
" Kenapa diam Haaa.. berani kamu samakan saya dengan iblis Haa.. Bosan hidup..
Ceklek...
Zein dan Devan langsung menoleh ke pintu ternyata Lolita yang masuk lengkap dengan beberapa Map yang di pegang.
" Hu... selamat. " Devan langsung menghembuskan Nafas lega karna kedatangan Lolita menyelamatkan hidupnya dari amukan Singa yang sedang mengamuk. Sedangkan Zein langsung menormalkan Wajahnya melihat pujaannya yang datang dan menatap Sinis Devan lalu duduk kembali di kursi kebesarannya.
" Tuan....."
" Kita berangkat sekarang " potong Zein motong ucapan Lolita lalu beranjak berdiri dan berjalan sambil menatap tajam Devan Seakan mengatakan " Awas saja kau " Devan hanya bisa bergidik ngeri melihat tatapan Zein
" Kenapa sih... Bos kok Aneh hari ini Sensitif bangat kayak orang Pms saja " Rutuk Devan tapi hanya dalam hati mana berani dia keluarkan isi pikirannya di saat-saat seperti ini.
Zein melangkahkan kakinya menuju lobby di ikuti Devan dan Loli di belakangnya walau pikiran mereka berdua entah kemana
Skip.....
Kini mereka bertiga sudah sampai di lokasi tempat pembangunan proyek yang di lakukan oleh Perusahaan A'K Company Yaitu pembangunan Sebuah Mall.
" Kita akan berpencar untuk memantau dari beberapa sisi selain itu pastikan tidak terjadi kendala pastikan juga bahan-bahan yang di gunakan jangan sampai kita di tipu atau bahannya di tukar. Devan dan Loli yang mendengar perintah dari bos mereka, mereka berdua dengan sigap langsung bersiap untuk menuju arah yang akan mereka tujuh masing-masing Namun
__ADS_1
" Kau akan kemana Loli " Ucap Zein dengan dingin menarik lengan Lolita sehingga Lolita dan Devan berhenti tidak melanjutkan langkahnya.
" Saya akan mengecek bagian sana " Jawab Loli menunjuk sebelah kiri
" Bersama dia.." Bersama dia..tidak akan kamu itu kekasihku wanitaku jadi jangan dekat-dekat dia ataupun pria lain jika tidak aku tidak suka tau....kau milikku bukan miliknya tau milik pria lain Paham " tekan Zein. Lolita hanya bisa menganggukkan kepalanya sedangkan Devan jangan di tanya dia langsung pergi meninggalkan pasangan Bucin itu dengan perasaan yang dongkol dan amat kesal Karna ulah mereka
" dasar Bos Bucin.... nggak tau apa kalau masih ada aku yang jomblo di antara mereka. Eh mereka malah Asik-asiknya tebar keuwuan depan mata " Omel Devan sambil berjalan sebelah kiri.
Sedangkan yang menjadi orang yang membuat kesal kini sedang Asik-asiknya berjalan bergandengan tangan lebih tepatnya hanya Zein yang kesenangan.
" Tuan lepaskan tangan saya " ucap Pelan Lolita. Rasanya ingin sekali dia Menggelam kan dirinya di dasar lautan melihat tatapan para pekerja yang memandangnya
" kenapa kau kekasihku toh Tidak ada yang larangan untuk menggandeng tangan kekasihnya. dan berhenti memanggilku tuan Baby kita hanya berdua jadi jangan memanggilku dengan sebutan Tuan " ucapan tegas Zein yang tidak ingin di bantah
" Baiklah Zein " Ucap pelan Lolita
" No..No Zein but Honey or sayang baby " Tekan Zein lagi Menyudutkan tubuh Lolita di salah satu tiang lalu mengurungnya dengan tubuhnya menatap mata Lolita dengan dalam
" Kau tau aku ingin sekali untuk memilikimu, Aku begitu mencintaimu melebihi apapun bahkan aku juga melakukan perbuatan Dosa dengan mengajakmu untuk menjadi kekasihku. Bukan karna aku tidak yakin untuk menjadikanmu istriku Makmum ku Akan tetapi masih ada beberapa hal yang harus aku pastikan dan selesaikan jadi aku harap kedepannya apapun yang terjadi atau ada yang akan memisahkan kita ku harap kau tetap berada di sisiku dan kita hadapi bersama " Ungkap Zein. Zein mengutarakan apa yang ada dalam isi hatinya paling terdalam dia tau akan ada badai yang besar menghadang perjalanan mereka di depan tapi dia yakin akan mampu untuk bertahan dan melawan badai itu sebesar apapun.
