Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Mulai menunjukan rasa Cemburu


__ADS_3

" Maaf Baby " ucap Zein menatap Lolita dengan rasa bersalah


" Seharusnya aku bisa menjaga Emosiku " batin Zein Merutuki kebodohannya yang tak bisa menahan Cemburu


" Sudahlah "


Setelah beberapa menit menunggu tiba-tiba pintu di ketuk


" Itu pasti makanannya " Seru Lolita dengan antusias


" Masuk "


Masuklah pelayan berjumlah 3 orang menyajikan hidangan di atas meja. Ketiga pelayan itu sesekali mencuri pandang ke pada Zein akan tetapi Zein hanya berwajah datar dan tanpa ekspresi.


" Berhenti menatap Pria ku seperti itu jika tidak ingin ku congkel mata kalian " ujar Lolita tiba-tiba kesal kepada ketiga pelayan itu


" Maaf Nona.."


" Silahkan Tuan Nona " Ucap Pelayan A menatap Lembut Zein sambil tersenyum manis dan menatap sinis Lolita


" Keluar kalian merusak pemandangan kekasih ku " Zein segera mengusir ketiga pelayan di depannya karna ia tahu wanitanya sedang Cemburu.


" Ish lain kali aku akan membawa masker untuk mu " kata Lolita dengan kesal


" Untuk apa Baby " tanya Zein


" Untuk menutup muka mu apalagi "


" Kau senang yah di tatap seperti itu "


" Pffft tidak Baby. Aku tidak suka tapi kan mereka punya mata apa Sayang ku ini ingin aku mencongkel mata mereka seperti yang kau katakan tadi hm " Ucap Zein memainkan anak rebut Lolita


" Hm "


Lolita membuang muka. Seharusnya ia bahagia tapi malah bad mood gara-gara tiga ulat sawah itu pikir Lolita


" Sudahlah aku makan saja " ucap Lolita lalu segera menyantap makanannya dengan lahap


Zein hanya terkekeh melihat Lolita ngambek karnanya. Zein sudah memahami dan menghafal semua sifat Lolita selama 3 bulan ini terutama sifat manja akan kambuh jika sedang datang Bulang seperti sekarang ini. Mood Kekasihnya itu selalu berubah ubah setiap jamnya.


" Berhenti menatap ku. Makanlah Aaa " Ucap Lolita menyodorkan makanan ke mulut Zein, dengan senang hati Zein menerima suapan Lolita


Setelah selesai makan mereka segera pergi meninggalkan Restoran menuju Perusahaan kembali.


Sesampainya di perusahaan mereka kembali ke ruangan mereka walau ada sedikit bumbu Bucin terutama Zein yang tidak ingin berpisah dengan Lolita.


Tik


Tik


Tik


Waktu terus berjalan detik ke menit, menit ke jam.


" Aa akhirnya kelar juga "


Lolita merenggangkan Otot-ototNya yang Kaku karna duduk terus dan di depan komputer.


" Jam berapa ini " Monolog Lolita melihat jam di tangan kirinya yang menunjukan jam 10 malam


" Astaga sudah Selarut ini ternyata hoanmmmm " Guman Lolita sambil menguap

__ADS_1


" Zein masih di ruangan nggak yah... Aku samperin saja deh "


Lolita segera mengambil Tasnya lalu keluar menuju Ruangan Zein yang ada di sebelahnya.


Tok


Tok


Tok


" Masuk "


Ceklek


" Sayang "


Lolita memanggil Zein dengan lembut, Melihat Zein masih terus berperang dengan pekerjaannya


" Hey Baby Kemarilah " kata Zein Menepuk Pahanya.


Lolita berjalan ke arah Zein lalu duduk di pangkuannya


" Belum selesai pekerjaannya Yang " tanya Lolita


" Belum Baby. Sebentar lagi " jawab Zein memeluk dan menghirup Aroma Lavender di Ceruk leher Lolita yang sangat membuatnya nyaman


" Kamu tunggu dulu di sofa ya. Aku mau selesaikan dulu pekerjaanku " Kata Zein lembut Mengelus Pipi Lolita


" Iyah " Lolita segera berdiri dari pangkuan Zein


" Baby Menunduk " kata Zein dengan mimik wajah serius. Lolita langsung menunduk


Cup


Lolita hanya melongo akan ada saja tingkah kekasihnya itu. Ia berjalan ke arah sofa lalu membaringkan dirinya di sofa empuk milik Zein


30 menit kemudian.


