Pendosa Yang Merindukan Syurga

Pendosa Yang Merindukan Syurga
Kekecewaan seorang Istri


__ADS_3

" Dan Nenek " Karin menunjuk ke arah Samantha


" Bagaimana Rasanya menerima kenyataan jika suami yang Nenek banggakan menghianati Nenek bahkan sampai mempunyai Anak dari wanita lain " kata Karin lalu berlari menaiki tangga


DEG


Samantha langsung tertegun mendengar pertanyaannya Karina. Samantha dengan pelan menoleh ke arah suaminya dengan pandangan sendu. hatinya sakit bagaikan di tusuk-tusuk Namun dia tidak bisa berbuat apapun walau suaminya tidak sampai Menikahi wanita itu tapi Suaminya juga memiliki Anak dengan wanita itu.


" jadi seperti ini rasanya di khianati? Lalu bagaimana dengan perasaan menantuku saat Rayeen menikahi wanita lain dan di abaikan bahkan harus mengurus anak dari wanita lain. Ternyata selama ini aku terlalu egois dan sekarang karma itu datang " Ratap Samantha menatap Menantunya dengan pandangan Sendu dan berkaca-kaca. hanya karna Renata berasal dari keluarga miskin membuat dia tidak menerima Renata padahal Renata adalah sosok yang sangat Baik.


Bruk


" IBU/SAMANTHA......."


" Renata Maafkan ibu....maafkan ibu yang selama bertahun-tahun terus menyakiti mu, terus memperlakukan mu dengan tidak baik, terus melihat mu sebelah mata, Maafkan Ibu Rena hiks hiks hiks Ibu menyesal....ibu sangat menyesal hiks hiks " Samantha bersimpuh di depan Renata dan memohon maaf kepada Menantunya, menantu yang ia buat sakit bertahun-tahun lamanya.


" Astaghfirullah ibu....apa yang ibu lakukan? aku sudah memaafkan ibu sebelum ibu minta maaf. ayo berdiri Bu " Renata membantu Samantha berdiri dari duduknya

__ADS_1


" Sekali lagi maafkan ibu Rena hiks hiks....maafkan ibu....." kata Samantha penuh penyesalan memeluk Renata dengan Tangis yang pecah


Sedangkan Rayeen dan Bryant hanya mampu melihat mereka dengan pandangan sendu. pasangan Ayah dan Anak itu hanya bisa Merutuki kebodohan mereka di masa lalu. Bryant yang tidak bisa setia kepada Samantha dan Rayeen yang tidak bisa bersikap adil dan menjaga perasaannya untuk tidak terbagi


" Maafkan Aku sayang..." Batin pasangan Ayah dan Anak itu


" Samantha...." Panggil Bryant


mendengar namanya di panggil Samantha melepaskan pelukannya dari Renata lalu membalik melihat ke arah Bryant


Bryant berlutut di hadapan Samantha sambil menundukkan kepalanya Sungguh ia sangat menyesal


" Maafkan aku Samantha...maafkan aku " Ucap Bryan dengan sungguh-sungguh Namun Istrinya itu hanya menatapnya dengan air mata yang terus Jatuh


" Maafkan aku Samantha.....maafkan aku.....kau boleh memukulku memakiku tapi aku mohon jangan diamkan aku...aku tau aku salah maafkan aku..." Mohon Bryant memeluk kaki Samantha


" Lepas " kata Samantha dengan menahan Tangis

__ADS_1


" Maafkan aku..."


" lepaskan " Sentak Samantha membuat Bryant tertegun selama menikah dengan Samantha tak pernah 1 kali pun Samantha meninggikan suaranya kepadanya tapi sekarang Samantha berani melakukannya Namun Bryant tidak marah karna ia paham kesalahannya adalah kesalahan Fatal


" Setelah bertahun-tahun kau menutupi kebejatan mu dan baru hari ini kamu meminta maaf atas segala kesalahanmu selama ini kamu dimana " Tanya Samantha tanpa menatap Suaminya.


Bryant yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa diam.dulu dia berfikir jika itu hanyalah masa lalu dan tidak ada yang mengetahui cerita itu selain dirinya dan Wanita yang bernama Monika itu tapi sekarang Bryant bagai tertampar akan kenyataan karna yang membongkar Penghianatan yang dia lakukan adalah darah dagingnya sendiri dengan monika


Samantha langsung berlalu pergi begitu saja saat melihat Kediaman Bryant. Hanya Sakit hancur dan sesak secara bersamaan. Orang yang selama ini yang sangat ia percaya ternyata menyimpan sebuah Penghianatan yang sangat menyakitkan


" Rena maafkan Ayah.....maafkan ayah yang selalu menyakiti mu dan berusaha memisahkan mu dengan Rayeen Anakku " Kata Bryant menatap sendu ke arah Rena


" Rayeen Maafkan ayah...karna ayah jugalah yang membuat mu harus menikahi Sivana dan membuat mu mengabaikan istri dan anakmu " Ucap Bryant memohon maaf


" Sudahlah Yah...semua sudah berlalu. Mungkin sudah takdir Renata akan seperti ini.jadikan semuanya pelajaran saja Sekarang kita fokus untuk kebahagiaan di masa depan " kata Renata Bijak sambil membalik badannya menaiki tangga


" walau Aku yakin hati ini belum sepenuhnya pulih dari luka itu. Luka ini masih menganga lebar Namun aku tak mampu membenci ayah ataupun Mas Rayeen " kata Renata dalam hati menekan dadanya yang sesak.

__ADS_1


__ADS_2