" kau Mau kan tetap bertahan berada di sisiku selamanya apapun yang terjadi Nanti " lanjut Zein menyelinap anak rambut Lolita di belakang telinga.
__ADS_1
" Aku tidak berjanji untuk selalu berada di sisimu karna umur tidak ada yang tau kapan akan datang Ajalku menjemputmu akan tetapi aku pastikan Cintaku akan aku bawah sampai ke liang lahat ku " ucap Lolita sungguh-sungguh
" Walau aku tau mungkin ke depannya kau mungkin bukan jodohku akan tetapi aku akan selalu mencintaimu selamanya karna cinta itu tak harus memiliki " Lanjut Lolita dalam hati. Dia tau betul bukan Zein yang tidak pantas akan tetapi dirinya yang tidak pantas untuk Zein yang serba sempurna baik agama maupun harta Sedangkan dirinya hanyalah wanita kotor dan hina.
Mendengar penuturan Lolita Zein menjadi tenang. Ingin rasanya dia membawa Lolita segera menemui kedua orang tuanya akan tetapi dia masih ragu dengan pasangan tua yakni kakek dan Neneknya yang selalu berfikir tentang harta dan tahta.
Cukup Uminya yang menderita karna Suaminya selalu menuruti keinginan orang tuanya tanpa Memikirkan perasaan istri dan anaknya Cukup Uminya saja yang dia lihat menangis karna ke Egoisan pasangan tua itu , tidak berlaku untuk istrinya dan anaknya nanti. Cukup Abinya yang menjadi boneka tanpa jiwa yang selalu menuruti semua keinginan mereka tapi tidak dengan dirinya karna Dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti Abinya.
Seorang Anak lelaki memang milik ibunya untuk selamanya walau sudah menikah akan Tetapi bukan bukan berarti mereka juga harus menyakiti istri dan anak mereka bukan.
" I love you so mach " ungkap Zein mengecup lama Kening Lolita
cup...
" I love you too " jawab Lolita malu-malu mukanya sudah memerah lalu memeluk Zein menyembunyikan mukanya di dada bidang Zein, yang dengan senang hati membalas pelukan Loli sambil membelai helaian rambut panjang Loli sesekali Zein akan mengecup pucuk kepala Lolita.
Mereka saling memeluk dalam diam sibuk dengan perasaan mereka masing-masing seakan lupa dengan tujuan mereka berada disini Sedangkan di sisi lain terlihat seorang pria yang sedang komat Kamit entah apa yang dia katakan di lihat dari ekspresi wajah dapat di pastikan jika pria itu sedang kesal
" mereka berdua kemana sih Sebenarnya disana juga tidak ada disini juga tidak ada nggak tau apa kalau gue udah lapar dari tadi belum lagi kunci di dia. Zein Sialan kemana sih Nih anak dari tadi di cari nggak ketemu-temu Capek Gue. Mending istirahat saja habis itu lanjut " Gerutu Devan sepanjang perjalan. Dengan kesal Devan Mendudukkan Pantatnya di sebuah kursi kayu.
Beralih kembali ke Zein dan Lolita yang masih Asik dan sibuk dengan pelukan Masing-masing seperti dunia milik berdua yang lain menumpang
__ADS_1
" ZEIN......