke. Maaf sayang aku benar-benar minta maaf jangan marah yah " bujuk Zein mendekap Lolita dari belakang


" Tau ah gelap " sahut Lolita yang masi kesal lalu melepaskan dekapan Zein di perutnya lalu duduk di kursi kerjanya.


" Baby..."


" Honey "


" Beb "


" Sayang.... "


" Sayang maafin aku ya ya ayyah " Mohon Zein duduk di depan Lolita


" Sudah sana keluar. Loli malas liat muka Zein " ucap Ketus Lolita


" Astaga ternyata menghadapi wanita yang sedang PMS itu harus memiliki kesabaran yang Extra " Batin Zein Tertekan


" Ya sudah jangan marah dulu "


" Siapa yang marah "


" Tuh kamu "


" Loli nggak marah yah "


" Oke oke Loli nggak marah tapi maafin Zein dulu yah "


" Nggak...."


" Mmmm jika Loli mau maafin aku, aku beliin Loli Coklat banyak banyak " tawar Zein


Lolita terlihat berfikir sejenak lalu mengangguk kepalanya


" Oke tapi hari ini juga Coklatnya harus ada "


" Siap Komandan " kata Zein hormat ala-ala Militer


" Hus sana keluar "


" Loh kok kamu ngusir aku "


" Kan mau kerja Ze..... "


" Ya sudah ini keluar "


Zein berdiri lalu berjalan ke arah pintu tiba-tiba balik lagi


Cup....


" Semangat kerjanya Baby " bisik Zein lalu keluar Dari Ruangan.


" Cih dasar Zein Aneh " Guman Lolita tapi terdapat seulas senyum di bibir Lolita.


KARINA SYEKH AKBAR


__ADS_1


Adik perempuan Zein. gadis yang di sukai Oleh Egi


__ADS_2