" Huu akhirnya "


Zein merenggangkan Otot-ototNya lalu menoleh ke arah Sofa dimana Lolita tertidur dengan nyenyak di sofa empuk. Zein Segera berjalan ke arah Lolita, Zein duduk di bawah Sofa


" Sorry Baby " Guman Zein mengelus pipi Lolita


Cup


Zein mengecup kening Lolita lama lalu membangunkannya


" Baby wake up " panggil Zein


" Baby "


Cup cup cup cup cup Zein terus membangunkan Lolita di iringi dengan Mencium kening kedua mata dan kedua pipi mulus kekasihnya


" Emmmh "


" Bangun Baby " Ucap Zein lalu mencubit pipi Lolita


" Au sakit Ze " keluh Lolita


" Makanya bangun. Ayo aku antar pulang "

__ADS_1


" Motorku "


Karna biasanya Lolita akan memakai motornya dan Zein akan mengikutinya dari belakang


" Nanti ku suruh Devan tangani. Sekarang ayo pulang malam sudah larut Baby "


Mereka segera keluar menuju Lift untuk turun ke Lobby perusahaan.


" Masuklah. Tidak ada orang " ucap Zein melihat Lolita Celingukan kiri kanan


Mendengar itu Lolita bernafas lega lalu segera masuk dalam mobil Zein.


Lolita sampai di apartemen tempat ia tinggal sudah pukul 23: 00. Ia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri setelah itu langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur tidur.


Sedangkan di tempat lain terlihat seorang pria baru masuk dalam huniannya. Pria itu menuju lantai dua karna kamarnya berada di sana, Di dalam kamar dia langsung mencari benda persegi empat yaitu ponselnya.


" Sial... Tamat riwayatku " umpat Pria itu melihat panggilan tak terjawab dan pesan masuk dari Nomor yang sama.


" Sial sial sial kenapa bisa lupa coba. Mampus gue "


" Telfon tidak ya "


" Tapi kalau gue tidak telfon nanti tambah emosi dimana "


" Telfon, tidak, Telfon, tidak, telfon, tidak, telfon, tidak, telfon, tidak. Tidak berarti tidak usah "


Pria itu terus menghitung jari tangannya. Setelah angka sepuluh jatuh dengan kata tidak, Ia langsung meletakkan kembali ponselnya di atas meja lalu berjalan ke arah Kamar mandi tapi langkah terhenti karna ponselnya berdering.


" Astaga...... Dia belum menyerah juga "


" Haaa terimah Nasib saja " dengan berat hati pria itu mengangkat telfon dengan Nama Mr itu


" Ha..halo "


" Kemana saja kau Haaa di telfon, Di chat pesan ku pun tak kau baca. Apa kau sudah bosan hidup bebas Haaa..... Sudah 3 bulan lalu kau memberikanku informasi Angel. Sekarang katakan apa yang di lakukan Angel "


" Maaf Mr. Angel Baik-baik saja hanya... "


" Hanya apalagi jangan membuatku menyeret mu lalu menggantung mu di heli kopter "


" Hanya saja 3 bulan lalu ada keluarga kaya yang mendatangi Angel mereka mengaku sebagai orang tua dan saudara Kandung Angel. Mereka juga membawa bukti sebuah hasil Tes DNA yang mengatakan hasilnya cocok "


" Apa...... Informasi sepenting ini kau tidak laporkan padaku Haaa "


" Maaf Bos tapi Angel tidak menerima mereka "


" Hm Angel pasti kecewa. Kirim peringatan pada keluarga itu untuk tidak mengusik hidup Angel. Aku takut mereka memaksa Angel untuk menerima mereka. "


" Baik "


" Dan kirimkan aku nomor ponsel Angel Sekarang "


Tut


Tut


Tut


" Dasar Mr gila. Cih ingin sekali aku cincang tubuhnya tapi sayang kekuatan ku tidak sebanding dengan dia " gerutu pria itu, pria mulai mengotak-atik ponsel mencari nomor angel


Tinggalkan Like komen dan Favo ya 🥰

__ADS_1


__ADS_2